Jarang Diketahui Investor Ritel, Saham Preferen Bisa Jadi ‘Tambang Emas

- Jurnalis

Jumat, 20 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi perbedaan saham preferen dengan saham biasa

Ilustrasi perbedaan saham preferen dengan saham biasa

BISNIS,JS- Dalam dunia investasi saham, sebagian besar investor ritel berfokus pada saham biasa (common stock). Namun, investor yang mencari keuntungan lebih stabil dan prioritas pembayaran kadang melirik saham preferen (preferred stock), yang dijuluki “anak emas” karena statusnya yang istimewa.

Saham preferen menggabungkan karakteristik saham biasa dan obligasi, sehingga memberikan peluang dividen tetap sekaligus memberi prioritas pembayaran ketika perusahaan menghadapi likuidasi. Dengan memahami keunggulan dan kelemahannya, investor dapat menentukan strategi yang tepat.

Baca Juga :  Terobosan BCA 2026: Dividen Kuartalan untuk Pemegang Saham

Mengenal Saham Preferen dan Saham Biasa

Saham preferen memberi pemiliknya hak prioritas atas dividen dan aset perusahaan. Sebaliknya, pemegang saham biasa menerima dividen setelah semua kewajiban perusahaan terpenuhi, dan menempati posisi terakhir jika terjadi likuidasi.

Perbedaan ini membuat saham preferen lebih stabil, sementara saham biasa menawarkan potensi keuntungan yang lebih tinggi melalui capital gain.

Perbandingan Saham Preferen vs Saham Biasa

Fitur Saham Preferen Saham Biasa
Hak Dividen Prioritas utama, jumlah tetap Dibayar terakhir, jumlah fluktuatif
Hak Suara (RUPS) Tidak ada Ada (1 saham = 1 suara)
Potensi Keuntungan Stabil, mirip obligasi Tinggi, capital gain tak terbatas
Risiko Rendah – Menengah Tinggi
Likuidasi Dibayar setelah kreditur Dibayar paling akhir

Keunggulan Saham Preferen

Saham preferen menawarkan beberapa keuntungan utama yang membuatnya menarik bagi investor tertentu:

Baca Juga :  5 Investasi yang Harus Dimulai Cowok Sebelum Usia 30

  1. Dividen Mendahului Saham Biasa – Perusahaan selalu membayar dividen pemegang saham preferen lebih dulu.
  2. Pendapatan Tetap – Besaran dividen biasanya tetap, mirip bunga deposito, sehingga memberikan kestabilan arus kas.
  3. Prioritas Likuidasi – Jika perusahaan dilikuidasi, pemegang saham preferen menerima aset lebih dulu, setelah kreditur.
  4. Opsi Konversi ke Saham Biasa – Beberapa saham preferen memungkinkan pemegang menukar sahamnya menjadi saham biasa, tergantung ketentuan perusahaan.
  5. Diperdagangkan di Bursa – Meski jarang, beberapa saham preferen tersedia di BEI, memberikan peluang bagi investor yang mencari instrumen eksklusif.

Kelemahan Saham Preferen

Meski memberikan keuntungan, saham preferen tetap memiliki keterbatasan:

  • Likuiditas Rendah – Jumlah saham preferen terbatas sehingga sulit dijual.
  • Tidak Memiliki Hak Suara – Pemegang saham preferen tidak bisa ikut menentukan kebijakan perusahaan dalam RUPS.
  • Tidak Bisa Buyback Saham – Pemegang saham preferen biasanya tidak memiliki opsi membeli kembali saham perusahaan.

Sebaliknya, saham biasa lebih mudah diperjualbelikan, memberikan hak suara, dan memberi peluang pembelian kembali meski dividen dan prioritas aset lebih rendah.

Jenis-Jenis Saham Preferen

Investor perlu mengenal jenis saham preferen sebelum memutuskan membeli:

  1. Saham Preferen Partisipasi – Mendapat dividen tambahan jika pemegang saham biasa menerima dividen lebih tinggi dari yang ditetapkan.
  2. Saham Preferen Konvertibel – Dapat ditukar menjadi saham biasa setelah periode tertentu atau sesuai ketentuan perusahaan.
  3. Saham Preferen Disesuaikan (ARPS) – Besaran dividen menyesuaikan kurs atau suku bunga acuan sehingga tidak tetap.
  4. Saham Preferen Callable – Perusahaan dapat menebus saham sebelum jatuh tempo untuk memenuhi kebutuhan modal.
  5. Saham Preferen Kumulatif – Semua dividen, termasuk tunggakan, dibayarkan terlebih dahulu sebelum dividen saham biasa dibagikan.
  6. Baca Juga :  Investasi Emas Digital Aman di Pegadaian, Lihat Fasilitasnya!

Menghitung Nilai Saham Preferen

Investor dapat menggunakan Rumus Gordon untuk menghitung nilai wajar saham preferen:

V=Dr−gV = \frac{D}{r – g}V=r−gD​

Keterangan:

  • V = nilai saham preferen
  • D = dividen per saham
  • r = tingkat suku bunga bebas risiko
  • g = tingkat pertumbuhan dividen

Contoh:
Saham preferen perusahaan A membayar dividen Rp70.000 per tahun, suku bunga bebas risiko 10%, tanpa pertumbuhan dividen.

V=70.0000,10−0=Rp700.000V = \frac{70.000}{0,10 – 0} = Rp700.000V=0,10−070.000​=Rp700.000

Contoh Saham Preferen di Bursa Efek Indonesia

Di BEI, saham preferen sangat jarang. Biasanya, kode saham memiliki 4 huruf diikuti huruf “P”. Contoh:

  • MAMIP – PT Mas Murni Indonesia Tbk
  • CNTXP – PT Century Textile Industry Tbk
  • MYORP – Dahulu Mayora Indah

Karena jumlah terbatas, harga saham ini jarang bergerak. Saham preferen lebih populer di bursa Amerika Serikat, khususnya Wall Street.

Cara Membeli Saham Preferen

Investor individu bisa membeli saham preferen melalui sekuritas online, namun jumlahnya terbatas dan biaya modal cukup tinggi. Sebagian besar pembeli adalah institusi yang membeli dalam jumlah besar untuk mendukung kebutuhan modal perusahaan.

Saham Biasa Masih Menarik untuk Investor Ritel

Saham preferen ideal bagi investor yang mengutamakan dividen tetap dan keamanan modal, tetapi bagi investor ritel di Indonesia, saham biasa tetap lebih praktis dan menguntungkan. Alasannya:

  • Likuiditas lebih tinggi sehingga mudah diperjualbelikan
  • Potensi capital gain lebih besar karena fluktuasi harga
  • Memberikan hak suara dalam RUPS serta bisa membeli kembali saham.

Catatan ; Artikel ini hanya memuat tentang informasi semata, bukan untuk mengajak masyarakat dan mengikuti investasi, pasar saham, trending dan sebagainya. segala resiko seperti kegagalan di luar tanggung jawab jambisun.id. (*)

 

Berita Terkait

Harga Emas Perhiasan Hari Ini Minggu 8 November 2026, Cek Daftar Harga Berdasarkan Karat
Harga Emas Antam 8 November 2026 Turun, Cek Harga Buyback dan Selisihnya Hari Ini
Harga Emas Antam 7 November 2026 Naik Lagi, Buyback Tembus Rp2,37 Juta! Ini Selisih Harga Jual dan Beli
Harga Emas Perhiasan Hari Ini Sabtu 7 November 2026 Naik, 24 Karat Tembus Rp2,1 Juta per Gram
Saham LQ45 dengan PER Terendah dan Tertinggi: PGAS Menguat, SMGR Punya PBV Paling Murah
Bunga Deposito Bank Digital Terbaru: Tembus 8%, Ini Daftar Bank dengan Imbal Hasil Tertinggi
Dolar AS Masih Perkasa di Rp18.000, Rupiah Kembali Tertekan! Ini Pergerakan Kurs Terbaru 6 November 2026
Asuransi Swasta Mulai Kaji Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan, Begini Skema Urun Biaya yang Disiapkan
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 11:00 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini Minggu 8 November 2026, Cek Daftar Harga Berdasarkan Karat

Sabtu, 7 November 2026 - 14:15 WIB

Harga Emas Antam 7 November 2026 Naik Lagi, Buyback Tembus Rp2,37 Juta! Ini Selisih Harga Jual dan Beli

Sabtu, 7 November 2026 - 11:31 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini Sabtu 7 November 2026 Naik, 24 Karat Tembus Rp2,1 Juta per Gram

Sabtu, 7 November 2026 - 09:05 WIB

Saham LQ45 dengan PER Terendah dan Tertinggi: PGAS Menguat, SMGR Punya PBV Paling Murah

Jumat, 6 November 2026 - 21:31 WIB

Bunga Deposito Bank Digital Terbaru: Tembus 8%, Ini Daftar Bank dengan Imbal Hasil Tertinggi

Berita Terbaru