JAKARTA,JS- Usaha Hidroponik Aditya Melejit Berkat Program MBG
Aditya Dwi Saputra, petani muda asal Dusun Baliboto, Desa Pucang Anom, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, meningkatkan omzet usahanya berkat kerja sama dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sebelum bergabung dengan MBG, Aditya hanya memanen 7–8 kilogram selada hidroponik per panen. Namun, sejak bekerja sama dengan dua dapur SPPG (Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi), ia kini memasok 15 kilogram selada per dapur setiap hari. Dengan demikian, omzetnya melonjak hingga 100 persen.
“Kalau sebelumnya panen saya hanya 7–8 kilogram, sekarang setiap hari bisa memasok 15 kilogram selada per dapur,” ujar Aditya akhir pekan lalu.
Aditya menilai kemitraan dengan MBG membantu keberlangsungan usahanya. Selama ini, ia kesulitan menjual hasil panen karena harga selada hidroponiknya lebih tinggi dari pasar. Namun, kerja sama dengan SPPG memberikan kepastian pasar dan keuntungan.
Seiring meningkatnya permintaan, Aditya merencanakan perluasan lahan hidroponik. Selain itu, ia menyiapkan produksi pakcoy. Lebih menariknya, pesanan kini datang tidak hanya dari Madiun, tetapi juga dari beberapa SPPG di kota lain.
Peningkatan produksi membuka lapangan kerja bagi warga lokal. Saat ini, Aditya mempekerjakan dua orang untuk membantu perawatan dan panen. Ke depannya, ia berencana menambah tenaga kerja seiring perluasan lahan.
Meski permintaan terus naik, Aditya tetap menjaga kualitas sayuran. Ia juga mempertahankan harga stabil. “Walaupun ada kenaikan harga di pasaran, sampai sekarang saya tetap mematok harga Rp20 ribu per kilogram. Yang penting, kualitas tetap terjaga,” pungkasnya.(AN)









