JAKARTA,JS – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, mendorong guru Bimbingan dan Konseling (BK) untuk memperlakukan siswa sebagai bagian dari keluarga.
“Guru BK mesti melihat peserta didik secara menyeluruh, bukan hanya sebatas siswa,” ujar Atip kepada Republika, Kamis (13/11/2025) malam.
Menurut Atip, guru BK memegang peran strategis dalam mendukung kesehatan mental dan emosional siswa, membantu mengelola emosi, mengatasi stres, serta mendeteksi peserta didik yang membutuhkan perhatian khusus, termasuk mereka dengan kebutuhan khusus.
Dorongan memperkuat peran guru BK muncul setelah peledakan di SMAN 72 Jakarta, Jumat (7/11/2025). Polisi menemukan tujuh bom rakitan di area sekolah, empat di antaranya meledak, menimbulkan 96 korban luka, dengan rincian 67 luka ringan, 26 luka sedang, dan tiga luka berat.
Penyelidikan polisi menunjukkan pelaku melanggar beberapa aturan hukum, termasuk Pasal 80 Ayat 2 juncto 76C UU Perlindungan Anak, Pasal 355 KUHP, Pasal 187 KUHP, dan UU Darurat RI.
Atip menekankan bahwa salah satu faktor pelaku melakukan aksi itu adalah rasa kesendirian, yang menegaskan pentingnya dukungan psikososial bagi siswa.
Ia menegaskan peran guru BK sangat penting dalam mencegah masalah psikososial, termasuk risiko kekerasan atau perilaku ekstrem akibat tekanan emosional.(AN)
0









