Pertumbuhan Kredit UMKM Tersendat, Bank Sampoerna Siapkan Strategi Baru untuk 2026

- Jurnalis

Senin, 16 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ; Bank Sampoerna. (Sumber/Google)

Foto ; Bank Sampoerna. (Sumber/Google)

BISNIS,JS- Pertumbuhan kredit untuk sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di PT Bank Sahabat Sampoerna melambat pada tahun 2025. Direktur Finance & Business Planning, Henky Suryaputra, mengaitkan perlambatan ini dengan tekanan yang masih dirasakan dalam perekonomian domestik.

Menurut Henky, kondisi makroekonomi yang belum pulih menahan laju penyaluran kredit, terutama bagi pelaku UMKM yang masih mencoba bangkit dari dampak pandemi Covid‑19.

Baca Juga :  Bank Mandiri Perkuat Struktur Keuangan, Dukung Ekspansi Bisnis

“Kondisi makroekonomi Indonesia yang kurang kondusif berdampak langsung terhadap aktivitas UMKM, sehingga pertumbuhan kredit di segmen ini ikut melambat,” ujar Henky kepada Kontan.

Target Pertumbuhan Single Digit pada 2026

Untuk 2026, Bank Sampoerna menargetkan pertumbuhan kredit di angka single digit. Henky menegaskan bahwa target itu akan disesuaikan dengan perkembangan ekonomi sepanjang tahun.

Sebagai langkah mencapai target, Bank Sampoerna fokus menjaga pertumbuhan kredit tetap sehat. Salah satu strateginya adalah memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra melalui layanan Bank as a Service (BaaS). Henky menekankan, bank tetap mengedepankan prinsip kehati‑hatian dalam menyalurkan kredit.

“Kami memastikan pertumbuhan kredit tidak hanya cepat, tetapi juga sehat dan terkendali,” ujarnya.

Dukung Integrasi Data UMKM oleh OJK

Bank Sampoerna juga menyambut positif rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang membentuk organisasi khusus untuk menghubungkan data UMKM langsung dengan perbankan dan OJK.

Baca Juga :  Pasca Jadi BUMN, BSI Berambisi Naik Kelas Jadi Bank KBMI 4

Henky menilai langkah ini akan meminimalkan kesenjangan informasi di sektor pembiayaan UMKM. Dengan data UMKM yang lebih terintegrasi, bank dapat menilai profil risiko debitur secara transparan dan menyalurkan kredit dengan lebih percaya diri.

“Akses data yang lebih lengkap memungkinkan perbankan mengambil keputusan kredit lebih tepat dan efektif,” kata Henky.

Henky optimistis, jaringan data ini tidak hanya meningkatkan keyakinan perbankan, tetapi juga mendorong pertumbuhan permintaan kredit UMKM secara signifikan di masa depan.(*)

Berita Terkait

Harga BBM Pertamina Hari Ini, Senin 24 Agustus 2026: Pertamax Turun, Cek Daftar Lengkap dan Harga Terbarunya
Bunga Deposito BRI, BNI, dan Mandiri Terbaru Agustus 2026: Mana yang Paling Menguntungkan?
Modal Terbatas Bukan Halangan, Ini Strategi Investasi Saham untuk Membangun Kekayaan Jangka Panjang
BRI Tebar Cashback 50 Persen untuk Beli Voucher Games di BRImo, Bisa Dapat Rp100 Ribu Tiap Bulan
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 23 Agustus 2026 Naik atau Turun? Cek Harga Selengkapnya Disini
Harga Emas Perhiasan Hari Ini Sabtu 22 Agustus 2026 Naik, Cek Daftar Lengkapnya
BNI wondrX 2026 Hadirkan Zona Travel, Tiket Pesawat Murah hingga Visa dalam Satu Tempat
Cara Klaim Jasa Raharja untuk Korban Kecelakaan 2026: Syarat, Dokumen, Prosedur, dan Besaran Santunan
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:01 WIB

Harga BBM Pertamina Hari Ini, Senin 24 Agustus 2026: Pertamax Turun, Cek Daftar Lengkap dan Harga Terbarunya

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Bunga Deposito BRI, BNI, dan Mandiri Terbaru Agustus 2026: Mana yang Paling Menguntungkan?

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:01 WIB

Modal Terbatas Bukan Halangan, Ini Strategi Investasi Saham untuk Membangun Kekayaan Jangka Panjang

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:06 WIB

BRI Tebar Cashback 50 Persen untuk Beli Voucher Games di BRImo, Bisa Dapat Rp100 Ribu Tiap Bulan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:01 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 23 Agustus 2026 Naik atau Turun? Cek Harga Selengkapnya Disini

Berita Terbaru