SUNGAIPENUH,JS- Harga kelapa di Pasar Sungai Penuh kini mencapai Rp9.500 per butir, turun sekitar Rp850 dibandingkan pekan lalu. Penurunan ini terjadi karena pasokan kelapa dari beberapa daerah melimpah, termasuk Dusun Kota Raya Kaban, Balai Selasa, Air Haji, dan Silaut di Kabupaten Pesisir Selatan.
Pasokan Melimpah Picu Penurunan Harga
Robi, salah seorang pedagang kelapa di Sungai Penuh, menjelaskan bahwa panen raya di daerah-daerah tersebut membuat stok kelapa berlimpah. “Karena panen melimpah, harga di pasar ikut turun,” katanya
Selain itu, ia menambahkan bahwa harga di tingkat pengepul berkisar Rp7.700 hingga Rp7.800 per butir. Dengan harga jual Rp9.500, keuntungan pedagang hanya sekitar Rp600 per butir, sudah termasuk biaya operasional seperti transportasi dari Pesisir Selatan ke Sungai Penuh.
Permintaan Naik Menjelang Ramadan
Meski harga turun saat ini, dia memperkirakan tren harga kelapa akan kembali naik menjelang pertengahan Ramadan dan Idulfitri.
Selain itu, pedagang dari Sumatera Barat dan Mukomuko, Bengkulu, mulai membeli kelapa untuk persiapan Ramadan dan Idulfitri. “Permintaan dari pedagang luar ikut mendorong harga naik,” katanya
Sejarah Harga dan Prediksi ke Depan
Dia mengingatkan bahwa harga kelapa pernah menembus Rp14.000 per butir ketika perusahaan besar memborong kelapa dari wilayah pesisir. Bahkan di Pulau Jawa, harga kelapa sempat mencapai Rp35.000 per butir pada Maret 2025.
Melihat kondisi pasar saat ini, ia memprediksi harga kelapa akan naik sekitar 15 persen pada pertengahan Februari 2026, dengan kisaran Rp7.000 hingga Rp8.500 per butir, menjelang Idulfitri.(TIM)









