5 Kebiasaan Sehari-hari Picu Tumor Otak, Nomor 3 Paling Banyak Dilakukan!

- Jurnalis

Jumat, 27 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kebiasaan buruk yang picu tumor otak

Kebiasaan buruk yang picu tumor otak

KESEHATAN,JS- Tumor otak menjadi salah satu penyakit yang perlu diwaspadai karena bisa memengaruhi fungsi otak secara signifikan. Menurut Johns Hopkins Medicine, tumor otak adalah pertumbuhan sel abnormal di otak yang dapat muncul di berbagai area, termasuk batang otak, sinus, dan rongga hidung. Peningkatan tekanan di tengkorak sering muncul jika tumor menghalangi aliran cairan serebrospinal, bahkan beberapa jenis tumor bisa menyebar ke tulang belakang.

Namun, tahukah Anda bahwa beberapa kebiasaan sehari-hari berpotensi meningkatkan risiko munculnya tumor otak? Berikut ini lima kebiasaan yang sebaiknya dihindari.

  1. Merokok Bisa Picu Tumor Otak Primer

Kebiasaan merokok tidak hanya meningkatkan risiko kanker paru-paru, tapi juga dapat memicu tumor otak. Direktur Neurologi RS Fortis, India, dr. Kameshwar Prasad menjelaskan, tumor otak terbagi menjadi primer dan sekunder. Tumor primer muncul langsung dari sel otak, sedangkan tumor sekunder berasal dari organ lain, seperti paru-paru atau payudara, yang kemudian menyebar ke otak.

Baca Juga :  Nyeri Dada GERD, Apakah Bisa Memicu Serangan Jantung?

Merokok bisa meningkatkan risiko tumor otak de novo, yakni tumor yang berkembang langsung dari dalam otak. Jenis tumor yang paling umum terkait merokok adalah glioma, yang dikenal agresif dan memerlukan perhatian medis serius.

  1. Konsumsi Alkohol Bisa Tingkatkan Risiko Tumor Otak Secara Tidak Langsung

Meskipun alkohol bukan faktor langsung penyebab tumor otak, konsumsi berlebihan tetap meningkatkan risiko secara tidak langsung. Orang dengan sirosis hati akibat alkohol berpotensi mengalami penyebaran tumor ke otak.

Selain itu, alkohol memicu mutasi DNA, melemahkan sistem imun, dan memengaruhi pola makan. Kekurangan vitamin dan antioksidan akibat pola makan buruk meningkatkan peluang sel abnormal berkembang menjadi tumor otak.

  1. Kelebihan Berat Badan Tingkatkan Risiko Meningioma

Obesitas atau kelebihan berat badan ternyata juga berisiko memicu tumor otak, khususnya meningioma, tumor primer yang berasal dari meninges—lapisan pelindung otak.

Meta-analisis di Jurnal Neurology (2015) menunjukkan, orang dengan kelebihan berat badan memiliki risiko meningioma 21% lebih tinggi, sedangkan mereka yang obesitas memiliki risiko meningkat hingga 54%. Temuan ini menegaskan pentingnya menjaga berat badan ideal untuk kesehatan otak.

  1. Paparan Insektisida Tingkatkan Risiko Tumor Otak Anak dan Dewasa

Penggunaan pestisida dan insektisida di rumah atau lingkungan kerja dapat meningkatkan risiko tumor otak. Studi Environment International (2012, 2013) menemukan anak-anak dari orangtua yang terpapar insektisida memiliki kemungkinan lebih tinggi terkena tumor otak.

Oleh karena itu, penting untuk meminimalkan kontak langsung dengan bahan kimia berbahaya dan menggunakan perlindungan saat menangani pestisida.

  1. Paparan Zat Karsinogenik di Tempat Kerja

Sejumlah pekerjaan meningkatkan risiko terpapar zat penyebab kanker, termasuk pemadam kebakaran, petani, ahli kimia, dokter, serta pekerja di industri petrokimia, pabrik karet sintetis, atau pabrik kimia pertanian. Paparan jangka panjang terhadap karsinogen ini dapat memicu perkembangan sel abnormal di otak.

Baca Juga :  Stroke Bisa Dicegah, Hindari Kebiasaan Ini

Cara Mengurangi Risiko Tumor Otak

Mengurangi risiko tumor otak tidak selalu sulit. Beberapa langkah efektif meliputi:

  • Berhenti merokok dan batasi konsumsi alkohol.
  • Jaga berat badan ideal dengan pola makan sehat dan olahraga rutin.
  • Hindari paparan insektisida dan bahan kimia berbahaya, terutama di rumah dan tempat kerja.
  • Rutin melakukan pemeriksaan kesehatan untuk deteksi dini tumor atau masalah otak lainnya.

Dengan menerapkan kebiasaan hidup sehat, Anda tidak hanya melindungi otak, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.(*)

Berita Terkait

Rambut Makin Tipis? Kenali 5 Penyebab dan Cara Mengatasinya Sebelum Terlambat
10 Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-Diam Bikin Gigi Berlubang, Nomor 7 Sering Diabaikan
4 Minuman Penurun Tekanan Darah yang Bisa Jadi Pilihan Sehari-hari
Air Kelapa untuk Ginjal: Benarkah Bisa Cegah Batu Ginjal dan “Membersihkan” Ginjal?
BPJS Nonaktif Saat Mau Berobat? Tenang Ada Program Rehab, Ini Cara Aktifkan Kembali
Berapa Butir Telur yang Aman Dimakan Saat Diet? Ahli Ungkap Fakta yang Jarang Diketahui, Jangan Sampai Salah Konsumsi!
Durian Bikin Darah Tinggi? Ini Fakta Medis yang Jarang Diketahui, Penderita Hipertensi Wajib Tahu!
6 Tanda Gula Darah Tinggi yang Sering Diabaikan, Nomor 6 Bisa Jadi Gejala Awal Diabetes Berbahaya
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 05:00 WIB

Rambut Makin Tipis? Kenali 5 Penyebab dan Cara Mengatasinya Sebelum Terlambat

Minggu, 16 Agustus 2026 - 05:01 WIB

10 Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-Diam Bikin Gigi Berlubang, Nomor 7 Sering Diabaikan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 05:01 WIB

4 Minuman Penurun Tekanan Darah yang Bisa Jadi Pilihan Sehari-hari

Rabu, 12 Agustus 2026 - 05:01 WIB

Air Kelapa untuk Ginjal: Benarkah Bisa Cegah Batu Ginjal dan “Membersihkan” Ginjal?

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:01 WIB

BPJS Nonaktif Saat Mau Berobat? Tenang Ada Program Rehab, Ini Cara Aktifkan Kembali

Berita Terbaru