Proyek Normalisasi Sungai Batang Merao Jadi Sorotan

PT Wika Dituntut Bertanggung Jawab

- Jurnalis

Minggu, 4 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Proyek normalisasi Sungai Batang Merao Sungai Penuh Jadi sorotan

Proyek normalisasi Sungai Batang Merao Sungai Penuh Jadi sorotan

SUNGAIPENUH,JS– Proyek normalisasi Sungai Batang Merao, yang sebelumnya dijanjikan sebagai solusi banjir bagi warga Kota Sungai Penuh, kini menuai kritik tajam. PT Wijaya Karya (Wika), selaku pelaksana proyek, dinilai gagal menjalankan tanggung jawabnya dengan baik, terutama di wilayah Desa Paling Serumpun, Kecamatan Hamparan Rawang.

Kondisi Sungai Pasca-Normalisasi yang Mengecewakan

Baca Juga :  Safari Jumat, Wako Sungai Penuh Tekankan Soal Kebersihan

Setelah normalisasi dilakukan, kondisi sungai jauh dari harapan warga. Sebagian besar tebing sungai masih dipenuhi semak belukar yang tidak dibersihkan, padahal warga berharap sungai dapat mengalir lancar tanpa halangan. Pekerjaan ini menunjukkan ketidakrapian yang jelas dan memicu kekecewaan. Warga setempat merasa bahwa kondisi sungai justru semakin buruk, bukannya membaik.

Lemahnya Pengawasan dan Kinerja Vendor

Kekecewaan masyarakat diduga berasal dari lemahnya pengawasan terhadap sub-kontraktor atau vendor yang mengerjakan proyek tersebut. Dua vendor, Johan dan Liong, yang bernaung di bawah PT Wika, mendapat sorotan tajam. Masyarakat menilai kinerja mereka bermasalah dan tidak sesuai dengan standar yang diharapkan. Keadaan ini semakin diperburuk oleh kurangnya transparansi dalam pelaksanaan pekerjaan.

Baca Juga :  Pemkot Sungai Penuh Fokus Optimalisasi Pajak dan Retribusi

Tuntutan Warga Agar Pembayaran Ditunda

Warga setempat tidak tinggal diam. Mereka mendesak Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI Jambi untuk bertindak tegas dengan menunda pembayaran kepada PT Wika, terutama untuk bagian pekerjaan yang dikelola oleh vendor Johan dan Liong. Warga khawatir, jika proyek ini terus dibiarkan tanpa tindakan tegas, maka proyek ini hanya akan membuang-buang uang negara.

Salah satu tokoh masyarakat menegaskan, “Kami minta BWSS VI Jambi untuk menunda pembayaran hingga PT Wika dan vendor mereka memperbaiki pekerjaan yang masih sangat jauh dari standar yang diharapkan. Kinerja mereka saat ini sangat mengecewakan.”

Dampak Negatif Jika Tidak Dibersihkan dengan Benar

Jika tebing sungai tidak dibersihkan dengan serius, warga khawatir sedimen dan sampah akan cepat menumpuk kembali. Akibatnya, tujuan utama normalisasi—yaitu mencegah banjir dan luapan air Sungai Batang Merao—akan sia-sia. Warga percaya bahwa jika proyek ini tidak ditangani dengan tepat, maka masalah banjir di kota ini akan terus berlanjut.

PT Wika Belum Memberikan Tanggapan Resmi

Hingga saat ini, PT Wika dan kedua vendor yang bertanggung jawab, Johan dan Liong, belum memberikan pernyataan resmi terkait keluhan masyarakat dan tuntutan penghentian pembayaran. Masyarakat Kota Sungai Penuh kini menunggu langkah nyata dari pihak pengawas proyek agar uang negara yang telah dikeluarkan tidak terbuang sia-sia.(AN)

Berita Terkait

Semarak HUT RI ke-81, Wali Kota Alfin Lepas Ribuan Peserta Pawai di Sungai Penuh
274 Warga Binaan Lapas Muara Bungo Terima Remisi HUT RI ke-81, 8 Orang Langsung Bebas
Resepsi HUT ke-81 RI di Sungai Penuh Berlangsung Khidmat, Wali Kota Alfin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan
HUT RI ke-81 di Sungai Penuh Ditutup Khidmat, Paskibraka Tunjukkan Disiplin dan Nasionalisme
Wali Kota Alfin Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Sungai Penuh, Serukan Persatuan dan Gotong Royong
Khidmat! Wali Kota Alfin Pimpin Penjemputan Duplikat Sang Saka Merah Putih di Sungai Penuh
Pemutihan Pajak Kendaraan Jambi 2026 Dimulai 18 Agustus, Tunggakan Bertahun-tahun Cukup Bayar 1 Tahun
HUT ke-81 RI Makin Semarak, TP PKK Sungai Penuh Gelar Lomba Seru dan Sri Kartini Alfin Dorong Jadi Agenda Tahunan
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:32 WIB

Semarak HUT RI ke-81, Wali Kota Alfin Lepas Ribuan Peserta Pawai di Sungai Penuh

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:01 WIB

274 Warga Binaan Lapas Muara Bungo Terima Remisi HUT RI ke-81, 8 Orang Langsung Bebas

Selasa, 18 Agustus 2026 - 05:30 WIB

Resepsi HUT ke-81 RI di Sungai Penuh Berlangsung Khidmat, Wali Kota Alfin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:01 WIB

HUT RI ke-81 di Sungai Penuh Ditutup Khidmat, Paskibraka Tunjukkan Disiplin dan Nasionalisme

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:49 WIB

Wali Kota Alfin Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Sungai Penuh, Serukan Persatuan dan Gotong Royong

Berita Terbaru