Perang Lawan Judol, OJK Blokir 32.144 Rekening

- Jurnalis

Jumat, 6 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Perang OJK Lawan Judol

Ilustrasi Perang OJK Lawan Judol

JAKARTA,JS- Perang Lawan Judol, OJK Blokir 32.144 Rekening

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperketat pengawasan sektor perbankan untuk menekan dampak judi online terhadap stabilitas sistem keuangan dan perekonomian nasional. Sebagai bagian dari upaya tersebut, OJK meminta perbankan memblokir 32.144 rekening yang terindikasi terkait aktivitas judi online hingga awal Januari 2026.

Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mempersempit ruang transaksi ilegal di sistem keuangan formal.

Baca Juga :  OJK Dorong BPD Lewat KUB Perkuat UMKM dan Ekonomi Daerah

Pemblokiran Berdasarkan Data Komdigi

Dalam pelaksanaannya, OJK menindaklanjuti data dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI yang mengidentifikasi rekening perbankan sebagai sarana transaksi judi online.

Selanjutnya, OJK menginstruksikan perbankan menindaklanjuti temuan tersebut secara cepat agar sistem keuangan terhindar dari penyalahgunaan.

OJK Perintahkan Penutupan Rekening Ber-NIK Sama

Tidak hanya memblokir rekening utama, OJK juga memerintahkan perbankan menutup rekening lain yang menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang sama dengan pemilik rekening terindikasi judi online.

Selain itu, perbankan menerapkan enhanced due diligence (EDD) terhadap nasabah terkait guna mencegah transaksi lanjutan yang melanggar ketentuan.

PPATK Mencatat Penurunan Transaksi Judol

Seiring penguatan pengawasan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat penurunan transaksi judi online sepanjang 2025. PPATK mencatat nilai transaksi mencapai Rp286,8 triliun, turun sekitar 20 persen dibandingkan 2024 yang mencapai Rp359,8 triliun.

Bahkan, Kepala Biro Humas PPATK, Natsir Kongah, menyampaikan bahwa pelaku melakukan transaksi tersebut sebanyak 422,1 juta kali sepanjang 2025.

Dana Deposit Judi Online Ikut Menurun

Tak hanya itu, PPATK juga mencatat penurunan dana deposit judi online. Sepanjang 2025, pelaku menyetorkan dana sebesar Rp36 triliun, lebih rendah dibandingkan Rp51,3 triliun pada 2024.

Dengan demikian, tren tersebut menunjukkan melemahnya intensitas aktivitas judi online.

Baca Juga :  Judol dan Belanja Online; Dua 'Wabah' Perusak Rumah Tangga

Jutaan Pelaku Masih Melakukan Transaksi

Meski begitu, PPATK mencatat sekitar 12,3 juta orang di Indonesia masih melakukan deposit judi online. Mereka memanfaatkan berbagai kanal pembayaran, seperti perbankan, dompet digital, dan QRIS.

Kondisi ini menunjukkan aparat dan regulator masih perlu memperkuat pengawasan secara berkelanjutan.

PPATK Soroti Pergeseran Modus ke QRIS

Di sisi lain, PPATK menyoroti perubahan pola transaksi judi online. Pelaku kini lebih banyak memanfaatkan QRIS sebagai sarana penyetoran deposit dibandingkan transfer bank dan e-wallet.

“Terjadi peningkatan signifikan penggunaan QRIS sebagai metode penyetoran deposit,” ujar Natsir.

OJK Perkuat Sinergi Tekan Judi Online

Ke depan, OJK akan terus memperkuat sinergi dengan PPATK, Komdigi, serta industri perbankan. OJK menargetkan langkah ini mampu menjaga integritas sistem keuangan nasional sekaligus melindungi masyarakat dari dampak negatif judi online.(*)

Berita Terkait

Harga BBM Non-Subsidi 1 November 2026 Berpotensi Naik, Ini Hitung-hitungan Pertamax hingga Dexlite
PPPK Teknis Usia 35 Tahun ke Atas Minta Diangkat PNS Tanpa Tes, Ini Alasan dan Tuntutannya
Pesan Penting Kepala BKN untuk PNS dan PPPK, Persiapan Pensiun Harus Dimulai Sejak Dini
Subsidi Listrik Bakal Diganti Transfer Tunai, Pemerintah Siapkan Uji Coba: Siapa yang Berhak Menerima?
Pemerintah Coret 60.792 Calon Penerima Banpres UMKM di Sumatera, Ini Alasannya
Mulai 1 Januari 2027, 242.482 Guru PPPK Paruh Waktu Beralih ke Pusat, Bagaimana Nasib PPPK Penuh Waktu?
Prabowo Kucurkan Rp125 Miliar untuk Karhutla Jambi, Ini Rincian Daerah Penerima
NIK Bakal Jadi Identitas Tunggal? Ini Rencana Baru Pemerintah dan DPR dalam Revisi UU Adminduk
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Harga BBM Non-Subsidi 1 November 2026 Berpotensi Naik, Ini Hitung-hitungan Pertamax hingga Dexlite

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Pesan Penting Kepala BKN untuk PNS dan PPPK, Persiapan Pensiun Harus Dimulai Sejak Dini

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Subsidi Listrik Bakal Diganti Transfer Tunai, Pemerintah Siapkan Uji Coba: Siapa yang Berhak Menerima?

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:35 WIB

Pemerintah Coret 60.792 Calon Penerima Banpres UMKM di Sumatera, Ini Alasannya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Mulai 1 Januari 2027, 242.482 Guru PPPK Paruh Waktu Beralih ke Pusat, Bagaimana Nasib PPPK Penuh Waktu?

Berita Terbaru