Pikiran Tetap Tajam Hingga Usia Senja, Hindari Kebiasaan ini

- Jurnalis

Rabu, 10 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Pikiran Tajam Hingga Usia Senja

Ilustrasi Pikiran Tajam Hingga Usia Senja

JAKARTA,JS – Banyak orang percaya menurunnya ketajaman pikiran tidak bisa dihindari. Namun, psikologi modern menunjukkan hal berbeda. Kebiasaan sehari-hari memengaruhi kesehatan otak secara signifikan.

Bahkan, studi pada lansia yang tetap aktif secara mental hingga usia 80-an dan 90-an menemukan pola menarik. Mereka melakukan hal-hal tertentu untuk menjaga otak tetap optimal, dan berhenti melakukan kebiasaan yang mempercepat penuaan kognitif.

Berikut tujuh kebiasaan yang ditinggalkan lansia yang tetap tajam:

  1. Mengisolasi diri
    Alih-alih menghabiskan waktu sendirian, lansia aktif tetap berinteraksi dengan orang lain. Mereka terlibat dalam komunitas dan percakapan, sehingga otak mendapat stimulasi alami. Hal ini tidak bisa digantikan TV atau ponsel.

  2. Memaksakan diri menjadi ‘serba tahu’
    Sebaliknya, mereka kembali menjadi pembelajar. Mereka belajar hal baru, teknologi, atau hobi asing untuk menjaga fleksibilitas mental. Dengan begitu, otak tetap lentur.

  3. Mengabaikan kualitas tidur
    Kurang tidur mempercepat penurunan memori dan fokus. Oleh karena itu, lansia yang tajam tidur teratur dan menghindari begadang. Langkah ini memperkuat memori dan kemampuan mengambil keputusan.

  4. Terjebak dalam pola pikir negatif
    Khawatir atau menyesali masa lalu menimbulkan stres kronis yang merusak hippocampus. Sebagai gantinya, mereka fokus pada aktivitas bermakna dan melatih mindfulness.

  5. Meremehkan aktivitas fisik
    Duduk lama melemahkan otak. Dengan demikian, lansia berjalan, berkebun, atau melakukan senam ringan untuk meningkatkan aliran darah dan merangsang pertumbuhan sel saraf.

  6. Mengonsumsi informasi secara pasif
    Scrolling atau menonton TV terus-menerus membuat otak bekerja setengah hati. Oleh karena itu, lansia menulis, berdiskusi, memecahkan teka-teki, dan mengelola proyek kecil agar otak tetap aktif.

  7. Mengabaikan kesehatan emosi
    Menekan emosi menimbulkan stres yang merusak fungsi otak. Sebaliknya, mereka terbuka terhadap perasaan, bercerita, berkonsultasi, atau mengekspresikan diri melalui seni.(AN)

Baca Juga :  Waspada, Super Flu Virus Influenza Sudah Masuk Indonesia

Berita Terkait

TPG Guru Non-ASN 4 Bulan Belum Cair,PGRI Tegas: Jangan Korbankan Hak Guru!
Telat Lapor SPT Tahunan? Ini Denda Pajak Pengusaha, Batas Waktu, dan Risiko yang Perlu Diketahui
Tertarik Menjadi Agen Perlinsos? Ini Syarat, Tugas, dan Manfaatnya bagi Warga
Banjir Terjang Pesisir Selatan, 115 Rumah Terendam, 1 Rumah Hanyut dan 50 Warga Dievakuasi
Intip, Harga Pindad Maung Garuda Mobil Dinas Menteri 2026, Tembus Rp1 Miliar? Ini Spesifikasi dan Fitur Keamanannya
Ssst!, Ada Kabar Baik Bagi Guru Non-ASN dan Guru PPPK Paruh Waktu pada 2027
Jangan Salah Segini Estimasi Gaji Manager hingga Pengurus Kopdes Merah Putih
PPh 21 2027: Gaji di Bawah Rp10 Juta Bebas Pajak, Ini Syaratnya
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 08:31 WIB

TPG Guru Non-ASN 4 Bulan Belum Cair,PGRI Tegas: Jangan Korbankan Hak Guru!

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:01 WIB

Telat Lapor SPT Tahunan? Ini Denda Pajak Pengusaha, Batas Waktu, dan Risiko yang Perlu Diketahui

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tertarik Menjadi Agen Perlinsos? Ini Syarat, Tugas, dan Manfaatnya bagi Warga

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Banjir Terjang Pesisir Selatan, 115 Rumah Terendam, 1 Rumah Hanyut dan 50 Warga Dievakuasi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:01 WIB

Intip, Harga Pindad Maung Garuda Mobil Dinas Menteri 2026, Tembus Rp1 Miliar? Ini Spesifikasi dan Fitur Keamanannya

Berita Terbaru