PBB Terancam Bangkrut, Guterres Minta Anggota Bayar Kontribusi

- Jurnalis

Rabu, 4 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ; PBB

Foto ; PBB

INTERNASIONAL,JS- Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, memperingatkan bahwa organisasi internasional itu berada di ambang kebangkrutan. Dalam suratnya kepada negara-negara anggota, ia menekankan pentingnya pembayaran kontribusi penuh dan tepat waktu, karena dana PBB diperkirakan bisa habis pada Juli 2026.

Masalah Keuangan Kronis

Baca Juga :  WNI Bisa Pakai SIM Indonesia di Luar Negeri, Catat Negaranya

Guterres menyebut masalah keuangan PBB bersifat kronis. Beberapa negara anggota belum membayar kontribusi wajib mereka secara penuh, sementara yang lain terlambat melakukan pembayaran. Akibatnya, PBB menghentikan perekrutan staf baru dan memangkas anggaran program. “Semua negara anggota harus memenuhi kewajiban mereka atau mereformasi aturan keuangan untuk mencegah keruntuhan yang segera terjadi,” tegas Guterres.

Tunggakan kontribusi negara anggota saat ini mencapai sekitar US$ 1,6 miliar (Rp 26,85 triliun), lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun lebih dari 150 negara telah membayar iuran mereka. Farhan Haq, juru bicara Guterres, menambahkan bahwa PBB juga harus mengembalikan dana yang tidak terpakai kepada negara anggota, yang semakin menekan kondisi keuangan organisasi.

Guterres menggambarkan situasi ini sebagai “siklus seperti karya Kafka,” karena PBB harus mengembalikan uang yang sebenarnya tidak tersedia. Ia menegaskan bahwa tanpa peningkatan signifikan dalam pemungutan dana, anggaran program PBB untuk 2026 tidak bisa dijalankan sepenuhnya.

Baca Juga :  Bulan Menjauh dari Bumi, Gerhana Matahari Total Terancam Hilang

Ketegangan Geopolitik dan Pemotongan Dana

Peringatan ini muncul di tengah ketegangan geopolitik dan perubahan kebijakan pendanaan dari beberapa negara, terutama Amerika Serikat. Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintahan Presiden Donald Trump mengurangi dukungan ke sejumlah badan PBB dan menunda pembayaran kontribusi wajib. Selain itu, Trump mempertanyakan relevansi organisasi internasional ini.

Bulan ini, Trump meluncurkan inisiatif “Dewan Perdamaian,” yang menurut para kritikus berpotensi menjadi pesaing bagi PBB. Ketegangan antara Amerika Serikat, Rusia, dan Cina—semua anggota tetap dengan hak veto di Dewan Keamanan—juga membuat dewan tersebut sulit mengambil keputusan.

Baca Juga :  Bukan Indonesia, Ini 5 Negara Penghasil Kopi Premium

Dampak Pemotongan Anggaran

Dalam pidato tahunan terakhirnya sebelum masa jabatan berakhir, Guterres menyoroti perpecahan geopolitik dan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional. Ia mengecam pemotongan besar-besaran bantuan pembangunan dan kemanusiaan, yang menurutnya merusak misi PBB dalam menanggulangi krisis global.

Guterres menegaskan bahwa jika negara anggota tidak segera bertindak, PBB tidak bisa menjalankan perannya sebagai forum diplomasi dan penyelesai masalah global. “Kita harus segera memperbaiki aliran dana. Tanpa itu, organisasi ini berisiko gagal memenuhi komitmennya,” kata Guterres.(*)

Berita Terkait

TKI Indonesia Wajib Tahu, Segini Nilai Tukar Won Korea ke Rupiah Hari Ini 2 Oktober 2026
Kurs Yen Jepang ke Rupiah Hari Ini 30 September 2026, Cek Nilai 1 Yen hingga 50.000 Yen
Kurs Ringgit Malaysia Hari Ini 29 September 2026: RM1 Tembus Rp4.410, Cek Kurs Beli dan Jual Terbaru
Eating Papaya Every Day: 5 Health Conditions This Tropical Fruit May Help Manage
Tokenized U.S. Stocks Enter New Era as SEC Opens Five-Year Regulatory Path for On-Chain Trading
Kurs Yen Jepang Hari Ini Sabtu 26 September 2026: ¥10.000 Setara Rp1,13 Juta, Cek Konversi Lengkap JPY ke IDR
Cloves Health Benefits: 7 Potential Health Benefits of Eugenol-Rich Cloves You Should Know
Bitcoin, Ethereum Rally More Than 14% in a Week as Institutional Money Drives Crypto Market
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:30 WIB

TKI Indonesia Wajib Tahu, Segini Nilai Tukar Won Korea ke Rupiah Hari Ini 2 Oktober 2026

Rabu, 30 September 2026 - 21:23 WIB

Kurs Yen Jepang ke Rupiah Hari Ini 30 September 2026, Cek Nilai 1 Yen hingga 50.000 Yen

Selasa, 29 September 2026 - 20:31 WIB

Kurs Ringgit Malaysia Hari Ini 29 September 2026: RM1 Tembus Rp4.410, Cek Kurs Beli dan Jual Terbaru

Selasa, 29 September 2026 - 02:01 WIB

Eating Papaya Every Day: 5 Health Conditions This Tropical Fruit May Help Manage

Senin, 28 September 2026 - 04:01 WIB

Tokenized U.S. Stocks Enter New Era as SEC Opens Five-Year Regulatory Path for On-Chain Trading

Berita Terbaru