Stroke Bisa Dicegah, Hindari Kebiasaan Ini

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 22 Desember 2025 - 05:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Penyakit Stroke

Ilustrasi Penyakit Stroke

KESEHATAN,JS– Kebiasaan makan larut malam dan gaya hidup malam hari yang tidak sehat meningkatkan risiko stroke, terutama bagi orang di bawah usia 60 tahun. Menurut ahli, sekitar 84 persen faktor risiko stroke yang terkait gaya hidup bisa dikurangi dengan perubahan sederhana.

Makan Malam Terlambat Ganggu Ritme Tubuh

Baca Juga :  Stroke Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia, Kenali Gejalanya

Ahli diet spesialis kesehatan kardiovaskular, Michelle Routhenstein, MS, RD CDCES, menjelaskan bahwa makan setelah pukul 17.00 mengganggu ritme sirkadian tubuh dan memengaruhi tekanan darah serta metabolisme. Tidak hanya itu, orang yang sarapan terlambat juga menghadapi risiko lebih tinggi, sehingga penting untuk mengatur waktu makan pertama dan terakhir setiap hari.

Aktivitas Ringan di Malam Hari Turunkan Risiko

Di sisi lain, terlalu banyak duduk atau bersantai di malam hari meningkatkan risiko stroke. “Berjalan kaki selama 20 menit setelah makan malam membantu pencernaan dan mengontrol gula darah. Hal ini menurunkan risiko pradiabetes, diabetes, tekanan darah tinggi, hingga penyakit jantung dan stroke,” kata Simran Malhotra, MD, DipABLM, CHWC.

Baca Juga :  Waspada! Perubahan Wajah Bisa Jadi Tanda Awal Stroke

Hindari Alkohol dan Minuman Malam Hari

Selain faktor makan dan aktivitas, orang yang minum alkohol sebelum tidur menghadapi risiko lebih tinggi, menurut Troy Alexander-EL, MD. Oleh karena itu, sebaiknya ganti minuman penutup malam hari dengan teh herbal atau mocktail untuk mengurangi peluang stroke.

Cukup Tidur, Kunci Kesehatan Otak dan Jantung

Terakhir, kurang tidur menjadi faktor penting. Malhotra menyebut bahwa tidur kurang dari lima jam per malam atau begadang secara rutin meningkatkan risiko stroke hingga 33 persen. Dengan demikian, usahakan tidur delapan jam setiap malam dan tetap konsisten dalam waktu tidur dan bangun untuk menjaga kesehatan jantung dan otak.(AN)

Berita Terkait

7 Kesalahan Diet yang Sering Dianggap Sepele, Nomor 6 Bisa Memicu Gangguan Kesehatan Serius
7 Gejala Hipertensi yang Sering Diabaikan, Nomor 4 Bisa Jadi Tanda Serangan Jantung
5 Tanda Kulit Wajah Butuh Eksfoliasi Segera, Nomor 4 Sering Diabaikan dan Bikin Skincare Mahal Jadi Percuma
5 Bahasa Tubuh yang Menandakan Seseorang Sedang Mengalami Stres Berat, Nomor 3 Paling Sering Tidak Disadari
Pajak Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan 2026: Cara Hitung, Tarif Terbaru, dan Simulasi Lengkapnya
Tubuh Cepat Lelah? Konsumsi 9 Makanan Super Ini untuk Menambah Energi dan Menjaga Imun
Tak Banyak yang Tahu, Bangun Sebelum Jam 6 Bisa Menurunkan Stres dan Tingkatkan Fokus
Sering Lemas dan Pusing? Konsumsi 5 Sayuran Tinggi Zat Besi Ini untuk Cegah Anemia
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 05:01 WIB

7 Kesalahan Diet yang Sering Dianggap Sepele, Nomor 6 Bisa Memicu Gangguan Kesehatan Serius

Selasa, 23 Juni 2026 - 23:31 WIB

7 Gejala Hipertensi yang Sering Diabaikan, Nomor 4 Bisa Jadi Tanda Serangan Jantung

Selasa, 23 Juni 2026 - 05:02 WIB

5 Tanda Kulit Wajah Butuh Eksfoliasi Segera, Nomor 4 Sering Diabaikan dan Bikin Skincare Mahal Jadi Percuma

Minggu, 21 Juni 2026 - 05:02 WIB

5 Bahasa Tubuh yang Menandakan Seseorang Sedang Mengalami Stres Berat, Nomor 3 Paling Sering Tidak Disadari

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:02 WIB

Pajak Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan 2026: Cara Hitung, Tarif Terbaru, dan Simulasi Lengkapnya

Berita Terbaru

Nilai tukar ringgit terhadap rupiah hari ini

Internasional

Ringgit Malaysia Kian Menguat, Segini Kurs 1 MYR ke Rupiah Hari ini

Senin, 29 Jun 2026 - 20:01 WIB