Milisi Pro-Israel di Gaza Runtuh: Abu Shabab Tumbang

- Jurnalis

Sabtu, 6 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi usai Pertempuran di Gaza

Kondisi usai Pertempuran di Gaza

INTERNASIONAL,JS– Yasser Abu Shabab, pemimpin kelompok milisi yang mendapat dukungan Israel di Gaza, tumbang dalam pertempuran di wilayah kantong Gaza. Ia memimpin Pasukan Rakyat, sebelumnya bernama “Dinas Anti-Teror”. Kelompok ini menentang Hamas, tetapi banyak pihak menilai mereka sebagai alat proksi Israel.

Abu Shabab berasal dari suku Bedouin Tarabin di Gaza Selatan. Awalnya ia tidak dikenal publik. Namun, ia mulai dikenal setelah mendirikan kelompok bersenjata tahun lalu. Pada Mei 2025, ia mengganti nama kelompok itu menjadi Pasukan Rakyat. Kelompok ini beranggotakan sekitar 100 orang dan mereka beroperasi di wilayah Gaza yang dikontrol Israel.

Klaim Nasionalis, Dugaan Geng Kriminal

Pasukan Rakyat mengklaim berjuang sebagai pejuang nasionalis Palestina. Namun, banyak pengamat menilai mereka lebih mirip geng kriminal yang bekerja sama dengan Israel. Selain itu, warga Palestina menilai Abu Shabab sebagai kriminal.

Sebelum bekerja sama dengan Israel, Abu Shabab menjalani penjara otoritas Palestina karena kasus narkoba. Selanjutnya, ia melarikan diri saat perang besar di Gaza menewaskan puluhan ribu orang. Setelah itu, ia bersekutu dengan Israel. Akibat langkah ini, banyak warga, termasuk anggota sukunya sendiri, menolak kehadirannya.

Baca Juga :  Banjir Terjang Permukiman Limbur Lubuk Mengkuang Bungo

Ambisi Pribadi Lebih Dari Ideologi

Selain itu, Abu Shabab tidak memiliki ideologi yang jelas. Banyak pihak menilai ia lebih mengejar ambisi pribadi daripada politik. Nama awal kelompoknya, “anti-terorisme”, menjadi ironis karena muncul dugaan hubungan dengan ISIS. Meski begitu, hubungan itu lebih terkait penyelundupan dari Sinai ke Gaza daripada kesamaan ideologi.

Selain aktif di medan konflik, Abu Shabab juga aktif di media sosial. Ia sering menulis dalam bahasa Inggris dan mempublikasikan opini di Wall Street Journal. Ia mengklaim Pasukan Rakyat menguasai sebagian Rafah dan siap membangun masa depan baru.

Dukungan Israel dan Kontroversi Bantuan

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengakui pemerintahannya menggunakan kelompok bersenjata lokal untuk melawan Hamas, termasuk Pasukan Rakyat. Menurut Netanyahu, strategi itu muncul dari saran pejabat keamanan. Sebelumnya, upaya serupa gagal dengan kelompok lain.

Baca Juga :  Global Warning Job Crisis 2026 Looms as AI and Economic Pressure Reshape Workforce

Selain itu, Abu Shabab dan pasukannya berusaha menampilkan diri sebagai pelindung bantuan kemanusiaan di Gaza. Ia mengatakan kepada CNN bahwa kelompoknya secara sukarela melindungi bantuan dari perampokan dan korupsi. Bahkan, ia membagikan foto-foto pembagian bantuan untuk menunjukkan aktivitas mereka.

Tuduhan Perampokan dan Kritik Internasional

Namun, laporan menuduh Abu Shabab dan pasukannya merampok konvoi bantuan. Memo internal PBB yang dikutip Washington Post menyebut Abu Shabab sebagai tokoh utama di balik perampokan sistematis. Selain itu, sumber keamanan di Gaza menegaskan pasukannya ikut dalam perampokan.

Perampokan itu terjadi saat Gaza mengalami kelaparan akibat blokade dan kerusakan infrastruktur. Oleh karena itu, banyak pihak menilai Abu Shabab hanya berperan sebagai alat proksi Israel.

Akhir Perjalanan Kontroversial

Dengan demikian, kematian Abu Shabab menutup perjalanan seorang pemimpin kontroversial. Ia dikenal karena kedekatannya dengan Israel dan kontroversi seputar bantuan kemanusiaan di Gaza.(AN)

Berita Terkait

TKI Indonesia Wajib Tahu, Segini Nilai Tukar Won Korea ke Rupiah Hari Ini 2 Oktober 2026
Kurs Yen Jepang ke Rupiah Hari Ini 30 September 2026, Cek Nilai 1 Yen hingga 50.000 Yen
Kurs Ringgit Malaysia Hari Ini 29 September 2026: RM1 Tembus Rp4.410, Cek Kurs Beli dan Jual Terbaru
Eating Papaya Every Day: 5 Health Conditions This Tropical Fruit May Help Manage
Tokenized U.S. Stocks Enter New Era as SEC Opens Five-Year Regulatory Path for On-Chain Trading
Kurs Yen Jepang Hari Ini Sabtu 26 September 2026: ¥10.000 Setara Rp1,13 Juta, Cek Konversi Lengkap JPY ke IDR
Cloves Health Benefits: 7 Potential Health Benefits of Eugenol-Rich Cloves You Should Know
Bitcoin, Ethereum Rally More Than 14% in a Week as Institutional Money Drives Crypto Market
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:30 WIB

TKI Indonesia Wajib Tahu, Segini Nilai Tukar Won Korea ke Rupiah Hari Ini 2 Oktober 2026

Rabu, 30 September 2026 - 21:23 WIB

Kurs Yen Jepang ke Rupiah Hari Ini 30 September 2026, Cek Nilai 1 Yen hingga 50.000 Yen

Selasa, 29 September 2026 - 20:31 WIB

Kurs Ringgit Malaysia Hari Ini 29 September 2026: RM1 Tembus Rp4.410, Cek Kurs Beli dan Jual Terbaru

Selasa, 29 September 2026 - 02:01 WIB

Eating Papaya Every Day: 5 Health Conditions This Tropical Fruit May Help Manage

Senin, 28 September 2026 - 04:01 WIB

Tokenized U.S. Stocks Enter New Era as SEC Opens Five-Year Regulatory Path for On-Chain Trading

Berita Terbaru