Produktivitas Kentang Kerinci Meningkat 8,76% pada 2025

- Jurnalis

Minggu, 1 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak petani Kerinci tengah memanen hasil pertanian Kentang.

Tampak petani Kerinci tengah memanen hasil pertanian Kentang.

KERINCI,JS – Pada tahun 2025, Kabupaten Kerinci mencatatkan peningkatan produktivitas kentang sebesar 8,76 persen. Peningkatan ini berkontribusi pada kenaikan produksi dan pasokan kentang yang semakin melimpah, memenuhi permintaan pasar regional.

Peningkatan Produktivitas Kentang yang Signifikan

Menurut data dari Statistik Hortikultura, produktivitas kentang Kerinci meningkat dari 16,7 ton per hektare pada tahun 2024 menjadi 18,2 ton per hektare pada tahun 2025.

Baca Juga :  Tiga Bumdes Kerinci Raup Rp50 Juta Perbulan

Kerinci, Sentra Utama Produksi Kentang di Jambi

Radium Halis, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kerinci, menegaskan bahwa Kerinci tetap menjadi sentra utama produksi kentang di Provinsi Jambi. Sentra produksi tersebar di beberapa wilayah, seperti Kayu Aro, Kayu Aro Barat, Gunung Tujuh, dan Gunung Kerinci.

“Pada 2025, produksi kentang Kerinci mencapai 131.387 ton dengan luas panen 7.212 hektare. Kami terus mendorong perluasan akses pasar antar daerah untuk menjaga harga jual tetap menguntungkan bagi petani,” ungkap Radium Halis

Kolaborasi Pemerintah dan Sektor Swasta untuk Pengembangan Produksi

Pemerintah Daerah Kerinci juga aktif memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat serta pelaku usaha kentang nasional. Salah satu langkah utama adalah pengembangan benih kentang melalui Balai Benih Induk Kentang Kayu Aro.

Baca Juga :  Afuan; Perlu Kajian Ilmiah Terkait Penyusutan Air Danau Kerinci

Produksi Kentang Nasional Cukupi Kebutuhan Pasar

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian, Muhammad Agung Sunusi, menambahkan bahwa produksi kentang nasional pada 2025 mencatatkan total 1.235.939 ton dari luas panen 67.758 hektare. Produksi kentang nasional didominasi oleh varietas granola, yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik.

Selain itu, Kementerian Pertanian juga mendorong hilirisasi dan diversifikasi produk olahan kentang.

Baca Juga :  Stok Ribbon Menipis, Pelayanan E-KTP di Kerinci Bisa Terganggu

Hilirisasi: Kunci Peningkatan Kesejahteraan Petani

Menteri Pertanian dalam beberapa kesempatan menegaskan bahwa hilirisasi menjadi kunci dalam transformasi sektor pertanian nasional. “Hilirisasi meningkatkan nilai tambah pada produk pertanian dan berkontribusi pada kesejahteraan petani. Ini adalah langkah penting untuk memperkuat sektor pertanian Indonesia ke depan,” ujar Menteri Pertanian.

Peningkatan ini berpotensi membawa dampak positif bagi ekonomi lokal dan kesejahteraan petani, seiring dengan kebutuhan pasar yang terus berkembang.(TIM)

Berita Terkait

Dihadiri Wawako Azhar, Ini Pesan Sri Kartini Alfin bagi Orang Tua di Kelas Parenting
Kabut Asap Jambi Ganggu 9 Penerbangan di Bandara Sultan Thaha, Pesawat Dialihkan ke Palembang
Absensi Digital Jadi Acuan Evaluasi ASN Sungai Penuh, BKPSDM Pantau Kedisiplinan PNS dan PPPK
Mulai November 2026, Guru PPPK Paruh Waktu di Jambi Dapat Insentif Rp500 Ribu, Ini Rincian Gajinya
Jalan Lubuk Suli–Kubang Empat Tahun Rusak, Pemuda Sempat Tanami Pisang di Tengah Jalan
BREAKING NEWS: Kebakaran Hebat Dekat Pasar Sungai Penuh, Armada Damkar Masih Berjibaku Padamkan Api
Jamkesda Merangin 2026: M Syukur Ingatkan Desa Jangan Abaikan Data Warga Kurang Mampu
Bangunan Milik Warga Tanjung Pauh Hilir Dilalap Sijago Merah, Usaha Pemadaman Masih Dilakukan
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Dihadiri Wawako Azhar, Ini Pesan Sri Kartini Alfin bagi Orang Tua di Kelas Parenting

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Kabut Asap Jambi Ganggu 9 Penerbangan di Bandara Sultan Thaha, Pesawat Dialihkan ke Palembang

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Absensi Digital Jadi Acuan Evaluasi ASN Sungai Penuh, BKPSDM Pantau Kedisiplinan PNS dan PPPK

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:31 WIB

Mulai November 2026, Guru PPPK Paruh Waktu di Jambi Dapat Insentif Rp500 Ribu, Ini Rincian Gajinya

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Jalan Lubuk Suli–Kubang Empat Tahun Rusak, Pemuda Sempat Tanami Pisang di Tengah Jalan

Berita Terbaru