Impor Ayam ke Saudi Dihentikan, Ini Daftar Negaranya

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 27 Februari 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Arab Saudi setop impor ayam dan telur dari 40 negara

Arab Saudi setop impor ayam dan telur dari 40 negara

INTERNASIONAL,JS- Otoritas Makanan dan Obat Arab Saudi atau Saudi Food and Drug Authority (SFDA) resmi memperketat aturan impor daging ayam dan telur konsumsi. Melalui kebijakan terbaru ini, Arab Saudi menghentikan sepenuhnya pemasukan unggas dari 40 negara serta membatasi distribusi dari 16 negara lain hanya di wilayah tertentu.

Langkah tersebut sekaligus menegaskan komitmen Saudi dalam melindungi kesehatan publik dan menjaga keamanan pangan nasional. Selain itu, SFDA memastikan daftar negara terdampak tetap terbuka untuk evaluasi berkala sesuai dinamika kesehatan global.

Perlindungan Kesehatan Publik Jadi Prioritas

Pertama-tama, SFDA menempatkan aspek kesehatan masyarakat sebagai dasar utama kebijakan. Otoritas menilai lonjakan kasus penyakit hewan di sejumlah negara berpotensi mengancam rantai pasok pangan domestik.

Baca Juga :  Industri Mobil Lesu, BUMN Ini Justru Impor 105 Ribu Pikap dari India

Karena itu, Saudi memilih memperketat pengawasan sebelum risiko meluas ke pasar dalam negeri.

Analisis Risiko Penyakit Hewan Jadi Acuan

Mengacu pada laporan Saudi Gazette, SFDA menyusun regulasi ini setelah melakukan analisis risiko mendalam. Otoritas juga mengkaji berbagai laporan internasional terkait penyakit hewan, terutama penyebaran flu burung berisiko tinggi.

Sebagai catatan, sebagian pembatasan sebenarnya telah berlaku sejak 2004. Namun, SFDA terus memperbarui daftar negara seiring munculnya laporan kesehatan terbaru.

Empat Puluh Negara Kena Larangan Total

Selanjutnya, Times of India melaporkan bahwa Saudi memberlakukan larangan penuh impor ayam dan telur konsumsi dari 40 negara. Daftar tersebut mencakup Afghanistan, Azerbaijan, Jerman, Indonesia, Iran, Bosnia dan Herzegovina, Bulgaria, Bangladesh, Taiwan, Djibouti, Afrika Selatan, China, Irak, Ghana, Palestina, Vietnam, Kamboja, Kazakhstan, Kamerun, Korea Selatan, Korea Utara, Laos, Libya, Myanmar, Inggris, Mesir, Meksiko, Mongolia, Nepal, Niger, Nigeria, India, Hong Kong, Jepang, Burkina Faso, Sudan, Serbia, Slovenia, Pantai Gading, serta Montenegro.

Larangan ini berlaku menyeluruh tanpa pengecualian wilayah di negara-negara tersebut.

Enam Belas Negara Hadapi Pembatasan Parsial

Di sisi lain, SFDA hanya menerapkan pembatasan di wilayah tertentu pada 16 negara. Negara-negara tersebut meliputi Australia, Amerika Serikat, Italia, Belgia, Bhutan, Polandia, Togo, Denmark, Rumania, Zimbabwe, Prancis, Filipina, Kanada, Malaysia, Austria, dan Republik Demokratik Kongo.

Baca Juga :  Titiek Soeharto Tegaskan Beras Impor Ilegal Harus Ditindak

Dengan skema ini, Saudi tetap membuka akses impor terbatas dari kawasan yang dinilai aman secara kesehatan.

Produk Olahan Masih Berpeluang Masuk Pasar Saudi

Meski aturan makin ketat, Saudi tetap membuka peluang impor produk unggas olahan. Daging ayam, telur konsumsi, maupun turunannya masih bisa masuk jika produsen menerapkan proses pemanasan atau metode pengolahan lain yang terbukti mematikan virus flu burung dan Newcastle.

Menurut laporan Money Control, SFDA mewajibkan setiap produk olahan memenuhi standar kesehatan ketat. Produsen juga harus melampirkan sertifikat resmi dari otoritas negara asal serta memastikan fasilitas produksi telah memperoleh persetujuan Saudi.

Eksportir Diminta Segera Menyesuaikan Strategi

Terakhir, SFDA menegaskan seluruh ketentuan berlaku tanpa toleransi. Kebijakan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap potensi kembalinya wabah flu burung.

Oleh sebab itu, eksportir dari negara terdampak, termasuk Indonesia dan India, perlu segera meninjau ulang jalur pengiriman dan strategi ekspor agar tetap sesuai dengan regulasi terbaru Arab Saudi.(*)

Berita Terkait

Dolar AS Dekati Rp18.000, Berikut Kurs Terbaru di Bank BCA, BRI, Mandiri dan BNI
Buruan Pesan! AirAsia Tebar Tiket Murah ke Kuala Lumpur, Bangkok dan Phuket
Bertahan Diharga Tertinggi, Berikut Harga Emas Perhiasan Terbaru 24 Juni 2026
Harga Pertamax Berpotensi Turun Juli 2026, Ini Penyebab Utama dan Prediksi Terbaru BBM Non Subsidi
5 Ringgit Berapa Rupiah?, Cek Kurs Ringgit Terhadap Rupiah Malam Ini
Utang Macet UMKM Bisa Dihapus Selamanya, OJK Ungkap Aturan Baru yang Menguntungkan Pelaku Usaha
10 Franchise Murah 2026 Modal Rp2,5 Juta–Rp20 Juta yang Bisa Jadi Peluang Bisnis Menguntungkan, Cek Pilihan Terbaiknya
Update Harga Emas Perhiasan Terbaru 23 Juni 2026, Cek Sebelum Harga Berpotensi Naik
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:31 WIB

Buruan Pesan! AirAsia Tebar Tiket Murah ke Kuala Lumpur, Bangkok dan Phuket

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:01 WIB

Bertahan Diharga Tertinggi, Berikut Harga Emas Perhiasan Terbaru 24 Juni 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 06:01 WIB

Harga Pertamax Berpotensi Turun Juli 2026, Ini Penyebab Utama dan Prediksi Terbaru BBM Non Subsidi

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:01 WIB

5 Ringgit Berapa Rupiah?, Cek Kurs Ringgit Terhadap Rupiah Malam Ini

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:01 WIB

Utang Macet UMKM Bisa Dihapus Selamanya, OJK Ungkap Aturan Baru yang Menguntungkan Pelaku Usaha

Berita Terbaru

Cara mengatasi AC mobil kurang dingin

Otomotif

AC Mobil Tiba-Tiba Tidak Dingin? Coba 5 Cara Mudah Ini

Rabu, 24 Jun 2026 - 21:02 WIB