MUAROJAMBI,JS – Disdik memanggil 15 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang beroperasi di Kabupaten Muaro Jambi, pasca insiden dugaan keracunan makanan di Muaro Jambi.
Disdik menjalankan evaluasi total terhadap proses pengolahan dan distribusi makanan. Disdik memeriksa setiap tahapan kerja dapur, mulai dari pengadaan bahan baku hingga pendistribusian makanan ke sekolah.
Selain itu, Disdik mewajibkan pengelola dapur meningkatkan kedisiplinan. Pengelola dapur harus mengawasi kualitas bahan, menjaga kebersihan dapur, dan memastikan proses penyajian makanan berjalan sesuai standar keamanan pangan.
Kadisdik Tegaskan Komitmen Jaga Mutu MBG
Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Muaro Jambi, Kasyful Iman, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga mutu program MBG. Ia menilai evaluasi ini penting untuk mencegah kejadian serupa terulang.
“Kami memastikan setiap siswa menerima makanan yang aman dan bergizi. Kami tidak memberi toleransi terhadap kelalaian,” tegas Kasyful.
Disdik Perluas Edukasi ke Sekolah dan Orang Tua
Tak hanya itu, Disdik memperluas edukasi dan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Melalui langkah ini, Disdik berupaya menenangkan kekhawatiran masyarakat dan mengembalikan kepercayaan orang tua siswa.
Dengan langkah tersebut, Disdik menegaskan bahwa program MBG tetap aman dan layak konsumsi selama seluruh pelaksana menjalankan standar operasional secara konsisten.
Pemda Perkuat Pengawasan Lintas Sektor
Sementara itu, pemerintah daerah menggandeng Satgas MBG Kabupaten Muaro Jambi dan DPRD untuk memperketat pengawasan. Pemerintah daerah meminta seluruh pihak aktif mengawasi kinerja dapur MBG di lapangan.
Pada saat yang sama, pemerintah daerah menginstruksikan pengelola dapur memperketat pengawasan internal agar kualitas makanan tetap terjaga hingga diterima siswa.
BGN Tegaskan Ancaman Sanksi
Di tingkat regional, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Jambi, Adityo Wirapranatha, menegaskan kesiapan lembaganya menjatuhkan sanksi tegas. BGN akan menghentikan operasional dapur jika menemukan kelalaian dalam pengelolaan makanan.
“Jika pengelola mengulangi pelanggaran, kami menutup dapur secara permanen,” ujar Adityo.
Dinkes Provinsi Teliti Sampel Makanan
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Ike Silviana, menyampaikan bahwa pihaknya mengirim seluruh sampel makanan ke laboratorium. Tim laboratorium kini meneliti sampel tersebut untuk memastikan penyebab pasti insiden.
Selanjutnya, Dinas Kesehatan Provinsi Jambi akan mempublikasikan hasil pemeriksaan kepada masyarakat secara terbuka.
Pemanggilan Dapur Tegaskan Keseriusan Pemda
Secara keseluruhan, pemanggilan 15 dapur MBG menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan program strategis ini. Melalui evaluasi ketat, pengawasan berlapis, dan penerapan sanksi, Pemkab Muaro Jambi menjaga Program Makan Bergizi Gratis tetap aman, berkualitas, dan mendapat kepercayaan publik.(*)









