JAMBI,JS– Serangan siber yang sempat mengganggu layanan digital Bank Jambi membuat aktivitas perbankan berubah sementara waktu. Nasabah kini harus melakukan penarikan dana secara manual di kantor cabang karena layanan ATM dan mobile banking belum sepenuhnya pulih.
Akibat kondisi tersebut, antrean nasabah meningkat di sejumlah kantor cabang. Banyak aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) datang lebih awal untuk memastikan mereka bisa menarik dana yang dibutuhkan.
Namun demikian, manajemen Bank Jambi segera mengambil langkah cepat untuk mengurangi kepadatan layanan.
Strategi Jemput Bola ke Kantor Dinas
Untuk mengurai antrean, Bank Jambi menjalankan strategi layanan “jemput bola”. Tim bank mendatangi langsung kantor-kantor dinas di lingkungan pemerintah agar pegawai dapat melakukan penarikan dana tanpa harus datang ke kantor cabang.
Direktur Operasional Bank Jambi, Zulfikar, menjelaskan bahwa tim bank terlebih dahulu melakukan pendataan kebutuhan di setiap instansi.
“Tim kami mendatangi kantor-kantor dinas. Namun sebelumnya kami melakukan verifikasi jumlah pegawai yang membutuhkan layanan di kantor tersebut,” ujarnya.
Dengan langkah ini, pegawai dapat melakukan transaksi secara kolektif di kantor mereka. Selain itu, strategi tersebut membantu mengurangi antrean panjang di kantor cabang.
Bank Jambi Tambah Teller di Kantor Cabang
Selain layanan jemput bola, Bank Jambi juga memperkuat pelayanan di kantor cabang. Manajemen menambah jumlah teller untuk mempercepat proses transaksi manual.
Biasanya, satu kantor cabang hanya menugaskan dua teller. Kini Bank Jambi meningkatkan jumlah tersebut secara signifikan.
“Biasanya teller hanya dua orang. Sekarang kami tingkatkan menjadi tujuh orang. Bahkan di beberapa kantor cabang jumlahnya sampai sembilan orang,” jelas Zulfikar.
Penambahan teller ini mempercepat proses penarikan dana sekaligus membantu nasabah mendapatkan layanan lebih cepat.
Audit Forensik Terus Berjalan
Sementara itu, Bank Jambi terus melakukan audit forensik guna menelusuri penyebab serangan siber yang mengganggu sistem layanan digital. Tim teknis memeriksa setiap celah keamanan agar gangguan serupa tidak kembali terjadi.
Di sisi lain, manajemen menargetkan layanan ATM dapat kembali beroperasi sebelum cuti bersama Idul Fitri. Target tersebut menjadi prioritas agar nasabah dapat kembali bertransaksi secara normal.
“Audit forensik masih berjalan. Kami berharap sebelum cuti bersama Idul Fitri ATM sudah bisa digunakan kembali,” kata Zulfikar.
Fokus Perkuat Keamanan Siber
Setelah pemulihan sistem selesai, Bank Jambi akan memperkuat keamanan digital secara menyeluruh. Tim teknologi informasi akan membuka kembali sistem secara bertahap sambil memastikan seluruh perlindungan keamanan bekerja optimal.
Zulfikar menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin membuka sistem secara tergesa-gesa.
“Jangan sampai sistem dibuka lalu muncul masalah baru. Karena itu kami bekerja maksimal untuk memperkuat keamanan siber ke depan,” tegasnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, Bank Jambi berupaya menjaga kepercayaan nasabah sekaligus memastikan layanan perbankan kembali berjalan normal dalam waktu dekat.(*)









