Normalisasi Sungai Batang Merao Tuai Apresiasi, Warga Kumun Debai Minta Tanggul Ditinggikan

- Jurnalis

Kamis, 11 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaksanaan normalisasi sungai Batang Merao

Pelaksanaan normalisasi sungai Batang Merao

SUNGAI PENUH, JS – Normalisasi Sungai Batang Merao di Kecamatan Kumun Debai, Kota Sungai Penuh, mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga berharap langkah tersebut dapat mengurangi risiko banjir sekaligus mendorong pemerintah memperkuat tanggul dan meninggikan tebing sungai di kawasan rawan luapan air.

Program normalisasi yang dikerjakan Balai Wilayah Sungai Sumatera VI (BWSS VI) itu merupakan tindak lanjut atas usulan Pemerintah Kota Sungai Penuh. Warga menilai upaya tersebut penting untuk memperbaiki kondisi aliran sungai, terutama setelah banjir bandang sebelumnya menimbulkan kekhawatiran di permukiman sekitar.

Meski mengapresiasi pekerjaan tersebut, masyarakat mengingatkan bahwa penanganan sungai tidak cukup hanya dengan mengatasi pendangkalan. Pemerintah juga perlu memperhatikan kondisi tanggul dan kekuatan tebing agar air tidak mudah meluap ke kawasan tempat tinggal warga.

Warga Apresiasi Langkah Pemkot Sungai Penuh

Ruben, salah seorang warga yang tinggal di sekitar Sungai Batang Merao, menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Sungai Penuh Alfin dan Wakil Wali Kota Azhar Hamzah atas upaya pemerintah mendorong normalisasi sungai.

Menurut Ruben, program tersebut menjadi langkah penting dalam menjawab kekhawatiran masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai. Warga berharap pengerjaan normalisasi mampu memperbaiki kondisi sungai sekaligus mengurangi potensi ancaman banjir ketika debit air meningkat.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sungai Penuh yang telah merealisasikan normalisasi Sungai Batang Merao,” ujar Ruben.

Apresiasi itu juga mencerminkan harapan masyarakat agar pemerintah terus memperhatikan infrastruktur pengendalian banjir. Bagi warga yang tinggal dekat sungai, kondisi aliran air dan kekuatan tanggul menjadi dua hal penting yang berkaitan langsung dengan keamanan lingkungan.

Karena itu, masyarakat berharap program normalisasi tidak berhenti pada pengerjaan alur sungai. Mereka juga menginginkan langkah lanjutan yang mampu menjawab persoalan di titik-titik rawan banjir.

Baca Juga :  BKPSDM Sungai Penuh Kantongi Nama ASN Malas Ngantor, Sidak Besar-besaran Segera Digelar, PPPK hingga PNS Terancam Sanksi

Tanggul di Desa Tanjung Karang Jadi Perhatian

Salah satu kebutuhan yang disoroti warga ialah penambahan tinggi tanggul serta penguatan tebing sungai, khususnya di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Kumun Debai.

Ruben menilai kondisi tanggul perlu mendapat perhatian serius karena pengalaman banjir bandang sebelumnya menunjukkan bahwa persoalan sungai tidak hanya berkaitan dengan pendangkalan. Menurut dia, kerusakan tanggul juga berperan dalam menyebabkan air memasuki kawasan permukiman.

Ketika debit air meningkat, tanggul yang tidak cukup tinggi atau mengalami kerusakan dapat memperbesar risiko luapan ke rumah dan lingkungan warga. Kondisi tersebut tentu menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi masyarakat yang tinggal di dekat aliran sungai.

Oleh sebab itu, warga meminta pemerintah meninjau kembali kondisi tebing dan tanggul di sepanjang Sungai Batang Merao. Mereka berharap petugas dapat mengidentifikasi titik yang membutuhkan perbaikan, penguatan struktur, maupun penambahan ketinggian tanggul sesuai kebutuhan lapangan.

Langkah tersebut penting agar penanganan banjir tidak hanya berfokus pada kondisi aliran sungai, tetapi juga memperhatikan perlindungan kawasan permukiman.

Normalisasi Perlu Berjalan Bersama Penguatan Tebing

Normalisasi sungai menjadi salah satu upaya untuk memperbaiki aliran air dan menangani persoalan pendangkalan. Namun, efektivitas upaya tersebut juga bergantung pada kondisi tebing, kapasitas alur sungai, serta kemampuan infrastruktur di sekitarnya dalam menghadapi peningkatan debit air.

Jika tanggul memiliki titik lemah, air tetap berpotensi memasuki permukiman meskipun pengerukan atau penataan alur sungai telah dilakukan. Karena itu, warga menilai pemerintah perlu melihat penanganan Sungai Batang Merao secara menyeluruh.

Selain memperhatikan kondisi fisik sungai, pemerintah juga perlu mempertimbangkan karakteristik wilayah yang rentan terhadap luapan air. Pemeriksaan berkala terhadap tanggul dan tebing dapat membantu mengidentifikasi kerusakan sejak dini sehingga petugas dapat menentukan langkah penanganan yang sesuai.

Baca Juga :  Dibayar Mulai Hari Ini, Gaji Ke-13 PNS dan PPPK Sungai Penuh Cair

Masyarakat berharap BWSS VI dan Pemkot Sungai Penuh terus berkoordinasi dalam menentukan kebutuhan lanjutan di lapangan. Dengan demikian, program normalisasi dapat berjalan seiring dengan upaya memperkuat perlindungan kawasan yang berisiko terdampak banjir.

Warga Berharap Risiko Banjir Bisa Berkurang

Bagi masyarakat Kumun Debai, penanganan Sungai Batang Merao bukan sekadar persoalan infrastruktur. Kondisi sungai juga berkaitan dengan rasa aman warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, terutama bagi keluarga yang tinggal di sepanjang alirannya.

Pengalaman banjir bandang sebelumnya membuat masyarakat berharap pemerintah memberi perhatian berkelanjutan terhadap kondisi sungai. Warga tidak ingin persoalan pendangkalan dan kerusakan tanggul kembali memicu kejadian serupa.

Karena itu, usulan peninggian tanggul dan penguatan tebing menjadi bagian penting dari aspirasi masyarakat. Warga berharap pemerintah memprioritaskan titik yang paling membutuhkan penanganan berdasarkan pemeriksaan teknis dan kondisi lapangan.

Di sisi lain, masyarakat juga perlu menjaga lingkungan sekitar sungai dan tidak membuang sampah ke aliran air. Upaya tersebut dapat mendukung pemeliharaan sungai, meskipun tidak menggantikan kebutuhan perbaikan infrastruktur pengendalian banjir.

Ruben berharap perhatian pemerintah terhadap Sungai Batang Merao terus berlanjut setelah pekerjaan normalisasi. Ia ingin langkah tersebut memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya warga Desa Tanjung Karang dan kawasan lain yang berada di sepanjang sungai.

Melalui koordinasi antara pemerintah daerah, BWSS VI, dan masyarakat, warga berharap penanganan Sungai Batang Merao dapat berlangsung secara berkelanjutan. Normalisasi, penguatan tebing, dan perbaikan tanggul diharapkan menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko banjir serta meningkatkan keamanan permukiman di Kecamatan Kumun Debai.(AN)

Berita Terkait

Tiga Besar Hasil Seleksi 5 Kepala OPD Sungai Penuh Diumumkan, Berikut Namanya
133 ASN Pemkab Tebo Pensiun hingga September 2026, Guru Paling Banyak
Hari Kesadaran Nasional, ASN Sungai Penuh Diingatkan soal Disiplin dan Pelayanan
Kejari Sungai Penuh Ikut Gerakan 3S, Alfin Dorong Kepedulian Sosial Meluas
4.363 Hektare Lahan Terbakar di Jambi, Batang Hari Catat Kebakaran Terluas
Wako Alfin Hadiri Pengukuhan DPC PKB Sungai Penuh 2026–2031
MTQH Jambi 2026, Merangin Bidik Tiga Besar dengan 62 Kafilah
Bukan Cuma Cek Bangunan! Aktivis Minta Proyek P3-TGAI Kerinci dan Sungai Penuh Diaudit APH Hingga BPK
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:58 WIB

Tiga Besar Hasil Seleksi 5 Kepala OPD Sungai Penuh Diumumkan, Berikut Namanya

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:31 WIB

133 ASN Pemkab Tebo Pensiun hingga September 2026, Guru Paling Banyak

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Hari Kesadaran Nasional, ASN Sungai Penuh Diingatkan soal Disiplin dan Pelayanan

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Kejari Sungai Penuh Ikut Gerakan 3S, Alfin Dorong Kepedulian Sosial Meluas

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:01 WIB

4.363 Hektare Lahan Terbakar di Jambi, Batang Hari Catat Kebakaran Terluas

Berita Terbaru