Soal Harga LPG 3 Kg Mahal, Disperindagkop Turun Lapangan

- Jurnalis

Minggu, 25 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi LPG 3 Kg

Ilustrasi LPG 3 Kg

TEBO,JS – Menindaklanjuti keluhan masyarakat soal mahal dan langkanya gas LPG subsidi 3 kilogram, Pemerintah Kabupaten Tebo langsung bergerak. Melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM), pemerintah daerah melakukan pemantauan langsung ke lapangan.

Kepala Disperindagkop UKM Kabupaten Tebo, Mardiansyah, bersama tim bidang perdagangan mendatangi sejumlah pangkalan LPG dan toko pengecer. Dari hasil pemantauan tersebut, tim menemukan harga LPG 3 Kg di tingkat pengecer melampaui ketentuan.

“Kami turun langsung ke lapangan dan menemukan harga LPG 3 Kg di pengecer sudah melebihi batas yang seharusnya,” ujar Mardiansyah kepada wartawan.

Baca Juga :  Kreativitas di Tengah Krisis Anggaran: Koni hingga Pramuka Tebo

Selain memantau lapangan, Disperindagkop UKM Kabupaten Tebo memanggil lima agen LPG yang beroperasi di wilayah tersebut. Dalam pertemuan itu, Mardiansyah menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap seluruh pangkalan yang berada di bawah tanggung jawab agen.

“Kami meminta agen benar-benar mengawasi pangkalan. Agen harus memastikan LPG subsidi tidak dijual di atas HET dan tepat sasaran,” tegasnya.

Pemda Tetapkan HET LPG 3 Kg

Baca Juga :  Harga Tembus Rp40 Ribu, LPG 3 Kg Mulai Langka di Tebo

Lebih lanjut, Mardiansyah menjelaskan bahwa pemerintah daerah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 Kg di Kabupaten Tebo. Untuk wilayah yang relatif jauh, pemerintah menetapkan HET pangkalan sebesar Rp20 ribu per tabung. Sementara itu, pemerintah menetapkan HET Rp19 ribu per tabung untuk wilayah perkotaan.

“Kami sudah menyampaikan kebijakan HET ini secara resmi kepada agen sejak 18 Desember 2025. Karena itu, pangkalan wajib menjual LPG sesuai harga tersebut,” jelasnya.

“Kami akan terus melakukan pengawasan. Setiap pelanggaran akan kami tindak sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.

Pedagang Kesulitan Dapat Gas

Baca Juga :  Final Gubernur Cup Jambi Gratis, Merangin vs Kota Jambi

Sementara itu, pelaku usaha kecil merasakan langsung dampak kelangkaan LPG 3 Kg. Salfandre, pedagang di Kecamatan Tebo Tengah, mengaku sudah beberapa pekan kesulitan mendapatkan gas melon.

Menurut Salfandre, pangkalan sering kehabisan stok. Saat gas tersedia, pedagang harus membayar Rp25 ribu hingga Rp28 ribu per tabung. Bahkan, pengecer menjual LPG 3 Kg hingga Rp35 ribu per tabung.

“Warung menjual sampai Rp35 ribu. Pangkalan sering kosong. Kami keliling mencari gas, meski jauh dan mahal, karena usaha tetap harus jalan,” keluh Salfandre.(TIM)

Berita Terkait

Bimtek BPD Sungai Penuh Sesuai Prosedur? Benarkah, Publik Terus Pertanyakan Dasar Anggarannya
Kabut Asap Sungai Penuh dan Kerinci Makin Pekat, Kesehatan Masyrakat Terancam
Kabut Asap Sarolangun Makin Pekat, ISPU Tembus 203,5 dan Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
Dihadiri Wawako Azhar, Ini Pesan Sri Kartini Alfin bagi Orang Tua di Kelas Parenting
Kabut Asap Jambi Ganggu 9 Penerbangan di Bandara Sultan Thaha, Pesawat Dialihkan ke Palembang
Absensi Digital Jadi Acuan Evaluasi ASN Sungai Penuh, BKPSDM Pantau Kedisiplinan PNS dan PPPK
Mulai November 2026, Guru PPPK Paruh Waktu di Jambi Dapat Insentif Rp500 Ribu, Ini Rincian Gajinya
Jalan Lubuk Suli–Kubang Empat Tahun Rusak, Pemuda Sempat Tanami Pisang di Tengah Jalan
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Bimtek BPD Sungai Penuh Sesuai Prosedur? Benarkah, Publik Terus Pertanyakan Dasar Anggarannya

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:30 WIB

Kabut Asap Sungai Penuh dan Kerinci Makin Pekat, Kesehatan Masyrakat Terancam

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Kabut Asap Sarolangun Makin Pekat, ISPU Tembus 203,5 dan Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Dihadiri Wawako Azhar, Ini Pesan Sri Kartini Alfin bagi Orang Tua di Kelas Parenting

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Kabut Asap Jambi Ganggu 9 Penerbangan di Bandara Sultan Thaha, Pesawat Dialihkan ke Palembang

Berita Terbaru