Janji Infrastruktur Tak Terpenuhi? Warga Kerinci Soroti Minimnya APBD Jambi 2025, Akses Jalan Jadi Sorotan Tajam

- Jurnalis

Selasa, 11 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto :Gubernur Jambi, H Alharis

Foto :Gubernur Jambi, H Alharis

KERINCI,JS- Kondisi pembangunan di Kabupaten Kerinci kembali menjadi sorotan publik. Meskipun Alharis tercatat aktif melakukan kunjungan kerja ke wilayah tersebut selama dua periode kepemimpinannya, masyarakat menilai realisasi anggaran tidak mencerminkan komitmen pembangunan yang dijanjikan.

Sebaliknya, data dari dokumen Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Provinsi Jambi tahun 2025 menunjukkan fakta yang cukup mengejutkan. Proyek strategis di Kerinci nyaris tidak terlihat. Pemerintah provinsi hanya mencantumkan paket-paket kecil melalui skema Penunjukan Langsung (PL) dengan nilai di bawah Rp200 juta, bahkan sebagian proyek hanya bernilai kurang dari Rp100 juta.

Situasi ini langsung memicu kekecewaan warga. Mereka mempertanyakan keseriusan pemerintah provinsi dalam mendorong pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah yang memiliki potensi besar seperti Kerinci.

Janji Infrastruktur Jadi Sorotan Utama

Lebih lanjut, warga menilai ketimpangan ini semakin terasa karena janji pembangunan infrastruktur, terutama akses jalan menuju Sungai Kuning, hingga kini belum terealisasi secara maksimal.

Padahal, akses jalan tersebut memiliki peran strategis dalam membuka konektivitas ekonomi, meningkatkan pariwisata, serta mempercepat distribusi hasil pertanian masyarakat setempat.

Romi, salah satu warga Kerinci, secara tegas menyampaikan kekecewaannya.

“Kehadiran pak gubernur disambut layaknya raja, tapi beliau tidak menepati janji pembangunan di Kerinci,” ujarnya.

Pernyataan ini menggambarkan sentimen yang berkembang di tengah masyarakat. Mereka tidak hanya menginginkan kunjungan seremonial, tetapi juga bukti nyata berupa pembangunan yang berdampak langsung.

Baca Juga :  Resmi! 49 Pejabat Pemprov Jambi Dilantik, Direktur RSJD Berganti, Ini Dampaknya untuk Pelayanan Publik

Kunjungan Intensif, Namun Dampak Minim

Selama menjabat, Gubernur Alharis memang dikenal aktif turun ke lapangan, termasuk ke Kerinci dan Sungai Penuh. Dalam berbagai kesempatan, ia bahkan kerap menyebut dirinya sebagai “orang Kerinci”.

Namun demikian, masyarakat mulai mempertanyakan relevansi antara intensitas kunjungan dengan hasil pembangunan yang dirasakan.

Di satu sisi, kunjungan tersebut menunjukkan perhatian pemerintah. Akan tetapi, di sisi lain, masyarakat tidak melihat perubahan signifikan dalam hal infrastruktur, ekonomi lokal, maupun peningkatan kualitas layanan publik.

Akibatnya, muncul persepsi bahwa kunjungan tersebut lebih bersifat simbolis dibandingkan strategis.

Data LPSE Perkuat Kritik Publik

Selain itu, transparansi data melalui LPSE justru memperkuat kritik masyarakat. Publik dapat dengan mudah mengakses daftar proyek yang dianggarkan pemerintah provinsi.

Fakta menunjukkan bahwa proyek bernilai besar dan berskala strategis lebih banyak terpusat di daerah lain. Sementara itu, Kerinci hanya mendapatkan porsi kecil yang dinilai tidak cukup untuk mendorong pertumbuhan ekonomi secara signifikan.

Dengan kondisi ini, masyarakat mulai mempertanyakan prinsip pemerataan pembangunan yang selama ini digaungkan pemerintah.

Dampak Langsung ke Ekonomi dan Pariwisata

Minimnya pembangunan infrastruktur tidak hanya berdampak pada aksesibilitas, tetapi juga menghambat potensi ekonomi daerah.

Kerinci dikenal sebagai salah satu wilayah dengan kekayaan alam luar biasa. Mulai dari sektor pertanian, perkebunan, hingga pariwisata alam, semuanya memiliki peluang besar untuk dikembangkan.

Namun, tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, potensi tersebut sulit berkembang secara optimal.

Sebagai contoh, akses jalan yang buruk menuju kawasan wisata atau sentra produksi pertanian menyebabkan biaya logistik meningkat. Akibatnya, daya saing produk lokal menurun.

Baca Juga :  Puluhan Paket Irigasi Masuk ke Kerinci

Harapan Warga: Bukan Sekadar Janji

Masyarakat Kerinci kini berharap pemerintah provinsi segera melakukan evaluasi terhadap kebijakan anggaran.

Mereka menginginkan alokasi APBD yang lebih proporsional dan berorientasi pada kebutuhan riil di lapangan. Selain itu, warga juga meminta pemerintah untuk lebih transparan dalam menentukan prioritas pembangunan.

Lebih penting lagi, masyarakat berharap adanya konsistensi antara janji politik dengan realisasi program.

Strategi Agar Pembangunan Lebih Merata

Agar kondisi ini tidak berlarut-larut, beberapa langkah strategis perlu dilakukan:

  • Pemerintah harus meningkatkan alokasi anggaran untuk daerah dengan potensi besar seperti Kerinci
  • Perencanaan pembangunan harus berbasis data dan kebutuhan masyarakat
  • Pengawasan publik perlu diperkuat untuk memastikan transparansi
  • Pemerintah harus fokus pada proyek infrastruktur berdampak langsung

Dengan langkah tersebut, diharapkan pembangunan tidak lagi terpusat, melainkan merata dan berkelanjutan.

FAQ

  1. Mengapa warga Kerinci kecewa dengan APBD Jambi 2025?

Warga menilai alokasi anggaran terlalu kecil dan tidak mencakup proyek strategis yang berdampak besar bagi pembangunan daerah.

  1. Apa proyek yang paling disoroti masyarakat?

Akses jalan menuju Sungai Kuning menjadi sorotan utama karena hingga kini belum terealisasi secara optimal.

  1. Apa dampak minimnya pembangunan di Kerinci?

Dampaknya meliputi terhambatnya pertumbuhan ekonomi, pariwisata, serta meningkatnya biaya logistik masyarakat.

  1. Apakah pemerintah sudah memberikan penjelasan?

Hingga kini, masyarakat masih menunggu penjelasan resmi terkait prioritas anggaran tersebut.

  1. Apa harapan masyarakat ke depan?

Masyarakat berharap adanya peningkatan anggaran dan realisasi pembangunan yang lebih merata serta transparan.

Kesimpulan

Kondisi APBD Jambi 2025 memunculkan pertanyaan besar tentang komitmen pemerataan pembangunan. Meskipun Gubernur Alharis aktif melakukan kunjungan ke Kerinci, masyarakat menilai langkah tersebut belum diiringi dengan realisasi program yang nyata.

Kini, publik menunggu tindakan konkret. Pemerintah harus menjawab kritik dengan kebijakan yang lebih adil, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Jika tidak, kepercayaan publik terhadap janji pembangunan akan terus menurun. Sebaliknya, jika pemerintah mampu memperbaiki arah kebijakan, Kerinci berpotensi menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi.(AN)

Berita Terkait

Kemarau Panjang di Jambi, Pemkot Salurkan 1,345 Juta Liter Air Bersih ke Warga: Ini Wilayah yang Jadi Perhatian
Festival Kopi Kerinci 2026 Resmi Dibuka, Bupati Monadi Bidik Kopi Lokal Naik Kelas dan Tembus Pasar Lebih Luas
Festival Kopi Kerinci 2026 Jadi Momentum Angkat Kopi Lokal, Alfin Dorong Nilai Tambah dan Kesejahteraan Petani
Ironis! Permukiman Warga Hanya 2,5 Km dari Jaringan PLN, Bertahun-tahun Masih Pakai Genset
Kemarau Panjang Melanda Sarolangun, 7 Desa di Pauh Darurat Air Bersih
Karhutla Bukit Telasih Merangin Meluas, Bupati M Syukur Minta Warga Hentikan Bakar Lahan
Sejumlah Sekolah Dipimpin PLT, BKPSDM Sungai Penuh: Sudah Sesuai Aturan
Safari Jumat Wako Alfin: Serahkan Bantuan Masjid Rp5 Juta hingga Himbauan Kabut Asap
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 12:50 WIB

Kemarau Panjang di Jambi, Pemkot Salurkan 1,345 Juta Liter Air Bersih ke Warga: Ini Wilayah yang Jadi Perhatian

Minggu, 20 September 2026 - 08:01 WIB

Festival Kopi Kerinci 2026 Resmi Dibuka, Bupati Monadi Bidik Kopi Lokal Naik Kelas dan Tembus Pasar Lebih Luas

Sabtu, 19 September 2026 - 17:01 WIB

Festival Kopi Kerinci 2026 Jadi Momentum Angkat Kopi Lokal, Alfin Dorong Nilai Tambah dan Kesejahteraan Petani

Sabtu, 19 September 2026 - 14:01 WIB

Ironis! Permukiman Warga Hanya 2,5 Km dari Jaringan PLN, Bertahun-tahun Masih Pakai Genset

Sabtu, 19 September 2026 - 13:01 WIB

Kemarau Panjang Melanda Sarolangun, 7 Desa di Pauh Darurat Air Bersih

Berita Terbaru