SUNGAIPENUH,JS- Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Sungai Penuh resmi memasuki babak baru setelah pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) dan Dewan Pertimbangan periode 2026–2031 pada Sabtu (25/7/2026). Momentum tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat organisasi profesi perawat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kota Sungai Penuh.
Pelantikan berlangsung dengan suasana khidmat dan mendapat perhatian berbagai unsur pemerintah daerah. Kehadiran para pemangku kepentingan menunjukkan bahwa sektor kesehatan tetap menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.
Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, S.H., hadir secara langsung bersama Ketua TP PKK Kota Sungai Penuh, Sri Kartini Alfin, S.Kep., Ns. Kehadiran keduanya menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap organisasi profesi yang memiliki peran penting dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
Ns. Elva Susanti Pimpin DPD PPNI Kota Sungai Penuh Periode 2026–2031
Dalam susunan kepengurusan yang baru, Ns. Elva Susanti, S.Kep. menerima amanah sebagai Ketua DPD PPNI Kota Sungai Penuh periode 2026–2031.
Sementara itu, Sri Kartini Alfin, S.Kep., Ns. dipercaya memimpin Dewan Pertimbangan PPNI Kota Sungai Penuh bersama jajaran pengurus lainnya.
Kepengurusan baru diharapkan mampu menghadirkan berbagai program yang mendorong peningkatan kompetensi anggota, memperkuat etika profesi, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ketua PPNI Provinsi Jambi Pimpin Langsung Prosesi Pelantikan
Ketua PPNI Provinsi Jambi, Ns. Aliyardi, S.Kep., M.M., M.K.M., memimpin langsung prosesi pelantikan seluruh pengurus.
Sejumlah pejabat penting turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Ketua DPRD Kota Sungai Penuh Hutri Randa, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Alpian, para kepala puskesmas, tokoh masyarakat, serta berbagai tamu undangan.
Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan komitmen bersama dalam memperkuat pelayanan kesehatan daerah melalui sinergi lintas sektor.
Wali Kota Alfin Tekankan Profesionalisme Perawat
Dalam sambutannya, Wali Kota Alfin menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru menerima amanah.
Menurutnya, kepengurusan baru harus mampu menjalankan organisasi secara profesional, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
“Selamat kepada seluruh pengurus DPD dan Dewan Pertimbangan PPNI Kota Sungai Penuh yang telah dilantik. Semoga amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan baik serta mampu membawa PPNI semakin maju dan memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kota Sungai Penuh,” ujar Alfin.
Ia juga mengajak seluruh pengurus untuk membangun organisasi yang solid sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi anggota maupun masyarakat luas.
Kompetensi Perawat Menjadi Kunci Layanan Kesehatan Berkualitas
Wali Kota Alfin menilai bahwa kualitas pelayanan kesehatan sangat bergantung pada kompetensi tenaga kesehatan, terutama perawat yang menjadi garda terdepan saat memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Karena itu, ia mendorong seluruh anggota PPNI untuk terus meningkatkan kemampuan melalui pendidikan berkelanjutan, pelatihan profesional, seminar ilmiah, hingga pembaruan ilmu pengetahuan.
Perkembangan teknologi kesehatan berlangsung sangat cepat. Oleh sebab itu, tenaga keperawatan perlu menyesuaikan kemampuan agar mampu memberikan pelayanan yang aman, efektif, dan sesuai standar profesi.
Selain meningkatkan keterampilan klinis, perawat juga perlu memperkuat kemampuan komunikasi, pelayanan berbasis empati, serta pemanfaatan teknologi digital dalam dunia kesehatan.
Sinergi Pemerintah dan PPNI Harus Semakin Kuat
Alfin menegaskan bahwa pemerintah daerah membutuhkan dukungan seluruh organisasi profesi kesehatan untuk mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas.
Kolaborasi yang baik akan mempercepat berbagai program kesehatan mulai dari pelayanan dasar, promosi kesehatan, pencegahan penyakit, hingga peningkatan kualitas rumah sakit dan puskesmas.
Menurutnya, sinergi tersebut juga akan memperkuat upaya pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kota Sungai Penuh.
Karena itu, komunikasi antara pemerintah daerah dengan PPNI perlu terus berjalan secara aktif sehingga setiap program kesehatan dapat terlaksana secara optimal.
PPNI Memiliki Peran Strategis dalam Transformasi Layanan Kesehatan
Dalam beberapa tahun terakhir, transformasi sistem kesehatan nasional menempatkan tenaga kesehatan sebagai faktor utama keberhasilan pelayanan.
Perawat tidak hanya menjalankan pelayanan klinis, tetapi juga berperan dalam edukasi kesehatan, pencegahan penyakit, rehabilitasi pasien, hingga pemberdayaan masyarakat.
Melalui organisasi profesi, para perawat memperoleh ruang untuk meningkatkan kompetensi, memperkuat etika profesi, serta menjaga standar pelayanan sesuai perkembangan ilmu kesehatan modern.
Karena itu, kepengurusan baru PPNI Kota Sungai Penuh memiliki tanggung jawab besar dalam meningkatkan kualitas organisasi sekaligus memperkuat kontribusi terhadap pembangunan kesehatan daerah.
Tantangan Dunia Keperawatan Terus Berkembang
Perubahan pola penyakit, meningkatnya penggunaan teknologi digital kesehatan, hingga tuntutan pelayanan yang semakin cepat menjadi tantangan baru bagi profesi perawat.
Selain kemampuan teknis, tenaga keperawatan juga dituntut mampu memberikan pelayanan yang humanis, komunikatif, dan responsif terhadap kebutuhan pasien.
Harapan Besar untuk Pelayanan Kesehatan Kota Sungai Penuh
Pelantikan pengurus DPD dan Dewan Pertimbangan PPNI periode 2026–2031 membawa harapan baru bagi peningkatan pelayanan kesehatan di Kota Sungai Penuh.
Pemerintah daerah berharap organisasi profesi ini terus menjadi mitra strategis dalam menciptakan tenaga kesehatan yang profesional, kompeten, dan berintegritas.
Dengan kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah, tenaga kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat, kualitas layanan kesehatan di Kota Sungai Penuh diyakini akan terus meningkat.
Ke depan, kepengurusan baru PPNI diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi yang mendukung pelayanan kesehatan modern, memperkuat kapasitas perawat, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan daerah.(*)










