5 Jurusan Kuliah yang Paling Dicari di Luar Negeri, Peluang Kerja Jepang hingga Taiwan Terbuka Lebar

- Jurnalis

Minggu, 4 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi jurusan yang dibutuhkan kerja di luar negeri

Ilustrasi jurusan yang dibutuhkan kerja di luar negeri

PENDIDIKAN,JS- Peluang kerja bagi tenaga profesional asal Indonesia di luar negeri terus terbuka. Jepang, Taiwan, Hong Kong, Korea Selatan, hingga sejumlah negara Eropa membutuhkan tenaga kerja dengan keterampilan tertentu, terutama pada sektor kesehatan, perawatan, industri, teknologi, dan jasa.

Kondisi tersebut membuat pilihan jurusan kuliah semakin penting bagi calon mahasiswa yang sejak awal ingin membangun karier internasional. Selain ijazah, perusahaan dan lembaga penempatan tenaga kerja di luar negeri juga mempertimbangkan sertifikat kompetensi serta kemampuan bahasa negara tujuan.

Bidang Keperawatan, Kesehatan Masyarakat, Bahasa Jepang, Teknik, dan Teknologi Informasi termasuk jurusan yang memiliki keterkaitan kuat dengan kebutuhan tenaga kerja global.

Peluang tersebut juga muncul seiring meningkatnya kebutuhan negara tujuan terhadap tenaga kerja di sektor tertentu. Jepang, Taiwan, dan Hong Kong, misalnya, memiliki kebutuhan besar terhadap tenaga yang mampu menangani perawatan lansia dan pekerjaan pendampingan.

Data dalam Laporan Pengelolaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (LAPBUL) Desember 2024 yang dirilis Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menunjukkan sektor perawat dan pengasuh mencatat penempatan PMI paling besar sepanjang 2024.

Karena itu, calon mahasiswa yang memiliki target bekerja di luar negeri dapat mempertimbangkan jurusan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional.

Keperawatan membuka peluang kerja di Jepang, Taiwan, dan Hong Kong

Jurusan Keperawatan menjadi salah satu pilihan yang menarik bagi calon mahasiswa yang ingin bekerja di luar negeri.

Kebutuhan tenaga perawat dan caregiver terus meningkat, terutama pada negara yang menghadapi pertumbuhan jumlah penduduk lanjut usia.

Jepang menjadi salah satu negara yang membuka peluang bagi tenaga kerja Indonesia melalui berbagai skema ketenagakerjaan. Selain itu, Taiwan dan Hong Kong juga membutuhkan tenaga untuk membantu perawatan lansia serta pendampingan sehari-hari.

Lulusan Keperawatan memiliki pilihan pekerjaan yang lebih luas karena mereka memiliki dasar ilmu kesehatan. Namun, setiap negara menetapkan persyaratan berbeda mengenai sertifikasi, kemampuan bahasa, pengalaman kerja, dan pengakuan kompetensi.

Karena itu, mahasiswa sebaiknya tidak hanya mengejar ijazah. Sertifikasi profesi dan kemampuan bahasa asing juga perlu dipersiapkan sejak masa kuliah.

Khusus untuk Jepang, kemampuan bahasa Jepang menjadi salah satu modal penting bagi calon pekerja yang ingin mengikuti skema Specified Skilled Worker (SSW) atau program kerja lain yang sesuai dengan kualifikasi.

Bahasa Jepang dan bahasa asing menjadi modal karier global

Selain bidang kesehatan, kemampuan bahasa asing juga memiliki nilai tinggi di pasar kerja internasional.

Jurusan Bahasa Jepang menjadi salah satu pilihan yang relevan bagi mahasiswa yang membidik pasar kerja Jepang. Sementara itu, Bahasa Mandarin, Bahasa Korea, dan Bahasa Inggris juga dapat membuka peluang di berbagai bidang pekerjaan.

Lulusan bahasa tidak hanya dapat bekerja sebagai penerjemah. Mereka juga dapat mengembangkan karier sebagai staf perusahaan internasional, customer service, tenaga administrasi, pengelola hubungan pelanggan, hingga pekerja pada sektor pariwisata dan perhotelan.

Penguasaan bahasa juga membantu pekerja memahami budaya serta etika kerja negara tujuan.

Kemampuan tersebut penting karena perusahaan tidak hanya mencari pekerja yang mampu menjalankan tugas teknis. Mereka juga membutuhkan tenaga kerja yang mampu berkomunikasi dengan rekan kerja, pelanggan, dan atasan dari latar belakang budaya berbeda.

Baca Juga :  QRIS Makin Praktis! Bayar Belanjaan di Luar Negeri Cukup Scan QR

Teknik dan teknologi punya peluang besar di industri luar negeri

Perkembangan industri global juga membuka peluang bagi lulusan jurusan teknik dan teknologi.

Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Industri, Otomasi Industri, serta Teknologi Informasi memiliki hubungan erat dengan kebutuhan manufaktur modern.

Negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan Jerman memiliki industri yang membutuhkan tenaga terampil untuk menjalankan proses produksi, pemeliharaan mesin, otomasi, hingga pengembangan teknologi.

Lulusan teknik juga dapat meningkatkan daya saing melalui sertifikat keahlian. Pengalaman praktik industri selama kuliah menjadi nilai tambahan ketika mereka mengikuti proses rekrutmen perusahaan internasional.

Sementara itu, perkembangan digital membuat kebutuhan terhadap tenaga teknologi informasi ikut meningkat. Programer, teknisi jaringan, analis data, spesialis keamanan siber, dan tenaga pengembang perangkat lunak memiliki peluang untuk bekerja dengan perusahaan yang beroperasi lintas negara.

Kesehatan Masyarakat ikut membuka peluang di sektor pelayanan

Jurusan Kesehatan Masyarakat juga dapat menjadi pilihan bagi mahasiswa yang ingin berkarier dalam bidang pelayanan kesehatan.

Lulusan jurusan ini mempelajari berbagai aspek kesehatan masyarakat, mulai dari promosi kesehatan, pencegahan penyakit, keselamatan kerja, hingga pengelolaan program kesehatan.

Peluang kerja dapat berkembang pada lembaga kesehatan, organisasi sosial, perusahaan, maupun institusi yang menjalankan program kesehatan masyarakat.

Namun, mahasiswa perlu memahami bahwa peluang kerja di setiap negara bergantung pada pengakuan kualifikasi dan aturan profesi yang berlaku. Karena itu, mereka perlu mengecek persyaratan negara tujuan sebelum menentukan jalur karier.

Kesejahteraan Sosial relevan dengan kebutuhan pendampingan lansia

Jurusan Kesejahteraan Sosial juga memiliki keterkaitan dengan kebutuhan tenaga pendamping dan pelayanan sosial.

Sejumlah negara maju menghadapi peningkatan jumlah penduduk lanjut usia. Kondisi tersebut mendorong kebutuhan terhadap pekerja yang mampu memberikan pendampingan dalam aktivitas sehari-hari.

Lulusan Kesejahteraan Sosial memiliki dasar pengetahuan mengenai pelayanan sosial, pendampingan kelompok rentan, serta pemberdayaan masyarakat.

Jika mahasiswa menggabungkan pendidikan tersebut dengan kemampuan bahasa asing dan sertifikasi terkait perawatan, peluang untuk memasuki sektor pelayanan sosial di luar negeri dapat semakin terbuka.

5 jabatan PMI dengan penempatan terbanyak pada 2024

Data BP2MI dalam LAPBUL Desember 2024 juga menunjukkan beberapa jabatan yang mencatat jumlah penempatan tinggi.

Pertama, perawat atau pengasuh.

Kategori ini mencatat 25.141 penempatan atau sekitar 37,73 persen dari total penempatan PMI pada 2024.

Taiwan, Jepang, dan Hong Kong menjadi sejumlah negara yang memiliki kebutuhan besar terhadap tenaga pada bidang tersebut. Pekerja menjalankan tugas seperti mendampingi lansia, membantu aktivitas harian, serta memberikan pendampingan sesuai kebutuhan pengguna jasa.

Kedua, buruh.

Kategori buruh mencatat 17.978 penempatan atau sekitar 26,98 persen.

Kebutuhan tersebut mencakup berbagai pekerjaan pada sektor industri, manufaktur, konstruksi, dan bidang lain yang membutuhkan tenaga operasional.

Ketiga, perawat medis.

Kategori perawat medis mencatat 4.349 penempatan atau sekitar 6,54 persen.

Posisi ini berbeda dari caregiver karena membutuhkan kompetensi keperawatan serta persyaratan profesi yang sesuai dengan ketentuan negara tujuan.

Keempat, pembantu rumah tangga.

Kategori ini mencatat 4.569 penempatan atau sekitar 6,86 persen.

Malaysia dan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah menjadi beberapa tujuan penempatan untuk pekerjaan tersebut.

Kelima, asisten rumah tangga.

Kategori ini mencatat 2.713 penempatan atau sekitar 4,07 persen, dengan Hong Kong menjadi salah satu negara tujuan yang memiliki permintaan tinggi.

Selain lima kategori tersebut, BP2MI juga mencatat kategori pekerjaan lainnya. Kelompok ini mencakup berbagai jabatan seperti petugas keamanan, kru kapal, operator alat berat, dan pekerjaan lainnya dengan total 13.924 penempatan atau sekitar 20,92 persen.

Baca Juga :  Mulai November 2026, Guru PPPK Paruh Waktu di Jambi Dapat Insentif Rp500 Ribu, Ini Rincian Gajinya

Kuliah saja tidak cukup untuk mengejar pekerjaan di luar negeri

Peluang kerja internasional memang menarik. Namun, calon PMI tetap perlu mempersiapkan diri secara menyeluruh.

Ijazah menjadi salah satu dokumen penting, tetapi perusahaan dan negara tujuan dapat meminta persyaratan tambahan. Sertifikat kompetensi, pengalaman kerja, kemampuan bahasa, kesehatan, serta dokumen administrasi dapat menentukan kelancaran proses penempatan.

Calon pekerja juga perlu memilih jalur penempatan resmi. Langkah tersebut penting untuk menghindari informasi lowongan palsu, biaya penempatan yang tidak jelas, serta praktik perekrutan ilegal.

Dengan memilih jurusan yang sesuai kebutuhan industri dan menambah keterampilan yang relevan, mahasiswa dapat mempersiapkan karier internasional sejak bangku kuliah.

Pada akhirnya, peluang bekerja di Jepang, Taiwan, Hong Kong, Korea Selatan, maupun negara lainnya tidak hanya bergantung pada jurusan. Kompetensi, bahasa asing, sertifikasi, pengalaman, dan pemahaman terhadap aturan negara tujuan ikut menentukan daya saing tenaga kerja Indonesia.(*)

Berita Terkait

Pemkab Merangin Perketat Pengawasan Dana BOSP, Sekda Minta Setiap Rupiah Anggaran Pendidikan Tepat Sasaran
Guru Honorer Gagal PPPK atau CPNS, Apakah Masih Digaji? Ini Jawaban Mendikdasmen
Mulai 2027, Anak TK Negeri Bisa Dapat PIP Rp450 Ribu: Ini Syarat dan Ketentuannya
PPPK Jadi PNS 2027 Tanpa Tes? Eks Honorer K2 Jambi Desak Regulasi Khusus
Dede Yusuf Minta Guru Honorer di Atas 35 Tahun Dapat Jalur Afirmasi, Buka Peluang Jadi PNS
Pemerintah Buka Jalan Guru PPPK Jadi PNS 2027, Ini Ketentuan yang Perlu Disiapkan
Jelang Demo Besar September, DPR dan Pemerintah Umumkan Nasib PPPK Paruh Waktu hingga CPNS 2027
Gaji ASN 2027 Naik atau Tidak? Ini Besaran Gaji PNS dan PPPK 2026, Cek Golongan I hingga XVII
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:30 WIB

5 Jurusan Kuliah yang Paling Dicari di Luar Negeri, Peluang Kerja Jepang hingga Taiwan Terbuka Lebar

Senin, 28 September 2026 - 16:31 WIB

Pemkab Merangin Perketat Pengawasan Dana BOSP, Sekda Minta Setiap Rupiah Anggaran Pendidikan Tepat Sasaran

Kamis, 24 September 2026 - 13:01 WIB

Guru Honorer Gagal PPPK atau CPNS, Apakah Masih Digaji? Ini Jawaban Mendikdasmen

Kamis, 24 September 2026 - 06:01 WIB

Mulai 2027, Anak TK Negeri Bisa Dapat PIP Rp450 Ribu: Ini Syarat dan Ketentuannya

Senin, 21 September 2026 - 14:01 WIB

PPPK Jadi PNS 2027 Tanpa Tes? Eks Honorer K2 Jambi Desak Regulasi Khusus

Berita Terbaru