Update Harga LPG Maret 2026, Harga Gas 3 Kg Naik Diam-Diam di Pengecer?

- Jurnalis

Jumat, 27 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA,JS- Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus bergerak menjaga stabilitas pasokan energi nasional. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyiapkan strategi baru dengan mengalihkan sumber impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari Timur Tengah ke negara lain seperti Amerika Serikat dan Australia.

Langkah ini muncul sebagai respons terhadap ketidakpastian geopolitik global yang berpotensi mengganggu rantai pasok energi. Pemerintah ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan LPG dengan harga stabil tanpa risiko kelangkaan.

Baca Juga :  Pertamina Gerak Cepat! Stok LPG 3 Kg di Jambi Kembali Normal

Strategi Baru Impor LPG Dialihkan ke Amerika Serikat

Bahlil menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin bergantung pada satu kawasan. Ia langsung mengubah komposisi impor LPG nasional agar lebih aman.

Indonesia mengimpor sekitar 7,6 juta ton LPG setiap tahun. Dari jumlah tersebut, pemerintah mengalihkan sekitar 70 persen hingga 75 persen pasokan dari Amerika Serikat. Sementara itu, pasokan dari Timur Tengah tersisa sekitar 20 persen, dan sisanya berasal dari negara lain seperti Australia.

Selain itu, pemerintah mempercepat kontrak impor dan menambah jumlah pengiriman. Dua kargo LPG tambahan dari Australia dijadwalkan tiba pada akhir bulan ini, lalu disusul pengiriman berikutnya pada awal bulan depan.

Dengan langkah tersebut, pemerintah memastikan stok LPG nasional tetap aman hingga April 2026.

Baca Juga :  LPG 3 Kg Langka di Merangin, Wabup Akui Pasokan Terbatas: Operasi Pasar Cuma 500 Tabung!

Stok Energi Nasional Masih Aman

Bahlil memastikan cadangan energi nasional saat ini berada di atas batas minimum. Artinya, masyarakat tidak perlu khawatir soal kelangkaan LPG dalam waktu dekat.

Pemerintah juga memperkuat strategi diversifikasi energi untuk jangka panjang. Selain menjaga pasokan, langkah ini bertujuan menekan risiko lonjakan harga akibat konflik global.

Harga LPG 3 Kg Terbaru di Lapangan

Di sisi lain, harga LPG subsidi 3 kg masih menjadi perhatian masyarakat. Berdasarkan pantauan di wilayah Tangerang Selatan, harga LPG 3 kg di pangkalan resmi masih mengikuti Harga Eceran Tertinggi sebesar Rp 19.000 per tabung.

Namun, kondisi berbeda terlihat di tingkat pengecer. Harga LPG 3 kg bisa mencapai Rp 22.000 per tabung, terutama karena adanya biaya distribusi tambahan seperti ongkos kirim ke rumah pelanggan.

Perbedaan harga ini sering memicu keluhan masyarakat, terutama bagi pengguna LPG subsidi dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.

Harga LPG Non Subsidi 5,5 Kg dan 12 Kg

Selain LPG subsidi, masyarakat juga menggunakan LPG non subsidi ukuran 5,5 kg dan 12 kg. Hingga Maret 2026, harga LPG non subsidi belum mengalami kenaikan sejak November 2023.

Di tingkat pengecer, harga LPG tercatat sebagai berikut

  • LPG 5,5 kg sekitar Rp 110.000 per tabung
  • LPG 12 kg sekitar Rp 210.000 per tabung

Sementara itu, harga resmi dari Pertamina di tingkat agen masih lebih rendah dan berbeda di setiap wilayah.

Daftar Harga Resmi LPG Non Subsidi di Tingkat Agen

1. Wilayah Sumatra dan Sulawesi

  • LPG 5,5 kg Rp 94.000
  • LPG 12 kg Rp 194.000

2. Wilayah Jawa dan Bali

  • LPG 5,5 kg Rp 90.000
  • LPG 12 kg Rp 192.00

3. Wilayah Kalimantan

  • LPG 5,5 kg Rp 97.000 hingga Rp 107.000
  • LPG 12 kg Rp 202.000 hingga Rp 229.000

4. Wilayah Maluku dan Papua

  • LPG 5,5 kg Rp 117.000
  • LPG 12 kg Rp 249.000

Perbedaan harga muncul karena faktor distribusi, jarak pengiriman, serta biaya logistik di masing-masing wilayah.

Kenapa Harga LPG Bisa Berbeda

Harga LPG sering berbeda antara pangkalan dan pengecer karena beberapa faktor utama seperti biaya distribusi tambahan, jarak dari agen resmi, permintaan lokal yang tinggi, serta margin keuntungan pengecer.

Pemerintah terus mengimbau masyarakat membeli LPG subsidi langsung di pangkalan resmi agar mendapatkan harga sesuai ketentuan.

Dampak ke Masyarakat dan Ekonomi

Kebijakan diversifikasi impor LPG memberikan dampak positif terhadap stabilitas energi nasional. Dengan pasokan yang lebih aman, pemerintah dapat menjaga harga tetap terkendali.

Namun, perbedaan harga di tingkat bawah masih menjadi tantangan. Jika kondisi ini terus terjadi, daya beli masyarakat bisa tertekan.

Prospek Harga LPG ke Depan

Harga LPG diperkirakan tetap stabil dalam jangka pendek. Namun, beberapa faktor global tetap berpotensi mempengaruhi harga seperti konflik geopolitik internasional, fluktuasi harga minyak dunia, serta nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Jika tekanan global meningkat, harga LPG berpotensi mengalami penyesuaian.

Kesimpulan

Pemerintah mengambil langkah strategis dengan mengalihkan impor LPG ke Amerika Serikat dan Australia. Langkah ini menjaga stok energi nasional tetap aman di tengah ketidakpastian global.

Meski demikian, masyarakat masih menghadapi perbedaan harga LPG di lapangan, terutama antara pangkalan resmi dan pengecer. Pengawasan distribusi menjadi kunci agar harga tetap terjangkau.(*)

Berita Terkait

Data Penerima Bansos 2027 Dirombak, Cek Perubahan Desil dan Syarat Terbarunya
Gaji PPPK Daerah 2027 Resmi Ditanggung Pusat, Rp23 Triliun Disiapkan: Begini Nasib PPPK di Jambi
El Niño Makin Ganas, 197 Wilayah Indonesia Masuk Status Awas Kekeringan: Sentra Pangan Ikut Terancam
668 Ribu Laporan Penipuan Masuk IASC, 659 Ribu Rekening Sudah Diblokir: Waspadai 5 Modus Ini
Harga BBM Pertamina Hari Ini 26 September 2026: Pertamax hingga Pertalite, Cek Harga di Jambi dan Daerah Lainnya
Mutasi Kejaksaan September 2026: Antonius Despinola Putra Sungai Penuh Dapat Jabatan Baru, Ini Daftar 16 Pejabat dalam SK Terbaru
Jadi Iri! TPP dan Sertifikasi Guru PPPK di Daerah Ini Naik, Bagaimana Mana Daerah Lain?
Guru Honorer Gagal PPPK atau CPNS, Apakah Masih Digaji? Ini Jawaban Mendikdasmen
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Data Penerima Bansos 2027 Dirombak, Cek Perubahan Desil dan Syarat Terbarunya

Rabu, 30 September 2026 - 10:02 WIB

Gaji PPPK Daerah 2027 Resmi Ditanggung Pusat, Rp23 Triliun Disiapkan: Begini Nasib PPPK di Jambi

Senin, 28 September 2026 - 19:01 WIB

El Niño Makin Ganas, 197 Wilayah Indonesia Masuk Status Awas Kekeringan: Sentra Pangan Ikut Terancam

Minggu, 27 September 2026 - 16:30 WIB

668 Ribu Laporan Penipuan Masuk IASC, 659 Ribu Rekening Sudah Diblokir: Waspadai 5 Modus Ini

Sabtu, 26 September 2026 - 13:01 WIB

Harga BBM Pertamina Hari Ini 26 September 2026: Pertamax hingga Pertalite, Cek Harga di Jambi dan Daerah Lainnya

Berita Terbaru