JAKARTA,JS- PT Pertamina Persero kembali menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi pada Maret 2026. Penyesuaian ini membuat sejumlah produk seperti Pertamax, Pertamax Turbo, hingga Dexlite mengalami kenaikan harga di berbagai wilayah Indonesia.
Kebijakan tersebut mulai berlaku sejak awal Maret 2026 dan masih menjadi acuan harga hingga 14 Maret 2026 di jaringan SPBU Pertamina di seluruh Indonesia. Sementara itu, pemerintah tetap mempertahankan harga BBM subsidi agar tidak membebani masyarakat.
Pertamina Resmi Naikkan Harga BBM Nonsubsidi
Pertamina menaikkan harga beberapa produk BBM nonsubsidi mengikuti pergerakan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah. Selain itu, perusahaan energi pelat merah tersebut juga menyesuaikan harga agar tetap mengikuti mekanisme pasar energi global.
Kenaikan harga ini terutama menyasar BBM dengan kualitas oktan tinggi serta bahan bakar diesel nonsubsidi. Meski begitu, Pertamina tetap menjaga stabilitas harga BBM subsidi.
Dengan demikian, masyarakat masih dapat membeli Pertalite dan Biosolar dengan harga yang sama seperti sebelumnya.
Daftar Harga BBM Pertamina Secara Nasional
Untuk wilayah dengan harga dasar seperti DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Bali, Pertamina menetapkan harga BBM terbaru sebagai berikut.
Pertalite Rp10.000 per liter
Pertamax Rp12.300 per liter
Pertamax Turbo Rp13.100 per liter
Pertamax Green 95 Rp12.900 per liter
Dexlite Rp14.200 per liter
Pertamina Dex Rp14.500 per liter
Biosolar subsidi Rp6.800 per liter
Harga tersebut menjadi acuan nasional. Namun demikian, beberapa wilayah luar Jawa biasanya memiliki selisih harga.
Harga BBM di Luar Jawa Bisa Berbeda
Di sisi lain, Pertamina menetapkan harga BBM yang berbeda di beberapa daerah seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku hingga Papua. Perbedaan harga tersebut muncul karena faktor distribusi, jarak pengiriman serta kondisi geografis masing-masing daerah.
Sebagai contoh, harga Pertamax di sejumlah wilayah Indonesia timur dapat berada pada kisaran Rp12.500 hingga Rp12.900 per liter. Sementara itu, Dexlite di beberapa daerah bisa mencapai kisaran Rp14.500 per liter atau lebih.
Walaupun demikian, pemerintah tetap menjaga harga BBM subsidi agar tetap stabil di seluruh Indonesia.
Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Harga BBM
Di sisi lain, Pertamina menyesuaikan harga BBM nonsubsidi secara berkala dengan mempertimbangkan beberapa faktor utama. Pertama, pergerakan harga minyak mentah dunia yang terus berubah. Kedua, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Ketika kedua faktor tersebut mengalami kenaikan, perusahaan energi biasanya ikut menyesuaikan harga BBM agar tetap sesuai dengan kondisi pasar energi global.
Karena itu, harga BBM nonsubsidi berpotensi berubah pada periode berikutnya jika terjadi perubahan signifikan di pasar minyak dunia.
Masyarakat Diminta Memantau Informasi Resmi
Pertamina mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi resmi terkait harga BBM. Langkah ini penting agar masyarakat mengetahui harga terbaru sebelum melakukan pengisian bahan bakar di SPBU.
Selain itu, masyarakat juga dapat mengecek langsung harga BBM melalui SPBU Pertamina terdekat di daerah masing-masing. Dengan cara tersebut, masyarakat dapat memperoleh informasi harga yang paling akurat dan terbaru.(*)









