Turun, Pendapatan PTFI 2025 Hanya Capai 82 Persen dari Target

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 25 November 2025 - 03:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : PTFI

Foto : PTFI

JAKARTA,JS— PT Freeport Indonesia (PTFI) memperkirakan pendapatan hingga akhir 2025 hanya mencapai US$ 8,511 miliar atau sekitar Rp 142 triliun. Angka ini baru memenuhi 82 persen dari target RKAB 2025 sebesar US$ 10,4 miliar.

Direktur Utama PTFI Tony Wenas menyebut penurunan produksi sebagai penyebab utama. Produksi tembaga turun 30 persen, sedangkan konsentrat emas merosot 50 persen. “Kami masih memperoleh sekitar US$ 8,5 miliar meski produksi turun tajam. Pendapatan hanya 18 persen di bawah target,” kata Tony dalam rapat dengan Komisi VI DPR, Senin, 24 November 2025.

Tony menjelaskan dua insiden besar yang memukul produksi:

  • Kebakaran pada Oktober 2024 yang menghentikan operasi smelter hingga Mei 2025.

  • Longsor di Grasberg Block Cave pada 8 September 2025 yang menghentikan tambang bawah tanah.

Target Produksi Melenceng Jauh

Dalam RKAB 2025, PTFI menargetkan penjualan 770 ribu ton tembaga. Namun perusahaan hanya mampu menjual 537 ribu ton hingga akhir tahun. Untuk emas, PTFI menargetkan 67 ton, tetapi produksi berhenti di 34 ton.

Baca Juga :  Viral Isu Rapel Gaji Pensiunan ASN, Ini Penjelasan PT Taspen

Freeport Percepat Pemulihan Tambang GBC

Induk usaha PTFI, Freeport McMoRan, menargetkan pemulihan penuh tambang Grasberg Block Cave (GBC) pada kuartal II 2026. Presiden dan CEO Freeport Kathleen Quirk mengatakan perusahaan mempercepat seluruh program pemulihan setelah insiden longsor.

“Kami memulihkan operasi secara aman dan efisien. Kami juga memasukkan semua pelajaran dari insiden tersebut ke rencana ke depan,” kata Quirk dalam keterangan tertulis, Rabu, 19 November 2025.

PTFI sudah menghidupkan kembali produksi dari Deep Mill Level Zone (DMLZ) dan Big Gossan sejak akhir Oktober 2025. Kedua lokasi itu tetap aman selama insiden dan kini menopang produksi utama.

Quirk memperkirakan produksi PTFI pada 2026 akan berada di kisaran:

  • 1 miliar pon tembaga,

  • 0,9 juta ons emas.

Ia juga menargetkan peningkatan produksi hingga 2027, lalu menjaga produksi tahunan pada 2027–2029 di:

  • 1,6 miliar pon tembaga,

  • 1,3 juta ons emas.

Baca Juga :  Kabar Duka Nasional: Mantan Ketua KPK Antasari Azhar Meninggal Dunia, Ini Jejak Karier dan Kontroversinya

ESDM: DMLZ dan Big Gossan Sudah Kembali Menambang

Direktur Jenderal Minerba Tri Winarno menyatakan pemerintah sudah menyelesaikan evaluasi dan mengeluarkan izin operasi baru untuk DMLZ dan Big Gossan. “Dua blok itu sudah beroperasi lagi,” kata Tri di kompleks DPR, Kamis, 13 November 2025.

Tri menjelaskan bahwa PTFI kini kembali memasok bijih ke smelter Freeport di Gresik. Smelter sempat kekurangan pasokan setelah seluruh tambang berhenti sementara akibat insiden. Volume produksi dari DMLZ dan Big Gossan memang belum memenuhi kapasitas penuh smelter, tetapi aliran bijih baru cukup membantu proses hilirisasi.

Longsor di GBC pada 8 September 2025 menewaskan tujuh pekerja dan menghentikan produksi hampir satu bulan. Tim penyelamat mencari korban selama 27 hari sebelum perusahaan memulai kembali operasi secara bertahap.

Pada 2024, Freeport memproduksi rata-rata 208.356 ton konsentrat per hari. GBC menyumbang 133.800 ton, DMLZ menghasilkan 64.900 ton, dan Big Gossan sekitar 8.000 ton per hari.(AN)

Berita Terkait

Rupiah Tertekan dan Yield SRBI Naik, Prudential Indonesia Evaluasi Ulang Portofolio Investasi
Viral! Guru PPPK Minta Status PNS, Pemerintah Dinilai Bisa Ulang Sejarah Era SBY
Tagihan Listrik PLN Mendadak Naik? Ternyata Ini Penyebab yang Jarang Disadari Pelanggan
7 Asuransi Mobil Terbaik di Indonesia 2026, Premi Murah dan Klaim Cepat Jadi Incaran Pemilik Kendaraan
PT Indomobil Finance Buka 17 Lowongan Kerja 2026, Fresh Graduate D3 dan S1 Langsung Bisa Daftar
TKI Indonesia di Malaysia Bisa Kirim Uang Lebih Besar! Cek Kurs MYR ke IDR Terbaru
Dibuka Bulan Depan, Ini Bocoran Formasi, Syarat Daftar SSCASN dan Peluang Lolos Terbaru
Sidang Isbat Malam Ini, Idul Adha Jatuh Pada 27 Mei 2026
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 16:03 WIB

Rupiah Tertekan dan Yield SRBI Naik, Prudential Indonesia Evaluasi Ulang Portofolio Investasi

Senin, 18 Mei 2026 - 14:30 WIB

Viral! Guru PPPK Minta Status PNS, Pemerintah Dinilai Bisa Ulang Sejarah Era SBY

Senin, 18 Mei 2026 - 11:02 WIB

7 Asuransi Mobil Terbaik di Indonesia 2026, Premi Murah dan Klaim Cepat Jadi Incaran Pemilik Kendaraan

Senin, 18 Mei 2026 - 07:02 WIB

PT Indomobil Finance Buka 17 Lowongan Kerja 2026, Fresh Graduate D3 dan S1 Langsung Bisa Daftar

Minggu, 17 Mei 2026 - 23:01 WIB

TKI Indonesia di Malaysia Bisa Kirim Uang Lebih Besar! Cek Kurs MYR ke IDR Terbaru

Berita Terbaru