JAKARTA,JS – Kemenyan, Warisan Lokal yang Bernilai Tinggi
Kemenyan merupakan getah aromatik dari pohon Boswellia dan Styrax. Manusia telah memanfaatkannya sejak zaman kuno. Awalnya, kemenyan dipakai untuk ritual keagamaan dan pengobatan tradisional. Kini, kemenyan juga menjadi bahan penting dalam parfum dan aromaterapi.
Di Indonesia, kemenyan berasal dari pohon Styrax benzoin dan Styrax paralleloneurus. Pohon ini tumbuh di Sumatra Utara, terutama di wilayah Tapanuli, Humbang Hasundutan, dan Dairi. Masyarakat setempat mengumpulkan getah untuk kebutuhan lokal dan perdagangan.
Pedagang dari India, Arab, dan Tiongkok membawa kemenyan ke Nusantara melalui jalur maritim kuno seperti Incense Road. Di Sumatra, terutama di Barus, kemenyan sudah menjadi komoditas ekspor sejak abad ke-5 Masehi. Nilainya sempat lebih tinggi daripada emas.
Masyarakat Indonesia memanfaatkan kemenyan dalam budaya Batak dan berbagai upacara adat. Saat ini, industri parfum global menggunakan kemenyan sebagai bahan baku utama. Selain itu, aromaterapi modern memanfaatkan kemenyan untuk relaksasi dan kesehatan.
Sejarah panjang dan nilai budaya tinggi membuat kemenyan menjadi produk lokal yang menembus pasar dunia sekaligus mempertahankan makna tradisionalnya.(AN)









