Giliran Whatsapp yang Diblokir di Rusia

- Jurnalis

Sabtu, 14 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Giliran aplikas Whatsapp yang dilarang di Rusia

Giliran aplikas Whatsapp yang dilarang di Rusia

INTERNASIONAL,JS – Pemerintah Rusia memperluas pemblokiran layanan media sosial dan aplikasi pesan asing, termasuk WhatsApp, Facebook, dan Instagram, yang dimiliki perusahaan Amerika Serikat, Meta. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan kepada BBC bahwa pemerintah mengambil langkah ini karena Meta menolak mematuhi hukum dan norma Rusia.

Peskov menambahkan, Meta masih bisa beroperasi di Rusia jika bersedia mematuhi peraturan lokal dan membuka dialog dengan pemerintah. Ia juga menegaskan bahwa warga Rusia tidak dipaksa menggunakan aplikasi buatan negara, Max, yang kini menjadi alternatif resmi. “Max merupakan pilihan yang tersedia bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  China Ciptakan “Microwave Pembunuh Satelit” Mini

Telegram dan Keamanan Digital Menjadi Sorotan

Selain Meta, Roskomnadzor, badan pengawas internet Rusia, mengumumkan akan membatasi akses ke aplikasi pesan Telegram. Otoritas menilai Telegram kurang aman meskipun aplikasi ini sangat populer, terutama di kalangan pasukan Rusia yang bertugas di Ukraina.

Kantor berita pemerintah Tass melaporkan, WhatsApp kemungkinan akan diblokir secara permanen di Rusia pada 2026. Pejabat Rusia, Andrei Svintsov, menyatakan bahwa tindakan ini sah karena Meta telah ditetapkan sebagai organisasi ekstremis. Namun, blogger pro-perang mengkritik keputusan tersebut karena menghambat komunikasi di lapangan.

Alternatif Domestik Max Semakin Digalakkan

Sejak sebelum invasi penuh ke Ukraina pada 2022, pemerintah Rusia berupaya membangun alternatif domestik untuk internet global. Upaya ini semakin cepat selama perang, seiring dorongan penggunaan platform berbasis negara, Max.

Para pengamat menilai Max bisa menjadi alat pengawasan, meskipun media pemerintah membantah hal ini. Saat ini, Max dipromosikan secara luas melalui iklan televisi, papan reklame, dan dukungan pejabat setempat.

Data Lokal Jadi Syarat Operasi

Rusia menuntut WhatsApp dan Telegram menyimpan data pengguna di dalam negeri. Pemerintah beralasan layanan ini menolak ketentuan tersebut dan kerap digunakan untuk penipuan serta pemerasan warga Rusia.

Meta menanggapi dengan menyatakan bahwa langkah Rusia mendorong lebih dari 100 juta penggunanya beralih ke aplikasi domestik. “Mengisolasi warga dari komunikasi pribadi dan aman justru menurunkan tingkat keamanan masyarakat,” tulis perusahaan dalam pernyataan resmi.

Akses Layanan Global Semakin Terbatas

Sejak Meta dicap sebagai kelompok ekstremis pada 2022, pemerintah Rusia memblokir layanan WhatsApp, Facebook, dan Instagram. Masyarakat masih bisa mengaksesnya melalui jaringan pribadi virtual (VPN).

Selain itu, proyek hak digital Na Svyazi (In Touch) mencatat bahwa Roskomnadzor sering menghapus situs web dari direktori alamat internet negara. Saat ini, 13 layanan populer, termasuk YouTube, Facebook, WhatsApp Web, Instagram, BBC, dan Deutsche Welle, tidak bisa dibuka tanpa VPN.

Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa Rusia semakin membatasi akses terhadap platform global sekaligus memperkuat ekosistem digital lokal.(*)

Berita Terkait

Instagram Bisa Jadi Ladang Cuan, Ini 4 Cara Terbaru Menghasilkan Uang yang Perlu Dicoba
Kurs Yen Jepang ke Rupiah Hari Ini 30 September 2026, Cek Nilai 1 Yen hingga 50.000 Yen
Kurs Ringgit Malaysia Hari Ini 29 September 2026: RM1 Tembus Rp4.410, Cek Kurs Beli dan Jual Terbaru
Telepon Mengaku dari Bank? Jangan Panik, Ini 5 Cara Cegah Penipuan dan Lindungi Rekening
Infinix XPAD 30 Pro Hadir di Indonesia, Tablet 11 Inci Ini Siap Temani Gamer Push Rank
Samsung Rilis One UI 9: Ini Fitur Baru Galaxy untuk Gaming, AI hingga Multitasking
Eating Papaya Every Day: 5 Health Conditions This Tropical Fruit May Help Manage
HP Sering Dipinjam Teman? 5 Cara Mengunci Aplikasi Ini Bisa Lindungi Chat, Foto hingga Mobile Banking
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Instagram Bisa Jadi Ladang Cuan, Ini 4 Cara Terbaru Menghasilkan Uang yang Perlu Dicoba

Rabu, 30 September 2026 - 21:23 WIB

Kurs Yen Jepang ke Rupiah Hari Ini 30 September 2026, Cek Nilai 1 Yen hingga 50.000 Yen

Selasa, 29 September 2026 - 20:31 WIB

Kurs Ringgit Malaysia Hari Ini 29 September 2026: RM1 Tembus Rp4.410, Cek Kurs Beli dan Jual Terbaru

Selasa, 29 September 2026 - 18:01 WIB

Telepon Mengaku dari Bank? Jangan Panik, Ini 5 Cara Cegah Penipuan dan Lindungi Rekening

Selasa, 29 September 2026 - 15:01 WIB

Infinix XPAD 30 Pro Hadir di Indonesia, Tablet 11 Inci Ini Siap Temani Gamer Push Rank

Berita Terbaru