Target 2028, Cina Bangun Pulau Terapung Tahan Ledakan Nuklir

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 23 November 2025 - 02:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cina Klaim Bakal bangun Pulaui Terapung Tahan Nuklir

Cina Klaim Bakal bangun Pulaui Terapung Tahan Nuklir

INTERNASIONAL,JS- Cina terus mempercepat pembangunan pulau terapung buatan pertama di dunia yang tahan terhadap ledakan nuklir. Platform semi-submersible seberat 78.000 ton ini ditargetkan mulai beroperasi pada 2028.

Menurut NDTV, Cina menamai proyek ini All-Weather Deep Sea Resident Scientific Research Facility. Bobot benamannya setara dengan kapal induk Fujian. Lin Zhongqin, akademisi yang memimpin proyek, menyatakan bahwa timnya bekerja cepat agar desain dan konstruksi selesai tepat waktu.

Teknologi dan Ketahanan Ekstrem

Platform ini mampu menampung 238 personel selama empat bulan tanpa pasokan ulang. Dengan kecepatan jelajah 15 knot, fasilitas ini dapat melakukan operasi jangka panjang di wilayah laut yang masih bersengketa.

Para ilmuwan memasang panel metamaterial untuk menyerap tekanan ekstrem. Teknologi ini mengubah guncangan kuat menjadi tekanan ringan sehingga platform tetap aman dari efek ledakan nuklir.

Baca Juga :  IHSG Ditutup Melemah Hari Ini, Saham Komoditas Jadi Pemicu

Profesor Yang Deqing dari Universitas Shanghai Jiao Tong menjelaskan bahwa timnya merancang platform ini untuk ditempati dalam segala kondisi cuaca. Ia menekankan pentingnya perlindungan nuklir karena superstruktur platform menyimpan sistem vital seperti daya darurat, komunikasi, dan navigasi.

Platform ini berukuran panjang 138 meter, lebar 85 meter, dan tinggi 45 meter. Para insinyur menyebut bahwa struktur ini mampu menghadapi gelombang 6–9 meter dan topan kategori 17, tingkat tertinggi dalam skala siklon tropis Cina.

Universitas Shanghai Jiao Tong dan Perusahaan Pembuatan Kapal Negara Cina menandatangani kontrak pada Desember 2024 untuk mengunci desain akhir.

Fungsi Ilmiah dan Potensi Dual-Use

Berbeda dari kapal konvensional, platform ini dapat beroperasi terus menerus tanpa pasokan rutin. Lebih dari 100 peneliti dapat melakukan observasi laut dalam, menguji peralatan baru, dan mempelajari sumber daya dasar laut.

Baca Juga :  Hongkong Batalkan Pesta Kembang Api Tahun Baru 2026

Para peneliti menilai proyek ini mendukung strategi “ekonomi biru” Cina yang berfokus pada eksplorasi mineral dan energi laut dalam.

Cina kemungkinan akan mengoperasikan platform ini di Laut Cina Selatan, wilayah yang kaya sumber daya tetapi penuh sengketa. Meski pemerintah menyebutnya sebagai proyek sipil, tim desain tetap menggunakan standar militer GJB 1060.1-1991 untuk perlindungan nuklir. Hal ini membuka peluang penggunaan ganda.

Dengan ketahanan tinggi, kemampuan jelajah luas, dan dukungan operasi jangka panjang, platform ini memperkuat kehadiran Cina di laut lepas. Dampaknya akan semakin terasa setelah fasilitas ini mulai beroperasi pada 2028.(AN)

Berita Terkait

Harga BBM ASEAN Meledak! Global Oil Price Tembus $100, Indonesia Masih Termurah
Fakta Mengejutkan: Mobil Listrik Ternyata Bisa Bebani Listrik Nasional, Ini yang Terjadi di Sri Lanka
Harga BBM Singapura Tembus Rp55 Ribu per Liter, Ini Dampaknya Bagi Indonesia?
Migrasi Pekerja Meledak, Sindikat Scam Asia Tenggara Incar WNI
Iran Pastikan Jalur Minyak Strategis Tetap Terbuka, India Lega!
Investor Malaysia Tinjau Sabang, Rencana Bangun Hub Bunkering Internasional
Tiket Mahal dan Penerbangan Terbatas, Ini Dampak Konflik Timur Tengah
Dukung Pramuka, Wali Kota Jambi Terima Penghargaan dari PPM Malaysia
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 13:00 WIB

Harga BBM ASEAN Meledak! Global Oil Price Tembus $100, Indonesia Masih Termurah

Jumat, 27 Maret 2026 - 17:00 WIB

Fakta Mengejutkan: Mobil Listrik Ternyata Bisa Bebani Listrik Nasional, Ini yang Terjadi di Sri Lanka

Jumat, 20 Maret 2026 - 06:00 WIB

Harga BBM Singapura Tembus Rp55 Ribu per Liter, Ini Dampaknya Bagi Indonesia?

Selasa, 17 Maret 2026 - 02:00 WIB

Migrasi Pekerja Meledak, Sindikat Scam Asia Tenggara Incar WNI

Senin, 16 Maret 2026 - 06:00 WIB

Iran Pastikan Jalur Minyak Strategis Tetap Terbuka, India Lega!

Berita Terbaru