Walhi, Banjir di Jambi Bukan Sekedar Bencana Alam

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 13 Desember 2025 - 20:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI,JS– Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jambi menilai banjir yang melanda Kota Jambi bukan hanya akibat curah hujan tinggi, tetapi juga dampak dari pembangunan yang mengabaikan daya dukung lingkungan.

Direktur WALHI Jambi, Oscar Anugrah, menyebut peristiwa ini sebagai bencana ekologis yang muncul karena kebijakan pembangunan yang tidak mempertimbangkan kajian lingkungan. Menurutnya, “Banjir ini bukan sekadar bencana alam, tetapi akibat langsung dari pembangunan yang tidak berpihak pada kelestarian lingkungan.”

Baca Juga :  Bantu Korban Bencana, Baznas Muaro Jambi Kumpulkan Donasi

Oscar menegaskan WALHI tidak menolak pembangunan, tetapi menekankan pentingnya pembangunan berkelanjutan yang mengutamakan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia juga mendorong pemerintah meninjau kembali izin-izin pembangunan yang mengabaikan aspek lingkungan.

Selain faktor tata ruang, risiko ekologis muncul akibat sistem drainase yang kurang memadai dan pembangunan yang tidak memperhatikan keselamatan warga. Oscar menambahkan, hujan singkat pun mampu melumpuhkan aktivitas sosial dan ekonomi, menunjukkan kegagalan menyediakan ruang hidup yang aman.

Baca Juga :  Provinsi Jambi Diguyur Hujan Merata, Satu Daerah Disertai Petir

Ia menekankan bahwa masyarakat seharusnya tidak selalu menjadi pihak yang paling dirugikan. Pemerintah harus menjamin pemulihan, menata wilayah dengan aman, dan mengambil langkah pencegahan jangka panjang, bukan hanya menangani kondisi darurat.

“Setiap banjir tidak hanya merendam rumah dan harta benda, tetapi juga menggerus rasa aman, kesehatan keluarga, dan kemampuan warga untuk bangkit. Tanpa komitmen ekologis yang kuat, banjir hari ini bisa menjadi awal bencana berikutnya,” pungkasnya.(AN)

Berita Terkait

Debit Sungai Meluap, Jembatan Penghubung Unit 6 dan Unit 7 Rimbo Bujang Terancam Putus
Peluk Duka Warga Koto Tinggi, Sri Kartini Alfin Turun Langsung Bantu Korban Kebakaran di Sungai Penuh
Harga Sawit Jambi Turun Lagi! TBS Periode 15–21 Mei 2026 Kini Rp3.860/Kg, Petani Mulai Khawatir
BMKG Ingatkan Potensi Banjir dan Angin Kencang di Jambi, Ini Daftar Daerah yang Diguyur Hujan
Banjir Jalan Sapat Ujung Unit 6 Rimbo Bujang Tebo Viral di Facebook, Warga Keluhkan Akses Lumpuh dan Kerugian Meningkat
Musda PPNI Kota Sungai Penuh 2026 Bahas Masa Depan Pelayanan Kesehatan Modern
Banjir Bungo Hari Ini: Sungai Batang Mampun Meluap, 200 Rumah Terendam di Desa Bedaro, TNI Turun Evakuasi Warga
Pelayanan RSUD Nurdin Hamzah Disorot, Bupati Dillah Turun Langsung ke UGD dan Apotek
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 20:02 WIB

Debit Sungai Meluap, Jembatan Penghubung Unit 6 dan Unit 7 Rimbo Bujang Terancam Putus

Jumat, 15 Mei 2026 - 14:35 WIB

Peluk Duka Warga Koto Tinggi, Sri Kartini Alfin Turun Langsung Bantu Korban Kebakaran di Sungai Penuh

Jumat, 15 Mei 2026 - 14:02 WIB

Harga Sawit Jambi Turun Lagi! TBS Periode 15–21 Mei 2026 Kini Rp3.860/Kg, Petani Mulai Khawatir

Jumat, 15 Mei 2026 - 08:04 WIB

BMKG Ingatkan Potensi Banjir dan Angin Kencang di Jambi, Ini Daftar Daerah yang Diguyur Hujan

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:02 WIB

Banjir Jalan Sapat Ujung Unit 6 Rimbo Bujang Tebo Viral di Facebook, Warga Keluhkan Akses Lumpuh dan Kerugian Meningkat

Berita Terbaru

Kode redeem Free fire terbaru hari ini

Dunia Game

Buruan Klaim! Kode Redeem Free Fire Terbaru Hari Ini Masih Aktif

Sabtu, 16 Mei 2026 - 00:01 WIB