OTOMOTIF,JS- Banyak pembeli mobil pemula langsung tergoda harga murah tanpa memikirkan konsekuensi setelah transaksi selesai. Padahal, membeli mobil bukan akhir pengeluaran, justru menjadi awal komitmen finansial jangka panjang.
Setelah mobil berada di garasi, pemilik tetap harus menyiapkan dana untuk bahan bakar, servis rutin, perbaikan, pajak kendaraan, hingga asuransi. Karena itu, pemula perlu menyesuaikan pilihan mobil dengan kemampuan keuangan agar tidak kewalahan di tengah jalan.
Sesuaikan Harga Mobil dengan Kondisi Finansial
Sebagai langkah awal, pemula sebaiknya menetapkan batas bujet secara realistis. Jangan menghabiskan seluruh dana hanya untuk membeli unit, karena mobil tetap membutuhkan biaya tambahan setelah digunakan.
Pemilik bengkel spesialis Nissan–Datsun, Arif Suasono Ariyadi, menegaskan bahwa mobil bekas masih menjadi pilihan aman bagi pemula asalkan dipilih dengan perhitungan matang.
“Beli mobil sesuai kemampuan, tapi tetap sisakan dana untuk perawatan dan operasional. Jangan sampai mobil ada, tapi biaya jalan tidak siap,” ujarnya.
Pilih Usia Mobil yang Masih Aman Dirawat
Selanjutnya, Arif menyarankan agar pemula memperhatikan usia kendaraan. Mobil bekas dengan usia lima hingga delapan tahun dinilai masih ideal untuk penggunaan harian.
Menurutnya, mobil yang terlalu tua cenderung membutuhkan perbaikan lebih sering. Sebaliknya, mobil yang masih relatif muda biasanya memiliki kondisi mesin lebih prima dan biaya perawatan lebih terkendali.
Arif yang mengelola Kebat Motors menyebut, pemilihan usia mobil sangat menentukan kenyamanan pemula dalam jangka panjang.
Pertimbangkan Transmisi, Matik Lebih Praktis
Selain usia, jenis transmisi juga perlu menjadi pertimbangan utama. Bagi pemula, mobil bertransmisi otomatis menawarkan kemudahan dalam pengoperasian, terutama saat menghadapi kemacetan.
“Mobil matik lebih ramah karena tidak perlu mengatur kopling. Kalau manual, memang melatih kontrol, tapi bisa bikin cepat lelah di lalu lintas padat,” kata Arif.
Karena itu, pemula yang lebih mengutamakan kenyamanan sebaiknya memilih transmisi otomatis.
Utamakan Dimensi Ringkas agar Mudah Dikendalikan
Di sisi lain, ukuran mobil juga sangat memengaruhi rasa percaya diri pengemudi pemula. Jika belum membutuhkan kapasitas besar, sebaiknya hindari mobil berdimensi bongsor.
Mobil hatchback atau city car dinilai lebih ideal karena mudah diparkir, lincah di jalan sempit, dan memiliki radius putar kecil. Kondisi ini membantu pemula beradaptasi lebih cepat dengan karakter kendaraan.
“Mobil terlalu besar berisiko gampang lecet karena feeling pengemudi belum terbentuk sempurna,” jelas Arif.
Pastikan Spare Part Mudah dan Bengkel Tersedia
Tak kalah penting, pemula perlu memastikan ketersediaan suku cadang. Mobil dengan spare part melimpah akan memudahkan perawatan dan menekan biaya servis.
Arif menyarankan agar pemula tidak memilih mobil yang terlalu langka. “Minimal sudah tahu bengkel langganan yang paham mobil tersebut. Kalau spare part sulit, biaya bisa membengkak,” ujarnya.
Cari yang Irit, Tapi Sesuai Gaya Berkendara
Agar pengeluaran harian tetap hemat, mobil dengan konsumsi bahan bakar irit bisa menjadi pilihan. Namun, pemula juga perlu menyesuaikannya dengan karakter berkendara.
Mobil irit umumnya tidak menawarkan performa agresif. Karena itu, pengemudi yang menyukai akselerasi tinggi perlu memahami kompromi ini sejak awal.
Jangan Abaikan Fitur Keselamatan
Terakhir, fitur keselamatan wajib menjadi prioritas. Airbag, sistem pengereman ABS, serta kamera mundur sangat membantu pengemudi pemula dalam mengantisipasi risiko di jalan.
“Fitur keselamatan dasar harus ada dan berfungsi. Ini penting untuk melindungi pengemudi yang masih belajar membaca situasi,” tegas Arif kepada KOMPAS.com.
Dengan mempertimbangkan bujet, usia mobil, jenis transmisi, dimensi kendaraan, efisiensi bahan bakar, ketersediaan spare part, serta fitur keselamatan, pemula bisa mendapatkan mobil yang nyaman, aman, dan tidak membebani keuangan di masa depan.(*)









