Perluas Zona Operasi, Israel Disebut Langgar Gencatan Senjata

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 20 November 2025 - 23:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto; Kondisi Gaza ditengah operasi yang digelar israel

Foto; Kondisi Gaza ditengah operasi yang digelar israel

GAZA, JS – Pasukan Israel memperluas zona operasi mereka di Jalur Gaza. Pemerintah Gaza menilai langkah ini melanggar gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober. Pergerakan tersebut membuat warga Gaza semakin terdesak ke wilayah barat.

Kantor Media Pemerintah Gaza menyatakan bahwa pasukan dan tank Israel maju sekitar 300 meter ke timur Kota Gaza, tepatnya di Shujayea. Mereka menyebut bahwa Israel menggeser “garis kuning”, yaitu batas penarikan pasukan dalam kesepakatan gencatan senjata.

Dalam pernyataannya, kantor tersebut menjelaskan bahwa serangan Israel kemarin menewaskan puluhan warga. Mereka menyebut bahwa pergerakan militer Israel membuat banyak keluarga terjebak. Penembakan di kawasan itu juga memutus kontak banyak warga dengan keluarga mereka.

Baca Juga :  Gold Surges Past $5,000 an Ounce Amid Global Turmoil

Pemerintah Gaza mendesak mediator internasional—terutama Presiden AS Donald Trump—untuk menghentikan langkah militer Israel. Mereka menuntut Israel mematuhi perjanjian gencatan senjata. Pemerintah Gaza juga menegur para mediator karena tetap diam menghadapi serangkaian pelanggaran ini.

Sumber lokal yang dikutip Al Jazeera menyatakan bahwa pasukan Israel memasuki Shujayea dan memasang penanda garis baru. Mereka menilai penandaan yang belum lengkap membuat warga Palestina kesulitan mengetahui batas yang aman.

Langkah ini membuat semakin banyak warga Palestina tak bisa kembali ke rumah mereka. Sejumlah warga menyebut situasi ini sebagai bentuk pemenjaraan karena operasi militer terus mendorong mereka ke barat.

Baca Juga :  Prabowo Singgung Pakistan, Gaji Menteri Bisa Dipangkas

Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa Israel menewaskan 32 warga Palestina dalam 24 jam terakhir. Korban termasuk 12 anak dan delapan perempuan. Serangan itu juga melukai 88 orang. Petugas kesehatan juga menemukan satu jenazah tambahan dari reruntuhan serangan sebelumnya.

Sejak gencatan senjata 10 Oktober, Israel telah menewaskan 312 warga Palestina dan melukai 760 orang lainnya. Total korban sejak 7 Oktober 2023 kini mencapai 69.546 orang, dengan 170.833 warga mengalami luka-luka.(AN)

Berita Terkait

Update Kepulangan Haji 2026: 7.588 Jemaah Sudah Tiba di Indonesia, Simak Aturan Bagasi dan Jadwal Penerbangan
Gaji TKI Makin Menggiurkan! Simak Negara Asia dengan Penghasilan Tertinggi bagi Pekerja Indonesia 2026
Naik lagi, Update Nilai Tukar Ringgit Terhadap Rupiah Hari ini
TKI Malaysia Tersenyum, Cek Nilai Tukar Ringgit Malaysia terhadap Rupiah Hari ini
Transfer Uang dari Malaysia Makin Untung? Cek Kurs Ringgit ke Rupiah
5 Mata Uang Terkuat di Dunia 2026, Dolar AS Ternyata Bukan Nomor 1
Jemaah Haji Indonesia Mulai Tinggalkan Mina, 132 Ribu Orang Bergerak ke Makkah Usai Nafar Awal
Retail Store Property Insurance 2026: The Smartest Way to Protect Your Business Assets from Fire, Theft, and Financial Loss
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 06:02 WIB

Update Kepulangan Haji 2026: 7.588 Jemaah Sudah Tiba di Indonesia, Simak Aturan Bagasi dan Jadwal Penerbangan

Jumat, 5 Juni 2026 - 23:01 WIB

Gaji TKI Makin Menggiurkan! Simak Negara Asia dengan Penghasilan Tertinggi bagi Pekerja Indonesia 2026

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:01 WIB

Naik lagi, Update Nilai Tukar Ringgit Terhadap Rupiah Hari ini

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:06 WIB

TKI Malaysia Tersenyum, Cek Nilai Tukar Ringgit Malaysia terhadap Rupiah Hari ini

Senin, 1 Juni 2026 - 20:01 WIB

Transfer Uang dari Malaysia Makin Untung? Cek Kurs Ringgit ke Rupiah

Berita Terbaru

Kode redeem FC Mobile hari ini

Dunia Game

Update Terbaru, Kode Redeem FC Mobile 6 Juni 2026

Sabtu, 6 Jun 2026 - 01:02 WIB