JAKARTA, JS –Nilai tukar rupiah terhadap ringgit Malaysia menembus level terendah sepanjang sejarah.
Berdasarkan data RTI Business pukul 09.31 WIB, rupiah melemah 0,52% atau 21 poin ke Rp4.047 per ringgit. Dalam tiga tahun terakhir, rupiah terdepresiasi 23,24% dan dalam sepekan turun 2,30%. Bahkan, dalam 24 jam terakhir, rupiah sempat mencapai Rp4.050 per ringgit.
Sementara itu, ringgit Malaysia menjadi mata uang terkuat di Asia terhadap dolar AS, menguat 0,33% menjadi 4,12 ringgit per dolar AS. Rupiah turun 0,11% ke level Rp16.713 per dolar AS. Ahli strategi valas OCBC, Christopher Wong, menjelaskan bahwa penguatan ringgit muncul dari kombinasi fundamental domestik yang kuat dan kondisi eksternal yang menguntungkan, terutama pelemahan dolar AS. Faktor domestik yang mendorong penguatan meliputi arus masuk investasi asing langsung (FDI), surplus transaksi berjalan, dan konsolidasi fiskal Malaysia yang meyakinkan investor.
Kepala riset valas Maybank, Saktiandi Supaat, menambahkan penguatan ringgit juga didukung arus masuk obligasi yang solid, pertumbuhan ekonomi 5,2% pada kuartal III, dan stabilitas kebijakan bank sentral.
Ia menekankan investor kini menilai ringgit sebagai aset menarik dengan imbal hasil tinggi di tengah pelemahan dolar AS.(AN)









