TEKNOLOGI,JS- Membeli televisi di era digital tidak lagi sesederhana memilih ukuran layar atau resolusi gambar. Kini, konsumen dihadapkan pada tiga istilah utama: Smart TV, Android TV, dan Google TV.
Sekilas, ketiganya tampak serupa karena sama-sama terhubung ke internet dan mendukung layanan streaming. Namun, di balik layar, masing-masing memiliki sistem kerja dan pengalaman penggunaan yang sangat berbeda.
Agar tidak salah langkah, berikut penjelasan lengkap yang perlu Anda pahami sebelum membeli TV baru.
Mengenal Smart TV: Sederhana dan Stabil
Pertama, mari mulai dari Smart TV. Jenis televisi ini menggunakan sistem operasi bawaan yang dikembangkan langsung oleh pabrikan, seperti Tizen milik Samsung atau WebOS dari LG.
Apa yang Menjadi Keunggulannya?
Smart TV menawarkan antarmuka yang cepat dan stabil. Produsen merancang sistemnya khusus untuk perangkat tersebut, sehingga navigasi terasa ringan dan jarang mengalami gangguan.
Di Mana Letak Kekurangannya?
Namun, kesederhanaan ini membawa keterbatasan. Pilihan aplikasi cenderung sedikit, dan pengguna tidak bisa menginstal aplikasi di luar ekosistem pabrikan. Selain itu, pembaruan sistem biasanya tidak datang secara rutin.
Singkatnya, Smart TV cocok untuk pengguna yang mengutamakan kemudahan tanpa kebutuhan fitur tambahan yang kompleks.
Beralih ke Android TV: Lebih Bebas dan Fleksibel
Selanjutnya, ada Android TV. Berbeda dari Smart TV biasa, Android TV menggunakan sistem operasi Android yang dikembangkan oleh Google.
Mengapa Android TV Menarik?
Android TV memberi pengguna akses penuh ke Google Play Store, sehingga Anda bisa mengunduh ribuan aplikasi dan game. Selain itu, sistem ini sudah mendukung Google Assistant untuk perintah suara dan Chromecast untuk menampilkan layar ponsel ke TV.
Hal yang Perlu Diperhatikan
Meski menawarkan fleksibilitas tinggi, Android TV sangat bergantung pada spesifikasi perangkat keras. Jika RAM atau prosesornya rendah, performa bisa terasa kurang responsif.
Dengan kata lain, Android TV ideal bagi pengguna yang gemar bereksperimen dengan aplikasi dan fitur tambahan.
Google TV: Evolusi yang Lebih Pintar
Setelah Android TV, muncullah Google TV. Banyak orang mengira Google TV sebagai sistem yang sepenuhnya baru. Padahal, Google TV merupakan pengembangan dari Android TV dengan pendekatan antarmuka yang berbeda.
Fokus pada Konten, Bukan Aplikasi
Google TV langsung menampilkan rekomendasi film dan serial dari berbagai platform seperti Netflix, Disney+, dan YouTube di layar utama. Sistem ini menyesuaikan rekomendasi berdasarkan kebiasaan menonton pengguna.
Konsekuensi di Baliknya
Untuk bekerja optimal, Google TV membutuhkan sinkronisasi akun Google yang lebih intensif. Bagi sebagian orang, hal ini terasa kurang nyaman dari sisi privasi.
Meski begitu, Google TV menawarkan pengalaman menonton yang paling personal di antara ketiganya.(*)









