Stroke Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia, Kenali Gejalanya

- Jurnalis

Sabtu, 6 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Waspada Penyakit stroke yang masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia

Waspada Penyakit stroke yang masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia

JAKARTA,JS– Stroke masih menjadi penyebab utama kematian dan kecacatan di Indonesia. Menurut data WHO 2020, lebih dari 357.000 orang meninggal akibat stroke setiap tahun. Angka ini setara dengan 21% dari total kematian nasional. Selain itu, tingkat kematian akibat stroke di Indonesia mencapai 178,3 per 100.000 penduduk, menempatkan Indonesia di peringkat ke-11 dunia.

Sayangnya, banyak orang masih mengabaikan gejala awal stroke. Gejala itu meliputi pusing mendadak, wajah tidak simetris saat tersenyum, penglihatan kabur, atau tangan terasa lemas. Bahkan, Dr. Riski Amanda, Spesialis Neurologi Neurointervensi Primaya Hospital PGI Cikini, mengatakan banyak orang menganggap gejala itu sebagai kelelahan biasa. Padahal, penanganan terlambat bisa membuat jutaan sel otak hilang dalam hitungan menit.

Baca Juga :  Program Baru, Satu Kecamatan Satu Sekolah Terintegrasi

“Setiap menit sangat berharga bagi pasien stroke. Golden period di bawah 4,5 jam sejak gejala muncul menentukan keberhasilan pemulihan,” kata Dr. Riski. Oleh karena itu, jika pasien datang tepat waktu, peluang mereka pulih tanpa kecacatan meningkat secara signifikan.

Stroke terjadi karena kombinasi faktor yang bisa dan tidak bisa dikendalikan. Faktor yang tidak bisa diubah meliputi usia, jenis kelamin, dan riwayat keluarga. Risiko stroke meningkat seiring bertambahnya usia. Selain itu, pria memiliki risiko lebih tinggi dibanding perempuan. Namun, perempuan biasanya mengalami stroke pada usia lebih tua dan prognosis mereka lebih buruk.

Baca Juga :  TKA SD-SMP 2026 Resmi Dibuka, Ini Cara dan Jadwalnya

Dr. Riski menegaskan, orang bisa menurunkan risiko ini dengan mengubah gaya hidup. Misalnya, mereka perlu mengontrol tekanan darah, makan bergizi, dan rutin berolahraga.

Selain itu, orang berusia di atas 40 tahun sebaiknya rutin memeriksakan kesehatan. Langkah ini membantu mendeteksi risiko stroke sejak dini. “Stroke bukan takdir. Dengan mengubah kebiasaan sehari-hari, orang bisa menurunkan risiko stroke secara drastis,” pungkas Dr. Riski.(AN)

Berita Terkait

46 PMI Masih Tertahan di Malaysia, Menteri Imipas Targetkan Pulang Maksimal 10 Hari
Dede Yusuf Minta Guru Honorer di Atas 35 Tahun Dapat Jalur Afirmasi, Buka Peluang Jadi PNS
Tukin TNI 2026 Naik Signifikan, Segini Gaji dan Tunjangan Prajurit Berdasarkan Pangkat
Bansos 2027 Berubah Total, Pemerintah Siapkan Transfer Tunai hingga Rp5,4 Juta
Mengagumkan!, Gaji PPPK Paruh Waktu Didaerah Ini Ditetapkan Rp2,5 Juta per Bulan
Kabar baik bagi PPPK Paruh Waktu di 2027, Ini kata Menkeu RI Purbaya
El Niño dan MBG Dorong Harga Pangan? Ini Risiko Inflasi Indonesia hingga Akhir 2026
Tarif Listrik September 2026 Tetap, Cek Harga per kWh Semua Golongan PLN dan Cara Hitung Tagihan
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:01 WIB

46 PMI Masih Tertahan di Malaysia, Menteri Imipas Targetkan Pulang Maksimal 10 Hari

Minggu, 6 September 2026 - 21:01 WIB

Dede Yusuf Minta Guru Honorer di Atas 35 Tahun Dapat Jalur Afirmasi, Buka Peluang Jadi PNS

Minggu, 6 September 2026 - 08:02 WIB

Tukin TNI 2026 Naik Signifikan, Segini Gaji dan Tunjangan Prajurit Berdasarkan Pangkat

Sabtu, 5 September 2026 - 15:01 WIB

Bansos 2027 Berubah Total, Pemerintah Siapkan Transfer Tunai hingga Rp5,4 Juta

Sabtu, 5 September 2026 - 07:41 WIB

Mengagumkan!, Gaji PPPK Paruh Waktu Didaerah Ini Ditetapkan Rp2,5 Juta per Bulan

Berita Terbaru