INTERNASIONAL, JS- Kongres Peru secara resmi memutuskan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum sebagai persona non grata individu yang tidak diinginkan, karena dinilai telah mencampuri urusan dalam negeri peru.
Hubungan kedua negara Amerika Latin itu memburuk setelah pemerintah Meksiko memberikan suaka politik kepada mantan Perdana Menteri Peru Betssy Chavez.
Sebelumnya, pemerintah Peru pada 3 November juga memutuskan hubungan diplomatik dengan Meksiko dan meminta Kuasa Usaha Meksiko Karla Ornelas untuk meninggalkan Peru.
“Ini adalah analisis yang kami minta untuk dilakukan dengan cepat, tetapi dengan kehati-hatian yang diperlukan agar dapat dilakukan dengan baik,” kata Hugo de Zela Menteri Luar Negeri Peru.
Hubungan kedua negara telah tegang sejak Meksiko memberikan suaka kepada istri dan anak-anak Castillo setelah penangkapannya. Castillo sedang menunggu vonis.
Chavez menghadapi tuduhan konspirasi atas dugaan perannya dalam upaya Castillo pada 2022 untuk membubarkan Kongres Peru. Jaksa menuntut hukuman penjara 25 tahun untuk Castillo.
Meksiko juga menghadapi ketegangan dengan tetangga Peru, Ekuador. Negara itu memberikan suaka kepada mantan perdana menteri tahun lalu, tetapi pasukan keamanan Ekuador menyerbu kedutaan untuk menangkapnya.
Peru menyatakan telah memutuskan hubungan dengan Meksiko karena “tindakan tidak bersahabat” negara di utara tersebut yang memberikan suaka kepada Chavez.
“Meksiko telah membangun semacam realitas paralel di mana terdapat penindasan politik yang sebenarnya tidak ada,” kata De Zela.
Meskipun terjadi pemutusan hubungan formal, para pejabat berupaya meminimalkan dampaknya terhadap kemitraan ekonomi mereka, tambah menteri luar negeri tersebut.(AN)









