BISNIS,JS– Minat masyarakat Indonesia terhadap perdagangan valuta asing (forex) dan aset global terus meningkat. Namun, risiko kerugian investor ritel juga naik. Banyak investor rugi bukan hanya karena fluktuasi pasar, tetapi juga karena memilih broker yang tidak tepat.
1. Periksa Regulasi dan Kredibilitas Broker
Pertama, pastikan broker memiliki regulasi yang jelas. Di Indonesia, otoritas pengawas terbagi berdasarkan jenis instrumen. Bank Indonesia mengatur kebijakan moneter dan lalu lintas valuta asing, Bappebti mengawasi perdagangan berjangka dan komoditas, sementara OJK memantau produk pasar modal dan derivatif saham.
Broker yang transparan terkait izin operasional dan produk yang ditawarkan menunjukkan kredibilitas. Investor bisa menilai keamanan broker sejak awal melalui transparansi ini.
2. Amankan Dana Nasabah dengan Segregated Account
Investor juga harus memastikan broker memisahkan dana nasabah dan dana operasional perusahaan. Sistem ini dikenal sebagai segregated account.
Dengan cara ini, investor tetap bisa fokus pada strategi trading tanpa khawatir dana mereka terganggu jika broker menghadapi masalah operasional. Sistem ini memberi lapisan keamanan tambahan bagi setiap investor.
3. Pilih Broker dengan Infrastruktur Trading Andal
Kualitas broker terlihat dari infrastruktur trading. Investor perlu memilih broker yang menyediakan aplikasi trading stabil dan cepat agar bisa mengambil keputusan tepat saat pasar bergerak cepat.
Broker profesional menyediakan data pasar real-time, alat analisis lengkap, dan eksekusi konsisten. Investor juga bisa mengelola posisi dan dana dengan mudah melalui aplikasi, sehingga mengurangi risiko keputusan emosional atau keterlambatan informasi.
4. Gunakan Diversifikasi Instrumen untuk Strategi Fleksibel
Investor harus memilih broker yang menyediakan berbagai kelas aset. Selain forex, akses ke komoditas, indeks global, hingga saham internasional memungkinkan investor menyesuaikan strategi sesuai profil risiko.
Diversifikasi lintas aset membantu menekan risiko portofolio tanpa mengurangi potensi keuntungan. Semakin banyak instrumen yang tersedia, semakin fleksibel strategi investasi.
5. Utamakan Edukasi dan Reputasi Jangka Panjang
Broker yang fokus pada edukasi membantu investor meningkatkan disiplin dan pengambilan keputusan yang rasional. Investor perlu memperhatikan konsistensi broker dalam memberikan edukasi, transparansi risiko, dan dukungan strategi.
Broker yang berorientasi pada keberlanjutan cenderung membangun reputasi kuat dalam jangka panjang, sekaligus membantu investor memaksimalkan peluang pasar.(*)









