KERINCI,JS- Modus penipuan digital dengan mencatut nama pejabat kembali terjadi dan meresahkan masyarakat di Kabupaten Kerinci. Kali ini, pelaku menggunakan identitas Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kerinci, H. Anto, untuk melancarkan aksinya melalui aplikasi WhatsApp.
Kasus ini menambah daftar panjang kejahatan siber yang semakin marak, khususnya penipuan online yang menyasar masyarakat awam. Dengan memanfaatkan nama pejabat daerah, pelaku berusaha membangun kepercayaan agar korban mudah terjebak.
Modus Penipuan WhatsApp Semakin Canggih
Pelaku diketahui menggunakan foto profil dan nama yang sama persis dengan H. Anto. Namun, nomor yang digunakan berbeda dari nomor resmi milik yang bersangkutan. Modus ini sering digunakan untuk mengelabui korban agar percaya dan menuruti permintaan pelaku.
“Memang benar, ada akun WhatsApp yang mengatasnamakan saya, tetapi nomor tersebut bukan milik saya. Itu jelas penipuan,” tegas H. Anto saat dikonfirmasi, Jumat (7/11/2025).
Biasanya, pelaku akan menghubungi calon korban dengan berbagai alasan, mulai dari meminta bantuan dana, menawarkan proyek, hingga meminta data pribadi. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati terhadap segala bentuk komunikasi digital yang mencurigakan.
Warga Diminta Verifikasi Sebelum Bertindak
Lebih lanjut, H. Anto mengimbau masyarakat agar tidak langsung percaya dengan pesan yang mengatasnamakan dirinya atau pejabat lainnya. Ia menekankan pentingnya melakukan verifikasi sebelum mengambil tindakan.
“Kalau menerima pesan mencurigakan, sebaiknya konfirmasi langsung ke nomor resmi atau datang ke kantor terkait. Jangan langsung percaya apalagi sampai mengirim uang,” ujarnya.
Langkah sederhana seperti mengecek nomor, memastikan identitas, serta tidak terburu-buru mengambil keputusan dapat mencegah masyarakat menjadi korban penipuan online.
Penipuan Digital di Kerinci Terus Berulang
Kasus serupa bukan kali pertama terjadi di Kerinci. Dalam beberapa tahun terakhir, penipuan dengan modus mencatut nama pejabat, tokoh masyarakat, hingga instansi pemerintah terus berulang.
Fenomena ini menunjukkan bahwa kejahatan siber semakin berkembang seiring dengan meningkatnya penggunaan teknologi digital di masyarakat. Pelaku memanfaatkan kelengahan dan kurangnya literasi digital sebagai celah untuk melakukan aksinya.
Selain itu, penggunaan aplikasi pesan instan seperti WhatsApp menjadi sarana utama karena mudah diakses dan digunakan oleh hampir semua kalangan.
Ciri-Ciri Akun WhatsApp Penipu yang Perlu Diketahui
Agar tidak menjadi korban, masyarakat perlu mengenali beberapa ciri umum akun WhatsApp penipu, di antaranya:
- Menggunakan foto profil pejabat atau orang dikenal
- Nomor tidak dikenal atau berbeda dari nomor resmi
- Mengirim pesan mendesak atau bersifat rahasia
- Meminta uang atau transfer dalam waktu cepat
- Menghindari panggilan telepon atau pertemuan langsung
Jika menemukan ciri-ciri tersebut, sebaiknya segera abaikan dan lakukan verifikasi.
Tips Aman Menghindari Penipuan Online
Di era digital saat ini, menjaga keamanan data dan keuangan menjadi hal yang sangat penting. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:
- Jangan mudah percaya dengan pesan dari nomor tidak dikenal
- Selalu cek kebenaran informasi ke sumber resmi
- Jangan bagikan data pribadi seperti KTP, rekening, atau kode OTP
- Hindari transfer uang tanpa kepastian yang jelas
- Laporkan akun mencurigakan ke pihak berwajib atau platform terkait
Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, risiko menjadi korban penipuan dapat diminimalkan.
Pentingnya Literasi Digital di Masyarakat
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya literasi digital di tengah masyarakat. Pemahaman tentang keamanan digital dapat membantu masyarakat lebih bijak dalam menggunakan teknologi.
Pemerintah daerah diharapkan terus melakukan sosialisasi terkait bahaya penipuan online serta cara pencegahannya. Selain itu, peran keluarga dan lingkungan juga sangat penting dalam meningkatkan kesadaran bersama.
Kesimpulan
Maraknya penipuan WhatsApp dengan mencatut nama pejabat di Kerinci menjadi peringatan serius bagi masyarakat. Dengan modus yang semakin canggih, siapa pun bisa menjadi target jika tidak waspada.
Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk selalu berhati-hati, tidak mudah percaya, serta melakukan verifikasi sebelum merespons pesan mencurigakan. Keamanan digital adalah tanggung jawab bersama di era modern ini.(AN)









