OTOMOTIF,JS- Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa hampir seluruh mobil di Indonesia menggunakan setir kanan? Padahal, jika melihat film-film asal Amerika Serikat atau sebagian besar negara Eropa, posisi setir justru berada di sebelah kiri.
Perbedaan tersebut bukan sekadar keputusan produsen otomotif. Sistem kemudi sebuah negara lahir dari perjalanan sejarah yang panjang, dipengaruhi budaya, kolonialisme, perkembangan transportasi, hingga pertimbangan keselamatan berkendara.
Hingga saat ini Indonesia tetap mempertahankan sistem right hand drive (RHD) atau setir kanan yang berjalan di lajur kiri. Sementara banyak negara lain menggunakan left hand drive (LHD) dengan kendaraan melaju di sisi kanan jalan.
Lalu, apa sebenarnya alasan Indonesia menggunakan setir kanan? Berikut ulasan lengkapnya.
Sejarah Setir Kanan di Indonesia Berawal dari Masa Kolonial
Awal mula penggunaan setir kanan di Indonesia tidak bisa dipisahkan dari sejarah kolonial.
Saat kendaraan bermotor mulai masuk ke Nusantara pada awal abad ke-20, Belanda membawa mobil-mobil dengan konfigurasi setir kanan. Sistem tersebut kemudian menjadi standar dalam penggunaan kendaraan di Hindia Belanda.
Seiring berkembangnya transportasi darat, masyarakat mulai terbiasa menggunakan kendaraan yang melaju di sisi kiri jalan dengan posisi pengemudi berada di sebelah kanan.
Menariknya, Belanda saat ini justru menggunakan setir kiri.
Perubahan tersebut terjadi setelah Prancis di bawah kepemimpinan Napoleon Bonaparte memperluas pengaruhnya ke berbagai wilayah Eropa. Pemerintah Belanda kemudian mengikuti sistem lalu lintas yang berkembang di kawasan Eropa daratan, yakni kendaraan berjalan di sisi kanan jalan dengan posisi setir di sebelah kiri.
Namun perubahan itu tidak pernah diterapkan di wilayah jajahannya, termasuk Indonesia. Akibatnya, Indonesia tetap mempertahankan sistem setir kanan hingga sekarang.
Jepang Semakin Menguatkan Penggunaan Setir Kanan
Perubahan kekuasaan dari Belanda ke Jepang ternyata tidak mengubah sistem lalu lintas di Indonesia.
Sebaliknya, Jepang justru mempertahankan penggunaan kendaraan setir kanan karena negaranya juga menerapkan sistem serupa.
Situasi tersebut membuat masyarakat Indonesia semakin terbiasa mengemudikan kendaraan dengan posisi setir di sebelah kanan.
Setelah Indonesia merdeka, pemerintah juga tidak melihat alasan mendesak untuk mengganti sistem yang sudah berjalan.
Selain itu, industri otomotif Jepang berkembang sangat pesat sejak dekade 1970-an.
Merek-merek seperti Toyota, Honda, Mitsubishi, Suzuki, Nissan, Daihatsu hingga Isuzu mulai mendominasi pasar otomotif Indonesia. Seluruh kendaraan yang diproduksi khusus untuk pasar domestik menggunakan konfigurasi setir kanan.
Kondisi tersebut semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai negara pengguna right hand drive.
Akar Sejarahnya Bahkan Berasal dari Eropa Abad Pertengahan
Jika ditelusuri lebih jauh, kebiasaan menggunakan jalur kiri ternyata sudah muncul sejak ratusan tahun lalu.
Pada masa Kekaisaran Romawi hingga Abad Pertengahan, sebagian besar orang berjalan atau menunggang kuda di sisi kiri jalan.
Mayoritas masyarakat menggunakan tangan kanan sebagai tangan dominan.
Karena itu mereka memilih berada di sisi kiri agar tangan kanan tetap bebas ketika harus mempertahankan diri atau memberi salam kepada orang yang datang dari arah berlawanan.
Kebiasaan tersebut terus berkembang ketika kereta kuda mulai digunakan sebagai alat transportasi utama.
Saat kendaraan bermotor ditemukan, beberapa negara tetap mempertahankan sistem lama tersebut sehingga lahirlah kendaraan dengan posisi setir di sebelah kanan.
Inggris menjadi salah satu negara yang konsisten menjalankan sistem ini hingga sekarang.
Melalui pengaruh kolonialnya, Inggris juga membawa sistem setir kanan ke berbagai negara seperti Australia, India, Malaysia, Singapura, Selandia Baru, hingga beberapa negara di Afrika.
Indonesia Mengikuti Sistem Lalu Lintas Sebelah Kiri
Indonesia bukan satu-satunya negara yang menggunakan setir kanan.
Beberapa negara lain juga menerapkan sistem serupa, antara lain:
- Jepang
- Malaysia
- Singapura
- Thailand
- Brunei Darussalam
- Australia
- Selandia Baru
- Inggris
- India
- Afrika Selatan
Semua negara tersebut mengharuskan kendaraan berjalan di lajur kiri.
Konsep ini membuat posisi pengemudi berada lebih dekat dengan garis tengah jalan sehingga pandangan terhadap kendaraan dari arah berlawanan menjadi lebih jelas.
Infrastruktur Indonesia Sudah Dirancang untuk Setir Kanan
Alasan lain yang membuat Indonesia tetap mempertahankan sistem setir kanan adalah faktor infrastruktur.
Selama puluhan tahun, pemerintah membangun seluruh fasilitas transportasi berdasarkan pola lalu lintas sebelah kiri.
Mulai dari desain jalan nasional, jalan tol, persimpangan, bundaran, marka jalan, posisi lampu lalu lintas hingga lokasi pintu gerbang tol telah mengikuti sistem tersebut.
Jika pemerintah mengganti arah lalu lintas menjadi seperti Amerika Serikat atau sebagian besar negara Eropa, maka seluruh infrastruktur harus mengalami perubahan besar.
Biaya yang dibutuhkan tentu sangat besar.
Selain itu, pemerintah juga harus mengubah aturan berkendara, sistem pendidikan mengemudi, desain kendaraan, hingga kebiasaan jutaan pengguna jalan.
Karena itu mempertahankan sistem yang sudah berjalan jauh lebih efisien dibanding melakukan perubahan total.
Aturan Impor Mobil Setir Kiri
Pemerintah Indonesia juga menerapkan pembatasan terhadap kendaraan setir kiri.
Langkah tersebut bertujuan menjaga konsistensi sistem lalu lintas nasional sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Mobil setir kiri memang masih bisa masuk ke Indonesia dalam kondisi tertentu, misalnya kendaraan diplomatik, koleksi khusus, atau melalui proses konversi sesuai ketentuan yang berlaku.
Namun kendaraan yang digunakan secara umum tetap harus memenuhi standar nasional, termasuk menggunakan konfigurasi setir kanan.
Mengapa Setir Kanan Lebih Aman di Indonesia?
Selain faktor sejarah, aspek keselamatan juga menjadi alasan utama.
Pada sistem lalu lintas kiri, posisi pengemudi berada di sisi kanan kendaraan.
Posisi ini memberikan beberapa keuntungan.
-
Pandangan Lebih Luas Saat Menyalip
Ketika ingin mendahului kendaraan lain, pengemudi dapat melihat kondisi jalur dari arah berlawanan dengan lebih jelas.
Risiko salah memperkirakan jarak kendaraan juga menjadi lebih kecil.
-
Memudahkan Membaca Kondisi Jalan
Indonesia memiliki banyak jalan dua arah dengan lebar terbatas.
Posisi setir kanan membantu pengemudi memperkirakan ruang yang tersedia ketika berpapasan dengan kendaraan besar seperti truk atau bus.
-
Mengurangi Risiko Kecelakaan
Visibilitas yang lebih baik membuat pengemudi lebih cepat mengambil keputusan ketika menghadapi situasi darurat.
Hal tersebut berkontribusi dalam mengurangi potensi kecelakaan lalu lintas.
Apa Jadinya Jika Indonesia Menggunakan Setir Kiri?
Perubahan sistem sebenarnya memungkinkan secara teori.
Namun dampaknya akan sangat besar.
Pemerintah harus mengganti jutaan kendaraan, memperbarui seluruh rambu lalu lintas, mengubah desain jalan, menyesuaikan gerbang tol, merevisi aturan lalu lintas, hingga melakukan edukasi nasional kepada masyarakat.
Biaya yang diperlukan bisa mencapai angka yang sangat besar dan membutuhkan waktu bertahun-tahun.
Risiko kecelakaan selama masa transisi juga akan meningkat karena masyarakat harus beradaptasi dengan kebiasaan baru.
Oleh sebab itu hampir tidak ada alasan yang cukup kuat untuk mengubah sistem yang selama ini berjalan dengan baik.
Perbedaan Negara Setir Kanan dan Setir Kiri
| Sistem | Posisi Setir | Kendaraan Berjalan |
| Right Hand Drive (RHD) | Sebelah kanan | Jalur kiri |
| Left Hand Drive (LHD) | Sebelah kiri | Jalur kanan |
Negara Pengguna Setir Kanan Terbanyak
Selain Indonesia, negara pengguna right hand drive meliputi:
- Jepang
- Inggris
- Australia
- Selandia Baru
- India
- Malaysia
- Singapura
- Thailand
- Brunei Darussalam
- Afrika Selatan
- Pakistan
- Bangladesh
- Sri Lanka
Sementara Amerika Serikat, Kanada, Jerman, Prancis, Belanda, Korea Selatan, China, hingga sebagian besar negara Eropa menggunakan left hand drive.
Mengapa Indonesia Tidak Pernah Beralih?
Ada beberapa alasan utama yang membuat Indonesia tetap mempertahankan sistem setir kanan.
- Warisan sejarah sejak masa kolonial.
- Pengaruh Jepang terhadap industri otomotif nasional.
- Infrastruktur yang telah disesuaikan dengan lalu lintas sebelah kiri.
- Faktor keselamatan berkendara.
- Efisiensi biaya.
- Konsistensi regulasi kendaraan nasional.
Seluruh faktor tersebut saling melengkapi sehingga sistem yang sudah berjalan selama lebih dari satu abad tetap dipertahankan hingga sekarang.
FAQ
Kenapa mobil di Indonesia menggunakan setir kanan?
Karena Indonesia menerapkan sistem lalu lintas sebelah kiri yang berasal dari sejarah kolonial, diperkuat pada masa pendudukan Jepang, serta dinilai lebih aman untuk kondisi jalan nasional.
Apa itu Right Hand Drive?
Right Hand Drive (RHD) merupakan sistem kendaraan dengan posisi setir berada di sebelah kanan dan kendaraan berjalan di sisi kiri jalan.
Negara apa saja yang memakai setir kanan?
Indonesia, Jepang, Malaysia, Singapura, Thailand, Australia, Inggris, India, Selandia Baru, Brunei Darussalam, Afrika Selatan, Pakistan, Bangladesh, dan Sri Lanka.
Apakah mobil setir kiri boleh digunakan di Indonesia?
Secara umum kendaraan yang digunakan di Indonesia harus mengikuti regulasi nasional, yaitu menggunakan sistem setir kanan, meskipun terdapat beberapa pengecualian sesuai aturan pemerintah.
Kesimpulan
Penggunaan setir kanan di Indonesia bukan sekadar tradisi, melainkan hasil perpaduan sejarah, perkembangan industri otomotif, regulasi pemerintah, dan pertimbangan keselamatan. Warisan dari masa kolonial Belanda yang kemudian diperkuat oleh pengaruh Jepang membentuk sistem lalu lintas yang masih digunakan hingga kini. Didukung oleh infrastruktur yang telah menyesuaikan selama puluhan tahun, sistem right hand drive tetap menjadi pilihan paling efisien dan aman bagi Indonesia. Dengan kondisi jalan yang beragam serta kepadatan lalu lintas yang tinggi, mempertahankan setir kanan menjadi keputusan yang logis sekaligus mendukung keselamatan pengguna jalan.(*)










