Diplomasi Nuklir: AS dan Iran Sepakati Pertemuan

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 6 Februari 2026 - 02:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

AS-IRAN. (Sumber/Google)

AS-IRAN. (Sumber/Google)

INTERNASIONAL,JS- Perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran kembali berjalan setelah sempat terancam gagal. Iran meminta pertemuan dipindahkan dari Istanbul ke Oman, dan AS akhirnya menyetujui perubahan tersebut.

Menurut pejabat AS yang berbicara kepada media Axios, beberapa pemimpin Timur Tengah melobi pemerintahan Presiden Donald Trump agar tidak menindaklanjuti ancaman militer terhadap Iran. Setidaknya sembilan negara di kawasan mendesak Gedung Putih untuk tetap melanjutkan jalur diplomatik.

Seorang pejabat AS menyatakan, “Mereka meminta kami tetap mengadakan pertemuan dan mendengarkan apa yang dikatakan Iran. Kami menyampaikan bahwa pertemuan akan tetap dilakukan jika mereka bersikeras, meski kami tetap skeptis.”

Baca Juga :  Rial Iran Anjlok, Nilai Tukar Tembus 1,45 Juta per Dolar AS

Iran Ingin Fokus Nuklir, Bukan Isu Lain

Awalnya, AS dan Iran sepakat bertemu di Istanbul pada hari Jumat, dengan negara-negara Timur Tengah sebagai pengamat. Namun, Iran meminta pertemuan dilakukan secara bilateral di Oman agar fokus hanya pada isu nuklir dan tidak membahas program rudal.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengonfirmasi melalui X bahwa pertemuan akan berlangsung di Muscat pukul 10 pagi pada Jumat. Ia juga mengapresiasi Oman karena mempersiapkan semua pengaturan pertemuan.

Perundingan akan membahas tiga isu: pengayaan uranium, kemampuan rudal balistik, dan dukungan Iran terhadap kelompok bersenjata di kawasan.

Pemerintahan AS menuntut Iran menghentikan pengayaan uranium di dalam negeri. Iran bersedia membatasi pengayaan hingga 20 persen. Washington juga ingin Iran mengurangi jangkauan rudal balistiknya, yang kini bisa mencapai 2.500 km, termasuk pangkalan militer AS dan Israel. Iran menegaskan rudal tersebut merupakan bagian dari pertahanan nasional.

Baca Juga :  Presiden Amerika Kritik Pemimpin Eropa, Soal Perang Ukraina

Selain itu, AS menuntut Iran menghentikan dukungan terhadap sekutu non-negara di kawasan. Israel dan beberapa negara Arab mendukung tuntutan ini. Iran menolak klaim tersebut dan menyebut dukungan terhadap “poros perlawanan” merupakan tindakan pertahanan.

Program luar angkasa strategis Iran juga menjadi perhatian. Washington, Israel, dan beberapa negara Barat khawatir terhadap kerja sama Teheran dengan Moskow dalam bidang satelit dan komunikasi.

Teheran menekankan perundingan harus adil dan mencakup pencabutan sanksi yang telah menghancurkan perekonomian negaranya.

Sikap Presiden Trump dan AS

Presiden Trump tetap ingin mencapai kesepakatan dengan Iran.

Pejabat AS menegaskan, mereka tetap membuka jalur komunikasi meski skeptis terhadap hasil perundingan. “Kami tidak naif terhadap Iran. Jika ada perundingan yang nyata, kami akan mengikutinya, tapi tidak akan membuang waktu,” kata seorang pejabat.

Baca Juga :  Hak Palestina, Iran Tolak Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menambahkan, Presiden Trump memiliki beberapa opsi untuk menghadapi Iran dan siap bertemu pihak manapun pada Jumat. Ia menekankan, setiap pertemuan harus membahas isu rudal balistik, karena membatasi pembicaraan hanya pada satu isu tidak cukup dari perspektif Washington.

Reaksi Regional dan Persiapan Israel

Beberapa negara di Timur Tengah berharap diplomasi membawa Iran dan AS mencapai kesepakatan. Di sisi lain, Israel terus menyiapkan skenario militer.

Pada Selasa, utusan Gedung Putih Steve Witkoff bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan pejabat senior pertahanan. Mereka membahas posisi Israel menjelang pertemuan dengan Iran. Netanyahu menekankan bahwa Iran tidak dapat dipercaya.

Kapal induk USS Abraham Lincoln pernah terlihat berlayar di Selat Hormuz, menunjukkan kesiapan militer AS di kawasan.(*)

Berita Terkait

Gaji TKI di Australia Makin Menggiurkan, Kurs Dolar Australia Tembus Rp12.330 Hari Ini
Ringgit Malaysia Kian Menguat, Segini Kurs 1 MYR ke Rupiah Hari ini
Ringgit Malaysia Menguat! Kurs MYR ke Rupiah Hari Ini Tembus Rp4.381
Kurs Ringgit Malaysia ke Rupiah Hari Ini 25 Juni 2026, 100 Ringgit Berapa Rupiah?
Harga Pertamax Berpotensi Turun Juli 2026, Ini Penyebab Utama dan Prediksi Terbaru BBM Non Subsidi
5 Ringgit Berapa Rupiah?, Cek Kurs Ringgit Terhadap Rupiah Malam Ini
Kian Menguat, Cek Kurs Ringgit Malaysia Terhadap Rupiah Hari Ini 22 Juni 2026
Kurs Rupiah terhadap Dolar Hong Kong Hari Ini Menguat? Cek Nilai Tukar HKD Terbaru
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 20:02 WIB

Gaji TKI di Australia Makin Menggiurkan, Kurs Dolar Australia Tembus Rp12.330 Hari Ini

Senin, 29 Juni 2026 - 20:01 WIB

Ringgit Malaysia Kian Menguat, Segini Kurs 1 MYR ke Rupiah Hari ini

Minggu, 28 Juni 2026 - 22:18 WIB

Ringgit Malaysia Menguat! Kurs MYR ke Rupiah Hari Ini Tembus Rp4.381

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:02 WIB

Kurs Ringgit Malaysia ke Rupiah Hari Ini 25 Juni 2026, 100 Ringgit Berapa Rupiah?

Rabu, 24 Juni 2026 - 06:01 WIB

Harga Pertamax Berpotensi Turun Juli 2026, Ini Penyebab Utama dan Prediksi Terbaru BBM Non Subsidi

Berita Terbaru

IHSG

Bisnis

IHSG Ditutup Anjlok, Investor Dibayangi Tekanan Jual Besar

Selasa, 30 Jun 2026 - 23:01 WIB