BISNIS,JS- Kemudahan transaksi digital membuat layanan paylater atau buy now pay later (BNPL) semakin diminati masyarakat Indonesia. Tanpa perlu membayar langsung, konsumen bisa membeli barang dan mencicil di kemudian hari. Namun, di balik kemudahan tersebut, tersimpan risiko yang sering diabaikan.
Setiap transaksi paylater ternyata tidak hanya berhenti di aplikasi, tetapi juga tercatat dalam sistem resmi milik Otoritas Jasa Keuangan, yaitu Sistem Layanan Informasi Keuangan.
Data dalam sistem ini menjadi acuan utama bagi bank dan lembaga keuangan saat menilai kelayakan kredit seseorang. Artinya, kebiasaan menggunakan paylater bisa berdampak langsung pada masa depan finansial Anda.
Apa Itu SLIK OJK dan Kenapa Penting?
SLIK OJK merupakan sistem yang menyimpan seluruh riwayat kredit masyarakat, mulai dari pinjaman bank, leasing, hingga penggunaan layanan paylater.
Melalui data ini, lembaga keuangan dapat melihat:
- Riwayat pembayaran
- Tingkat kedisiplinan membayar cicilan
- Status kredit (lancar atau bermasalah)
Semakin baik riwayat kredit seseorang, semakin besar peluang pengajuan pinjaman disetujui. Sebaliknya, catatan buruk—meskipun dari nominal kecil—bisa menjadi penghambat serius.
Telat Bayar Paylater? Dampaknya Tidak Main-Main
Banyak pengguna menganggap keterlambatan kecil bukan masalah besar. Padahal, satu kali telat bayar saja sudah cukup untuk menurunkan kualitas skor kredit.
Dampaknya meliputi:
- Penolakan pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR)
- Sulit mendapatkan pinjaman modal usaha
- Bunga pinjaman lebih tinggi
- Penurunan kepercayaan dari lembaga keuangan
Dengan kata lain, kebiasaan menunda pembayaran paylater bisa menjadi “jebakan finansial” yang baru terasa efeknya di masa depan.
Data Terbaru: Paylater Tumbuh Pesat di 2026
Berdasarkan data resmi OJK, tren penggunaan paylater terus menunjukkan lonjakan signifikan.
Pada Januari 2026:
- Pembiayaan BNPL tumbuh 71,13% secara tahunan (YoY)
- Nilai mencapai Rp12,18 triliun
Sementara itu, pada Desember 2025:
- Pertumbuhan mencapai 75,05% YoY
- Total nilai menyentuh Rp11,94 triliun
Meski pertumbuhan tinggi, rasio pembiayaan bermasalah (Non-Performing Financing/NPF) tetap terjaga di angka 2,77%. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas pengguna masih mampu mengelola pembayaran, meskipun risiko tetap ada.
Mengapa Paylater Jadi Pisau Bermata Dua?
Di satu sisi, paylater membantu:
- Mengatur cash flow
- Memenuhi kebutuhan mendesak
- Mempermudah transaksi digital
Namun di sisi lain, tanpa kontrol yang baik, layanan ini bisa:
- Memicu konsumsi berlebihan
- Meningkatkan utang tersembunyi
- Merusak skor kredit
Karena itu, penggunaan paylater harus diiringi dengan literasi keuangan yang memadai.
Tips Menggunakan Paylater Agar Aman dan Terkontrol
Agar tidak terjebak dalam masalah keuangan, berikut strategi cerdas yang direkomendasikan:
1. Pilih Layanan Resmi dan Terdaftar
Gunakan hanya platform paylater yang diawasi oleh OJK untuk menjamin keamanan data dan transparansi.
2. Prioritaskan Kebutuhan, Bukan Keinginan
Fokus pada kebutuhan penting seperti kesehatan, pendidikan, atau kebutuhan mendesak.
3. Hindari Gali Lubang Tutup Lubang
Jangan gunakan paylater untuk menutup utang lain karena dapat memperparah kondisi finansial.
4. Sesuaikan dengan Kemampuan Finansial
Hitung total cicilan bulanan agar tidak melebihi kapasitas penghasilan.
5. Pahami Semua Biaya
Perhatikan bunga, tenor, dan denda keterlambatan sebelum menyetujui transaksi.
6. Disiplin Membayar Tepat Waktu
Kunci utama menjaga skor kredit tetap sehat terletak pada kedisiplinan pembayaran.
Strategi Agar Skor Kredit Tetap Tinggi
Selain mengelola paylater, Anda juga perlu menjaga kesehatan finansial secara keseluruhan:
- Gunakan kredit secara bijak
- Hindari keterlambatan sekecil apa pun
- Cek riwayat kredit secara berkala di SLIK OJK
- Batasi jumlah pinjaman aktif
Langkah-langkah ini akan membantu meningkatkan peluang mendapatkan persetujuan kredit di masa depan.
FAQ Seputar Paylater dan SLIK OJK
Apakah paylater pasti tercatat di SLIK OJK?
Ya, sebagian besar layanan paylater resmi yang bekerja sama dengan lembaga pembiayaan akan tercatat dalam SLIK OJK.
Berapa lama catatan buruk bertahan di SLIK?
Catatan kredit dapat tersimpan dalam jangka waktu cukup lama, tergantung kebijakan lembaga keuangan dan status pelunasan.
Apakah telat bayar sekali langsung berdampak besar?
Satu kali keterlambatan sudah dapat memengaruhi penilaian kredit, terutama jika terjadi berulang.
Bagaimana cara memperbaiki skor kredit?
Bayar seluruh kewajiban tepat waktu, lunasi tunggakan, dan hindari menambah utang baru.
Apakah paylater aman digunakan?
Aman jika digunakan secara bijak, terkontrol, dan sesuai kemampuan finansial.
Kesimpulan: Bijak Gunakan Paylater, Jaga Masa Depan Finansial
Paylater memang menawarkan kemudahan, tetapi juga menyimpan risiko yang tidak bisa dianggap remeh. Setiap transaksi dan keterlambatan pembayaran tercatat dalam SLIK OJK, yang berperan besar dalam menentukan masa depan finansial Anda.
Dengan disiplin, perencanaan matang, dan pemahaman yang baik, Anda tetap bisa memanfaatkan paylater tanpa mengorbankan skor kredit. Ingat, keputusan kecil hari ini bisa berdampak besar di masa depan.(*)









