Pasokan Melimpah, Harga Kelapa di Sungai Penuh Turun

- Jurnalis

Senin, 9 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Kelapa di Kerinci dan Sungai Penuh turun.

Harga Kelapa di Kerinci dan Sungai Penuh turun.

SUNGAIPENUH,JS- Harga kelapa di Pasar Sungai Penuh kini mencapai Rp9.500 per butir, turun sekitar Rp850 dibandingkan pekan lalu. Penurunan ini terjadi karena pasokan kelapa dari beberapa daerah melimpah, termasuk Dusun Kota Raya Kaban, Balai Selasa, Air Haji, dan Silaut di Kabupaten Pesisir Selatan.

Pasokan Melimpah Picu Penurunan Harga

Robi, salah seorang pedagang kelapa di Sungai Penuh, menjelaskan bahwa panen raya di daerah-daerah tersebut membuat stok kelapa berlimpah. “Karena panen melimpah, harga di pasar ikut turun,” katanya

Baca Juga :  Harga LPG di Merangin Mahal, DPRD Minta Pengawasan Distribusi

Selain itu, ia menambahkan bahwa harga di tingkat pengepul berkisar Rp7.700 hingga Rp7.800 per butir. Dengan harga jual Rp9.500, keuntungan pedagang hanya sekitar Rp600 per butir, sudah termasuk biaya operasional seperti transportasi dari Pesisir Selatan ke Sungai Penuh.

Permintaan Naik Menjelang Ramadan

Meski harga turun saat ini, dia memperkirakan tren harga kelapa akan kembali naik menjelang pertengahan Ramadan dan Idulfitri.

Selain itu, pedagang dari Sumatera Barat dan Mukomuko, Bengkulu, mulai membeli kelapa untuk persiapan Ramadan dan Idulfitri. “Permintaan dari pedagang luar ikut mendorong harga naik,” katanya

Baca Juga :  Sambut Ramadhan, Catat Jadwal dan Niat Puasa Nisfu Syaban

Sejarah Harga dan Prediksi ke Depan

Dia mengingatkan bahwa harga kelapa pernah menembus Rp14.000 per butir ketika perusahaan besar memborong kelapa dari wilayah pesisir. Bahkan di Pulau Jawa, harga kelapa sempat mencapai Rp35.000 per butir pada Maret 2025.

Melihat kondisi pasar saat ini, ia memprediksi harga kelapa akan naik sekitar 15 persen pada pertengahan Februari 2026, dengan kisaran Rp7.000 hingga Rp8.500 per butir, menjelang Idulfitri.(TIM)

Berita Terkait

Jaringan Tak Stabil, Warga Kecamatan Batang Merangin Kesulitan Akses Internet
Program 3S Sungai Penuh Makin Kuat, Azhar Hamzah Puji Kekompakan ASN Bantu Atasi Stunting
Pemutihan PKB Jambi Diperpanjang, Warga Punya Waktu hingga Akhir Desember 2026
PPPK Paruh Waktu Kerinci Cemas, Ini Penjelasan BKPSDM Kerinci Soal Perpanjangan Kontrak
Sempat Viral Aksi Tanam Pisang, Jalan Belui–Koto Lanang Segera Diperbaiki, Ini Target PUPR Kerinci
Kualitas Udara Jambi Masuk Zona Berbahaya, Muaro Jambi dan Tebo Catat PM2.5 di Atas 300
Festival Kerinci 2026 Segera Digelar, Ini Jadwal dan Deretan Atraksi Budaya yang Bisa Disaksikan
Hasil Seleksi Segera Diumumkan; Siapa Isi 5 Kursi Kepala OPD Sungai Penuh?, Ini Kata BKPSDM
Berita ini 75 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Jaringan Tak Stabil, Warga Kecamatan Batang Merangin Kesulitan Akses Internet

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:10 WIB

Program 3S Sungai Penuh Makin Kuat, Azhar Hamzah Puji Kekompakan ASN Bantu Atasi Stunting

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:01 WIB

PPPK Paruh Waktu Kerinci Cemas, Ini Penjelasan BKPSDM Kerinci Soal Perpanjangan Kontrak

Minggu, 4 Oktober 2026 - 16:31 WIB

Sempat Viral Aksi Tanam Pisang, Jalan Belui–Koto Lanang Segera Diperbaiki, Ini Target PUPR Kerinci

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Kualitas Udara Jambi Masuk Zona Berbahaya, Muaro Jambi dan Tebo Catat PM2.5 di Atas 300

Berita Terbaru