KERINCI,JS- Kabar menggembirakan datang bagi pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Kerinci. Pada 2025, pemerintah memastikan sebanyak 2.700 siswa SMP menerima Bantuan Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP). Program ini menjadi dorongan penting bagi siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap melanjutkan pendidikan tanpa hambatan biaya.
Rincian Besaran Bantuan Tiap Kelas
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci, Dian Eka Satria, menjelaskan bahwa besaran bantuan berbeda sesuai jenjang kelas.
“Siswa kelas VII menerima Rp 325.000 per orang. Sementara itu, siswa kelas VIII dan IX masing-masing mendapatkan Rp 700.000,” ujarnya, Rabu (12/2/2026).
Perbedaan nominal ini menyesuaikan kebutuhan siswa di tiap tingkat. Dengan demikian, bantuan dapat mendukung keperluan belajar secara lebih proporsional.
Dana Masuk Rekening Siswa
Selain itu, pemerintah menyalurkan dana PIP langsung ke rekening masing-masing siswa. Mekanisme ini memudahkan penerima dalam mengakses dan menggunakan bantuan.
Siswa dapat memanfaatkan dana tersebut untuk membeli buku pelajaran, alat tulis, seragam, hingga kebutuhan operasional sekolah lainnya. Karena dana masuk langsung ke rekening, siswa dan orang tua memiliki keleluasaan dalam mengatur penggunaannya sesuai kebutuhan prioritas.
Prioritas bagi Keluarga Kurang Mampu
Pemerintah memprioritaskan siswa dari keluarga miskin dan rentan miskin sebagai penerima bantuan. Dinas Pendidikan melakukan pendataan dan verifikasi agar bantuan tepat sasaran.
Dengan langkah ini, pemerintah ingin memastikan bahwa siswa yang benar-benar membutuhkan mendapatkan dukungan pendidikan secara optimal.
Dorongan Agar Siswa Tetap Semangat
Lebih lanjut, Dian berharap bantuan PIP mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Ia menilai dukungan finansial dapat mengurangi beban orang tua sekaligus menjaga semangat belajar anak.
“Melalui PIP, kami ingin anak-anak lebih fokus belajar dan memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin demi masa depan mereka,” tambahnya.
Pada akhirnya, Program PIP 2025 kembali menegaskan komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata dan inklusif. Pemerintah ingin memastikan setiap anak, tanpa terkecuali, memiliki peluang yang sama untuk meraih pendidikan yang layak.(*)









