MUAROJAMBI,JS– Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menargetkan pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan sistem intake pada 2026. Untuk merealisasikan proyek tersebut, pemerintah daerah memperkirakan kebutuhan anggaran mencapai lebih dari Rp75 miliar.
Administrasi Siap Sejak 2025, Lahan Jadi Kendala
Kepala Dinas PUPR Muaro Jambi, Anjar Prabowo, menyampaikan bahwa secara administrasi dan regulasi, proyek strategis ini sudah siap sejak 2025. Dinas PUPR telah menyusun seluruh dokumen perencanaan sebagai dasar pengajuan ke pemerintah pusat.
“Dokumen administrasi dan regulasi sudah lengkap sejak tahun lalu. Saat ini, kami hanya menghadapi kendala pembebasan lahan,” kata Anjar.
Strategi Jemput Bola ke Pemerintah Pusat
Meski menghadapi kendala di lapangan, Anjar menilai peluang realisasi proyek masih terbuka lebar. Karena itu, Dinas PUPR memilih strategi jemput bola dengan aktif membangun komunikasi ke pemerintah pusat.
Sebagai langkah awal, Dinas PUPR menggandeng Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk mendukung pembangunan sistem intake air baku.
“Untuk intake, kami berharap BWS bisa membantu. Skor perencanaan sudah cukup baik, sekarang tinggal kita dorong supaya segera terealisasi,” ujarnya.
IPA Masuk Kewenangan Cipta Karya
Berbeda dengan intake, pembangunan Instalasi Pengolahan Air berada di bawah kewenangan Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya. Oleh sebab itu, Dinas PUPR Muaro Jambi akan melakukan pendekatan langsung ke kementerian terkait.
“IPA bukan kewenangan BWS, melainkan Cipta Karya. Jadi kami akan langsung berkoordinasi dengan kementerian, tetap dengan pola jemput bola,” tegas Anjar.
Presentasi Teknis Segera Dilakukan
Sebagai tindak lanjut, Anjar memastikan akan memimpin langsung presentasi proposal teknis dalam beberapa pekan ke depan. Dinas PUPR menjadwalkan presentasi tersebut ke pihak BWS dengan pendampingan anggota DPRD Muaro Jambi dari daerah pemilihan setempat, Paulin.
“Kami akan memaparkan seluruh kriteria dan perencanaan teknis yang sudah kami susun. Mudah-mudahan langkah ini bisa mempercepat pembangunan intake dan IPA di Muaro Jambi,” pungkasnya.(AN)









