JAKARTA,JS– Menjelang akhir tahun, Presiden Prabowo Subianto membuat kebijakan baru di sektor pendidikan. Melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025, pemerintah menambahkan guru negeri dan swasta sebagai penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebelumnya, program ini hanya menargetkan siswa, ibu hamil, balita, dan kelompok rentan.
Komitmen Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan
Kebijakan ini menunjukkan komitmen pemerintah memperkuat ketahanan pangan seluruh lapisan masyarakat. Menurut Nanik Sudaryati Deyang, Wakil Kepala BGN Bidang Investigasi dan Komunikasi Publik, “Presiden menginstruksikan agar tidak ada masyarakat yang kesulitan makan setiap hari, termasuk guru honorer, ustadz pesantren, serta kader PKK dan posyandu.”
Guru Kini Mendapat Manfaat Langsung
Sebelumnya, guru hanya membagikan makanan di sekolah. Sekarang, mereka juga menerima manfaat MBG secara langsung. Langkah ini mengakui peran guru dan diharapkan meningkatkan produktivitas serta kualitas pembelajaran.
Siapa Saja yang Termasuk Penerima Baru?
Selain guru, program ini juga menargetkan:
-
Ustadz dan pengajar pesantren
-
Tenaga honorer sekolah
-
Guru swasta dari berbagai jenjang
-
Santri pesantren salaf non-Kemenag
-
Kader posyandu dan PKK
Dampak Positif dan Kritik
Perluasan MBG memicu tanggapan positif dan kritik.
Dampak Positif: Guru honorer dengan penghasilan rendah bisa menghemat biaya makan harian. Dengan demikian, mereka dapat bekerja lebih produktif tanpa terbebani kebutuhan dasar.
Kritik: Namun, beberapa analis menilai bantuan konsumsi tidak menyelesaikan masalah struktural guru, seperti gaji rendah, kepastian status, dan perlindungan kerja. DPR juga menyoroti persoalan PPPK paruh waktu yang belum terselesaikan.
Tantangan dan Keberlanjutan Program
Perpres 115/2025 menetapkan MBG sebagai proyek jangka panjang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia. Meski begitu, pemerintah harus memastikan:
-
Anggaran cukup untuk menjalankan program
-
Distribusi makanan berjalan lancar di seluruh daerah
-
Sekolah, pesantren, dan posyandu bekerja sama secara efektif
-
Penerima manfaat tepat sasaran
Kesimpulan: MBG sebagai Dukungan Tambahan
Jika pemerintah menjalankan program dengan baik, MBG bisa menjadi model dukungan berbasis gizi bagi tenaga kerja publik. Namun, pemerintah tetap harus memprioritaskan reformasi ketenagakerjaan guru agar kesejahteraan mereka meningkat secara menyeluruh.(AN)









