BISNIS,JS- Bank Mandiri memproyeksikan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio/DPR) untuk tahun buku 2025 tetap di kisaran level tahun sebelumnya. Meski DPR relatif stabil, perseroan memperkirakan total dividen meningkat seiring pertumbuhan laba.
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, mengungkapkan hal ini setelah menghadiri Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (18/2/2026). Ia menegaskan bahwa Bank Mandiri tidak merencanakan perubahan signifikan pada kebijakan dividen tahun ini.
DPR 2025 Tetap 78%
Riduan menjelaskan, “Tahun lalu DPR sekitar 78%, dan kami berencana mengusulkan angka yang sama tahun ini.” Pada 2024, Bank Mandiri membagikan dividen Rp 43,51 triliun dari laba bersih Rp 55,78 triliun.
Sementara itu, laba bersih Bank Mandiri pada 2025 mencapai Rp 56,3 triliun, tumbuh 0,93% secara tahunan. Jika DPR tetap 78%, total dividen diperkirakan mencapai Rp 43,9 triliun, sehingga setiap pemegang saham berpeluang menerima sekitar Rp 472 per saham.
Investor Sambut Positif Proyeksi Dividen
Dengan proyeksi tersebut, investor menyambut positif. Hal ini dapat meningkatkan daya tarik saham Bank Mandiri bagi mereka yang mengincar imbal hasil dividen.
Target NIM dan Pertumbuhan Kredit Lebih Hati-hati
Selain fokus pada dividen, Bank Mandiri menetapkan target margin bunga bersih (net interest margin/NIM) di kisaran 4,6%–4,8% pada 2026.
Di sisi lain, perseroan menargetkan pertumbuhan kredit 7%–9%, lebih rendah dibandingkan capaian 13% pada 2025. Manajemen menegaskan distribusi kredit tetap seimbang di seluruh segmen, mulai dari wholesale, UMKM, hingga konsumer.
“Kami terus menyalurkan kredit dengan prinsip kehati-hatian dan mengelola likuiditas secara cermat, terutama di tengah dinamika suku bunga serta persaingan industri perbankan,” jelas Riduan.(*)









