UNJA Alihkan Kuliah ke Daring Saat Kualitas Udara Jambi Masuk Level Berbahaya, UIN Jambi Ikut Terapkan Kebijakan Serupa

- Jurnalis

Rabu, 7 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI,JS- Universitas Jambi (UNJA) mengalihkan seluruh kegiatan perkuliahan ke sistem pembelajaran daring mulai Senin, 5 Oktober 2026. Kampus mengambil langkah tersebut setelah kualitas udara di Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi memburuk akibat kabut asap.

Kebijakan tersebut tidak hanya menyangkut aktivitas akademik. Kondisi udara yang buruk juga meningkatkan perhatian terhadap kesehatan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan yang setiap hari beraktivitas di lingkungan kampus.

Rektor UNJA Prof. Dr. Helmi, S.H., M.H. menjelaskan bahwa pihak kampus mengambil keputusan tersebut dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara di Jambi dan sekitarnya.

“Sehubungan dengan kondisi kualitas udara di Kota Jambi, Kabupaten Muaro Jambi, dan sekitarnya yang saat ini berada pada kategori Sangat Tidak Sehat, maka untuk menjaga kesehatan dan keselamatan bersama,” kata Helmi dalam keterangan tertulis.

UNJA Berlakukan Kuliah Online Mulai 5 Oktober 2026

Keputusan UNJA tercantum dalam Surat Edaran Rektor Universitas Jambi Nomor 12 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Perkuliahan/Pembelajaran Secara Daring.

Surat edaran tersebut berlaku bagi direktur pascasarjana, dekan fakultas, dosen, serta mahasiswa di lingkungan Universitas Jambi.

Melalui kebijakan itu, UNJA mengarahkan dosen dan mahasiswa untuk menjalankan proses pembelajaran melalui media atau platform akademik yang telah tersedia.

Perkuliahan daring mulai berlaku pada 5 Oktober 2026 dan akan terus berjalan sampai rektorat mengeluarkan pemberitahuan mengenai kembalinya perkuliahan tatap muka.

Dengan demikian, mahasiswa untuk sementara tidak perlu datang ke kampus untuk mengikuti kegiatan perkuliahan. Namun, agenda akademik tetap berjalan sesuai jadwal masing-masing program studi.

“Seluruh dosen/pengajar dan mahasiswa agar melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai jadwal melalui media/platform pembelajaran yang telah ditentukan,” jelas Helmi.

Kualitas Udara Jambi Jadi Perhatian Utama

Peralihan sistem kuliah tersebut muncul ketika masyarakat Jambi menghadapi persoalan kualitas udara akibat kabut asap. Situasi ini membuat aktivitas luar ruangan membutuhkan perhatian lebih besar, terutama bagi kelompok yang rentan terhadap paparan polusi udara.

Karena itu, kebijakan UNJA memberikan ruang bagi mahasiswa dan dosen untuk mengikuti kegiatan akademik dari lokasi masing-masing tanpa harus melakukan mobilitas menuju kampus.

Langkah tersebut juga menjaga kesinambungan proses pendidikan. Dengan memanfaatkan teknologi pembelajaran digital, kegiatan perkuliahan tetap dapat berlangsung meskipun kondisi lingkungan belum mendukung aktivitas tatap muka.

Selain UNJA, Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi juga menerapkan pembelajaran daring sebagai respons terhadap kondisi udara yang memburuk.

Baca Juga :  Kabut Asap Jambi Makin Tebal, Operasi Modifikasi Cuaca Kembali Dijadwalkan 9-10 Oktober 2026

UIN Jambi Ikut Terapkan Perkuliahan Daring

Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd. mengatakan kondisi kabut asap perlu mendapat perhatian seluruh sivitas akademika.

Menurut Kasful, keselamatan mahasiswa, dosen, dan seluruh unsur kampus menjadi pertimbangan penting ketika kualitas udara mengalami penurunan.

“Kondisi kabut asap saat ini harus menjadi perhatian bersama. Kesehatan dan keselamatan sivitas akademika tentu menjadi prioritas,” kata Kasful.

Selain menjalankan kuliah secara daring, pihak kampus juga mengimbau mahasiswa dan dosen mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi udara belum membaik.

Kampus mendorong sivitas akademika tetap menjalankan aktivitas pendidikan dari tempat masing-masing. Dengan cara tersebut, kegiatan belajar mengajar dapat tetap berjalan sekaligus mengurangi paparan polusi udara.

“Kami mengimbau mahasiswa dan dosen untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan tetap menjaga kesehatan. Perkuliahan dapat dilaksanakan secara daring sehingga proses pendidikan tetap berjalan tanpa mengabaikan keselamatan,” ujarnya.

AQI Jambi Tembus 324, Masuk Kategori Berbahaya

Buruknya kualitas udara Jambi juga terlihat dari pemantauan kualitas udara pada Senin, 5 Oktober 2026.

Data IQAir sekitar pukul 14.00 WIB menunjukkan indeks kualitas udara Jambi mencapai AQI US 324. Angka tersebut masuk kategori Berbahaya.

Pada saat yang sama, PM2.5 menjadi polutan utama dengan konsentrasi mencapai 236,9 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Angka tersebut menunjukkan tingginya konsentrasi partikel halus di udara. Partikel PM2.5 mendapat perhatian khusus karena ukurannya sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan.

Kondisi itu membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika harus melakukan aktivitas di luar rumah.

Selain berpotensi mengganggu kesehatan, kabut asap tebal juga dapat menurunkan jarak pandang. Dampaknya bisa meluas ke berbagai aktivitas masyarakat, termasuk mobilitas dan transportasi.

Kabut Asap Berkaitan dengan Penanganan Karhutla

Memburuknya kualitas udara Jambi terjadi ketika penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih berlangsung di sejumlah wilayah.

Titik kebakaran dapat menghasilkan asap dalam jumlah besar. Ketika kondisi angin mendukung, asap tersebut dapat bergerak menuju kawasan perkotaan dan meningkatkan konsentrasi polutan di udara.

Situasi tersebut membuat kualitas udara dapat berubah dengan cepat. Kondisi yang sempat membaik pun dapat kembali memburuk ketika asap dari wilayah lain masuk ke kawasan permukiman.

Karena itu, penanganan karhutla menjadi salah satu faktor penting dalam upaya memperbaiki kualitas udara Jambi.

Aktivitas Pendidikan Tetap Berjalan di Tengah Kabut Asap

Peralihan kuliah ke sistem online menunjukkan bahwa institusi pendidikan tetap berupaya menjaga keberlangsungan proses belajar meskipun menghadapi persoalan lingkungan.

Bagi mahasiswa, sistem pembelajaran daring memberikan alternatif agar mereka tetap mengikuti materi perkuliahan tanpa harus melakukan perjalanan menuju kampus.

Sementara bagi dosen, mekanisme tersebut memungkinkan penyampaian materi, pemberian tugas, serta komunikasi akademik tetap berlangsung melalui platform digital.

Kebijakan itu juga dapat mengurangi aktivitas luar ruangan selama kualitas udara belum kembali ke kondisi yang lebih aman.

Namun, pelaksanaan kuliah daring tetap membutuhkan kesiapan jaringan internet, perangkat pembelajaran, serta koordinasi antara dosen dan mahasiswa. Karena itu, masing-masing pihak perlu menyesuaikan metode pembelajaran dengan kondisi yang ada.

Rektor Berharap Karhutla Segera Terkendali

Kasful Anwar berharap penanganan karhutla di Jambi segera membuahkan hasil sehingga kualitas udara kembali membaik.

Menurutnya, perbaikan kualitas udara bukan hanya penting bagi sektor pendidikan. Masyarakat secara luas juga membutuhkan lingkungan yang lebih aman untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Kita berharap karhutla segera dapat dikendalikan dan kualitas udara kembali membaik. Ini menjadi kepentingan bersama karena dampaknya dirasakan masyarakat luas, termasuk dunia pendidikan,” tutup Kasful.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat Jambi perlu terus memperhatikan informasi kualitas udara dan menyesuaikan aktivitas luar ruangan dengan perkembangan kondisi terkini.

Sementara itu, UNJA dan UIN Jambi tetap menjalankan kegiatan akademik melalui sistem daring hingga kondisi memungkinkan kampus kembali menggelar perkuliahan tatap muka.(*)

Berita Terkait

Ironi Lumbung Pangan Provinsi Jambi Ditengah Kekeringan, Petaninya Beli Beras
Heboh, ASN ‘GHAIB’ Dilingkup Pemerintah Kabupaten Kerinci
Target Juara MTQ Jambi, Wako Alfin Minta Kafilah Sungai Penuh Fokus dan Disiplin
Wawako Azhar Hamzah Bahas Pengawasan Aset Pemkot Sungai Penuh Bersama Komisi II DPR RI
Kelapa Dalam Tanjab Timur Dibidik Jadi Indikasi Geografis, Bisa Dongkrak Nilai Ekonomi Petani
Kebakaran Lahan di RKE Sungai Penuh Hanguskan 0,5 Hektare, Damkar Bergerak Cepat Padamkan Api
Pimpinan Baznas Sungai Penuh 2026–2031 Resmi Dilantik, Wako Alfin Dorong Zakat Jadi Kekuatan Ekonomi Umat
Dokter Tangguh Keliling Desa di Batang Hari Diaktifkan, Warga Bisa Dapat Layanan Kesehatan Lebih Dekat
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:01 WIB

UNJA Alihkan Kuliah ke Daring Saat Kualitas Udara Jambi Masuk Level Berbahaya, UIN Jambi Ikut Terapkan Kebijakan Serupa

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Ironi Lumbung Pangan Provinsi Jambi Ditengah Kekeringan, Petaninya Beli Beras

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:01 WIB

Target Juara MTQ Jambi, Wako Alfin Minta Kafilah Sungai Penuh Fokus dan Disiplin

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Wawako Azhar Hamzah Bahas Pengawasan Aset Pemkot Sungai Penuh Bersama Komisi II DPR RI

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:30 WIB

Kelapa Dalam Tanjab Timur Dibidik Jadi Indikasi Geografis, Bisa Dongkrak Nilai Ekonomi Petani

Berita Terbaru