OTOMOTIF,JS- Motor matik masih menjadi andalan banyak orang untuk aktivitas harian. Namun, seiring jarak tempuh yang bertambah, kondisi motor matik perlahan ikut berubah.
Perubahan performa ini sering terasa mendadak. Padahal, masalah tersebut muncul karena akumulasi pemakaian jangka panjang. Banyak pemilik baru menyadari ada yang tidak beres saat tarikan melemah atau suara mesin terdengar berbeda.
Menariknya, keluhan pada motor matik kilometer tinggi tidak selalu muncul akibat perawatan yang buruk. Dalam banyak kasus, usia pakai komponen menjadi faktor utama. Karena itu, memahami gejala sejak awal sangat penting agar kerusakan tidak berkembang lebih jauh.
Tarikan Awal Melemah, Motor Terasa Berat
Pertama, tarikan awal yang terasa berat menjadi keluhan paling sering muncul. Saat pengendara memutar gas, motor merespons lebih lambat dan tenaga seperti tertahan. Kondisi ini paling terasa saat berkendara di lalu lintas padat dengan pola stop and go.
Masalah ini biasanya berasal dari sistem CVT. Komponen seperti roller dan v-belt yang mulai aus tidak lagi bekerja presisi. Akibatnya, putaran mesin gagal tersalurkan optimal ke roda. Jika dibiarkan, beban mesin meningkat dan konsumsi bahan bakar ikut naik.
Mesin Cepat Panas Meski Dipakai Santai
Selain tarikan yang melemah, motor matik jarak tempuh tinggi juga kerap mengalami mesin cepat panas. Bahkan, panas berlebih bisa muncul meski motor hanya digunakan untuk perjalanan pendek.
Kondisi ini langsung menurunkan kenyamanan berkendara. Lebih dari itu, panas berlebih berpotensi merusak komponen lain. Umumnya, masalah ini muncul karena sistem pendinginan tidak lagi bekerja maksimal. Oli mesin yang kualitasnya menurun dan saluran pendingin yang kotor mempercepat kenaikan suhu mesin.
Jika kondisi ini terus berlangsung, risiko overheat meningkat dan usia mesin bisa jauh lebih pendek.
Suara Kasar Mulai Terdengar dari Mesin dan CVT
Selanjutnya, pemilik motor sering mengeluhkan suara kasar atau dengungan halus saat motor melaju konstan. Suara tersebut biasanya muncul dari area mesin atau rumah transmisi dan terdengar semakin jelas saat kecepatan bertambah.
Gesekan jangka panjang menjadi penyebab utamanya. Komponen seperti bearing, kampas kopling, atau bagian CVT yang menipis memicu suara tidak normal. Meski awalnya hanya mengganggu kenyamanan, suara ini bisa berkembang menjadi kerusakan serius jika pemilik mengabaikannya.
Bahan Bakar Lebih Cepat Habis dari Biasanya
Tak hanya soal suara dan tarikan, konsumsi bahan bakar juga ikut berubah. Motor matik dengan kilometer tinggi sering membuat pemilik merasa bensin lebih cepat habis, meski pola berkendara tetap sama.
Kondisi ini muncul karena efisiensi mesin menurun. Filter udara yang kotor, injektor yang tidak bersih, serta komponen mesin yang mulai aus membuat pembakaran tidak lagi sempurna. Akibatnya, motor membutuhkan lebih banyak bahan bakar untuk menghasilkan tenaga yang sama.
Waspada Sejak Dini, Perawatan Jadi Kunci Utama
Pada akhirnya, motor matik memang dikenal tangguh, tetapi tetap memiliki batas usia pakai. Masalah yang muncul setelah jarak tempuh tinggi tergolong wajar dan bisa diantisipasi sejak dini.
Dengan mengenali tanda-tanda awal, pemilik motor bisa mengambil langkah perawatan lebih cepat. Pemeriksaan rutin dan penggantian komponen sesuai kebutuhan membantu menjaga performa tetap stabil. Dengan perhatian yang tepat, motor matik tetap nyaman digunakan meski usianya tidak lagi muda.(*)









