Wawako Sungai Penuh Dorong Koperasi Desa Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Warga

- Jurnalis

Jumat, 23 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wawako Sungai Penuh, Azhar Hamzah Buka Rakor Koperasi Desa

Wawako Sungai Penuh, Azhar Hamzah Buka Rakor Koperasi Desa

SUNGAIPENUH,JS– Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, mendorong penguatan peran koperasi desa dan kelurahan untuk mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menyampaikan hal tersebut saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Sinergi Koperasi Desa untuk Mendukung Penyediaan Pangan Lokal di Hotel Mahkota Sutis, Jumat (23/1/2026).

Rakor tersebut mempertemukan unsur pemerintah daerah, pengelola koperasi, dan pelaku usaha pangan. Melalui forum ini, Pemkot Sungai Penuh ingin memperkuat kerja sama dalam mengembangkan potensi pangan lokal sekaligus memperbaiki distribusi hasil produksi masyarakat.

Azhar menilai koperasi memiliki peluang besar untuk menggerakkan ekonomi desa. Selain membantu aktivitas usaha masyarakat, koperasi dapat menghubungkan petani dan produsen pangan dengan pasar serta kebutuhan program pemerintah.

Koperasi Desa Punya Peran Strategis dalam Ketahanan Pangan

Baca Juga :  99 ASN Kota Sungai Penuh Masuki Masa Pensiun pada 2026

Dalam arahannya, Azhar menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, koperasi, dan pelaku usaha. Menurutnya, ketahanan pangan membutuhkan kerja sama yang konsisten agar masyarakat dapat mengakses bahan pangan yang cukup, berkualitas, dan terjangkau.

Ia juga mengajak pengelola koperasi untuk memahami kebutuhan pangan di wilayah masing-masing. Dengan mengenali potensi produksi dan kebutuhan masyarakat, koperasi dapat menyusun kegiatan usaha yang lebih terarah.

Potensi tersebut mencakup hasil pertanian, kebutuhan pokok, serta berbagai komoditas lokal yang memiliki nilai ekonomi. Koperasi dapat membantu mempertemukan produsen dengan konsumen sehingga aktivitas perdagangan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Selain itu, pengelola koperasi perlu memperhatikan kualitas produk, kesinambungan pasokan, dan efisiensi distribusi. Langkah tersebut penting agar koperasi mampu menjalankan kegiatan usaha secara berkelanjutan.

Hubungkan Hasil Produksi Lokal dengan Kebutuhan Program Gizi

Baca Juga :  DBD Mengancam Kerinci dan Sungai Penuh, Warga Minta Dinkes Bergerak Cepat

Azhar turut menyoroti hubungan antara ketersediaan pangan lokal dan program peningkatan gizi masyarakat. Ia menilai koperasi dapat mengambil peran dalam mempertemukan hasil produksi warga dengan kebutuhan penyediaan bahan pangan untuk berbagai program pemerintah.

“Koperasi menjadi jembatan antara hasil produksi masyarakat dan kebutuhan pangan untuk mendukung program peningkatan gizi,” ujar Azhar Hamzah.

Melalui fungsi tersebut, koperasi berpeluang membuka akses pasar bagi petani dan pelaku usaha pangan. Pada saat yang sama, lembaga ekonomi ini dapat membantu menjaga kelancaran pasokan bahan pangan sesuai kebutuhan konsumen.

Namun, peran itu membutuhkan perencanaan usaha yang matang. Pengelola koperasi perlu memetakan komoditas unggulan, menghitung kebutuhan pasar, serta membangun komunikasi dengan pemasok dan calon pembeli.

Dengan langkah tersebut, koperasi tidak hanya mengejar aktivitas perdagangan jangka pendek. Koperasi juga dapat membangun hubungan usaha yang saling menguntungkan antara produsen, distributor, dan konsumen.

Seluruh Desa dan Kelurahan Telah Membentuk Koperasi Merah Putih

Azhar menyampaikan bahwa seluruh desa dan kelurahan di Kota Sungai Penuh telah membentuk Koperasi Desa Merah Putih. Capaian ini menjadi modal awal bagi pemerintah daerah untuk memperluas peran koperasi dalam kegiatan ekonomi masyarakat.

Meski demikian, pembentukan koperasi perlu diikuti penguatan tata kelola dan kegiatan usaha. Pengurus harus mampu menyusun program kerja yang sesuai dengan kebutuhan warga serta potensi ekonomi di setiap wilayah.

Setiap desa dan kelurahan memiliki karakteristik berbeda. Karena itu, pengelola koperasi perlu menentukan bidang usaha berdasarkan potensi setempat, bukan sekadar mengikuti pola yang sama di seluruh wilayah.

Sebagai contoh, wilayah dengan potensi pertanian dapat mengembangkan usaha yang mendukung pemasaran hasil panen. Sementara itu, wilayah yang memiliki aktivitas perdagangan dapat memperkuat penyediaan kebutuhan pokok dan memperluas jaringan konsumen.

Pendekatan tersebut dapat membantu koperasi membangun usaha yang relevan dengan kondisi masyarakat. Pada akhirnya, kegiatan koperasi diharapkan mampu membuka peluang pendapatan sekaligus memperkuat perputaran ekonomi lokal.

Pemkot Dorong Kolaborasi dan Langkah Nyata

Baca Juga :  Wawako Azhar Hadiri Penganugerahan Gelar Adat Melayu Jambi

Melalui rakor tersebut, Pemkot Sungai Penuh mendorong seluruh pemangku kepentingan menyatukan langkah untuk memperkuat fungsi koperasi. Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya koordinasi agar pengembangan koperasi berjalan searah dengan kebutuhan pangan dan ekonomi masyarakat.

Kerja sama lintas sektor dapat mencakup pemetaan potensi pangan, pengembangan jaringan pemasaran, peningkatan kemampuan pengelola, serta penyusunan pola distribusi yang efisien. Setiap pihak perlu memahami peran masing-masing agar rencana pengembangan koperasi memiliki arah yang jelas.

Selain itu, pengelola koperasi perlu menjaga transparansi dalam menjalankan usaha. Pencatatan keuangan yang tertib, pengelolaan stok yang baik, dan pelaporan kegiatan secara berkala dapat membantu menjaga kepercayaan anggota.

Kepercayaan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam keberlangsungan koperasi. Ketika pengelola menjalankan usaha secara profesional, anggota memiliki dasar yang lebih kuat untuk berpartisipasi dan mengembangkan kegiatan ekonomi bersama.

Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Berjalan Beriringan

Penguatan koperasi desa memiliki kaitan erat dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Koperasi yang mampu memperluas akses pasar dapat membantu produsen lokal menjangkau pembeli, mengembangkan usaha, dan meningkatkan peluang pendapatan.

Di sisi lain, distribusi pangan yang lebih efisien dapat mendukung ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat. Namun, hasil tersebut membutuhkan pengelolaan yang konsisten, dukungan berbagai pihak, serta kemampuan koperasi menyesuaikan usaha dengan kebutuhan pasar.

Karena itu, keberhasilan Koperasi Desa Merah Putih tidak cukup diukur dari jumlah lembaga yang telah terbentuk. Aktivitas usaha, manfaat bagi anggota, kontribusi terhadap pemasaran produk lokal, dan kemampuan menjaga keberlangsungan operasional juga perlu mendapat perhatian.

Rakor ini menjadi salah satu langkah Pemkot Sungai Penuh untuk memperkuat koordinasi pengembangan koperasi. Pemerintah daerah berharap sinergi antara koperasi, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan dapat mendukung ketahanan pangan sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi di tingkat desa dan kelurahan.

Dengan pengelolaan yang profesional serta pemanfaatan potensi lokal secara optimal, koperasi berpeluang menjadi bagian penting dari pembangunan ekonomi masyarakat Kota Sungai Penuh. (AN)

Berita Terkait

Tiga Besar Hasil Seleksi 5 Kepala OPD Sungai Penuh Diumumkan, Berikut Namanya
133 ASN Pemkab Tebo Pensiun hingga September 2026, Guru Paling Banyak
Hari Kesadaran Nasional, ASN Sungai Penuh Diingatkan soal Disiplin dan Pelayanan
Kejari Sungai Penuh Ikut Gerakan 3S, Alfin Dorong Kepedulian Sosial Meluas
4.363 Hektare Lahan Terbakar di Jambi, Batang Hari Catat Kebakaran Terluas
Wako Alfin Hadiri Pengukuhan DPC PKB Sungai Penuh 2026–2031
MTQH Jambi 2026, Merangin Bidik Tiga Besar dengan 62 Kafilah
Bukan Cuma Cek Bangunan! Aktivis Minta Proyek P3-TGAI Kerinci dan Sungai Penuh Diaudit APH Hingga BPK
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:58 WIB

Tiga Besar Hasil Seleksi 5 Kepala OPD Sungai Penuh Diumumkan, Berikut Namanya

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:31 WIB

133 ASN Pemkab Tebo Pensiun hingga September 2026, Guru Paling Banyak

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Hari Kesadaran Nasional, ASN Sungai Penuh Diingatkan soal Disiplin dan Pelayanan

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Kejari Sungai Penuh Ikut Gerakan 3S, Alfin Dorong Kepedulian Sosial Meluas

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:01 WIB

4.363 Hektare Lahan Terbakar di Jambi, Batang Hari Catat Kebakaran Terluas

Berita Terbaru