4 Minuman Penurun Tekanan Darah yang Bisa Jadi Pilihan Sehari-hari

- Jurnalis

Kamis, 13 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jus delima salah satu minuman yang dipercaya bisa mengontrol tekanan darah

Jus delima salah satu minuman yang dipercaya bisa mengontrol tekanan darah

KESEHATAN,JS- Tekanan darah tinggi atau hipertensi sering berkembang tanpa gejala yang jelas. Karena itu, banyak orang baru menyadari masalah tersebut setelah melakukan pemeriksaan kesehatan. Padahal, menjaga tekanan darah sejak dini sangat penting untuk menurunkan risiko penyakit jantung, stroke, dan gangguan pembuluh darah.

Selain mengatur pola makan, aktivitas fisik, berat badan, kualitas tidur, serta konsumsi garam, pilihan minuman sehari-hari juga ikut memengaruhi kesehatan jantung. Beberapa minuman mengandung senyawa seperti nitrat, polifenol, katekin, antosianin, kalium, dan antioksidan yang berpotensi mendukung fungsi pembuluh darah.

Sejumlah penelitian bahkan menemukan hubungan antara konsumsi beberapa jenis minuman dengan penurunan tekanan darah. Namun, efek tersebut tidak berarti seseorang bisa menurunkan hipertensi hanya dengan minum satu gelas minuman tertentu. Pola konsumsi secara konsisten dan gaya hidup sehat tetap memegang peranan utama.

Verywell Health juga memasukkan teh hijau, jus bit, dan jus delima dalam daftar minuman yang berpotensi membantu menjaga tekanan darah.

Berikut empat pilihan minuman penurun tekanan darah yang menarik untuk masuk dalam pola makan sehat.

1. Jus Delima, Kaya Antioksidan untuk Mendukung Kesehatan Pembuluh Darah

Jus delima menjadi salah satu pilihan yang menarik bagi orang yang ingin memperbanyak konsumsi buah dalam bentuk minuman.

Delima mengandung polifenol dan antioksidan. Buah ini juga menyediakan kalium yang berperan dalam pengaturan tekanan darah.

American Heart Association menjelaskan bahwa kalium membantu mengurangi efek natrium sekaligus membantu mengendurkan ketegangan pada dinding pembuluh darah. Karena itu, makanan dan minuman yang menyediakan kalium bisa mendukung pengelolaan tekanan darah pada orang yang sesuai dengan kebutuhan tersebut.

Penelitian mengenai delima juga menunjukkan hasil yang cukup menarik. Sebuah systematic review dan meta-analysis yang terbit pada 2024 menelaah penelitian mengenai konsumsi delima dan tekanan darah pada orang dewasa. Hasil penelitian tersebut mendukung potensi konsumsi delima dalam membantu menurunkan tekanan darah, meskipun hasil setiap penelitian tidak selalu sama.

Bagaimana memilih jus delima?

Jika ingin memasukkan jus delima ke dalam pola makan, pilih produk tanpa tambahan gula atau buat jus dari buah delima sendiri.

Tambahan gula bisa meningkatkan asupan kalori tanpa memberikan manfaat tambahan bagi tekanan darah. American Heart Association juga menganjurkan masyarakat membatasi gula tambahan dalam makanan dan minuman.

Jus delima sebaiknya berfungsi sebagai bagian dari pola makan sehat, bukan sebagai pengganti obat hipertensi.

Baca Juga :  Waspada! 5 Makanan dan Minuman yang Diam-Diam Tingkatkan Risiko Kanker Mulut, Nomor 2 Masih Sering Dikonsumsi

2. Teh Hijau, Pilihan Rendah Kalori dengan Kandungan Katekin

Teh hijau memiliki popularitas tinggi karena kandungan antioksidannya. Minuman ini mengandung katekin, termasuk epigallocatechin gallate atau EGCG, yang mendapat perhatian dalam berbagai penelitian mengenai kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Meta-analysis yang terbit pada 2023 menemukan bahwa konsumsi katekin teh hijau berkaitan dengan perubahan tekanan darah pada kelompok tertentu, walaupun besarnya efek cenderung moderat dan hasil penelitian bisa berbeda berdasarkan karakteristik peserta serta pola konsumsi.

Verywell Health juga mengutip tinjauan penelitian yang menemukan penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik dalam jumlah kecil setelah konsumsi teh hijau secara rutin. Efek tersebut tidak cukup kuat untuk menggantikan pengobatan hipertensi.

Minum teh hijau tanpa gula lebih menguntungkan

Cara mengonsumsi teh hijau juga penting.

Tambahan gula, sirup, krimer tinggi kalori, atau pemanis dalam jumlah besar bisa mengurangi keuntungan dari pilihan minuman rendah kalori tersebut. Karena itu, teh hijau tanpa gula menjadi pilihan yang lebih sederhana.

Teh hijau juga mengandung kafein. Orang yang sensitif terhadap kafein sebaiknya memperhatikan waktu dan jumlah konsumsi. Minum teh hijau terlalu dekat dengan waktu tidur juga bisa mengganggu kualitas tidur pada sebagian orang.

Kualitas tidur sendiri ikut memengaruhi kesehatan kardiovaskular. Jadi, minum teh hijau pada pagi atau siang hari bisa menjadi pilihan yang lebih nyaman bagi orang yang sensitif terhadap kafein.

3. Teh Hibiscus, Minuman Herbal yang Punya Bukti Penelitian Menarik

Teh hibiscus atau teh kembang sepatu menjadi salah satu minuman herbal yang paling menarik dalam pembahasan cara menurunkan tekanan darah secara alami.

Hibiscus sabdariffa mengandung berbagai senyawa polifenol, termasuk antosianin. Senyawa tersebut memiliki aktivitas antioksidan dan mendapat perhatian dalam penelitian mengenai kesehatan pembuluh darah.

Meta-analysis terhadap 13 randomized controlled trials dengan total 1.205 peserta menemukan bahwa konsumsi Hibiscus sabdariffa menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik dibandingkan plasebo pada kelompok tertentu dengan hipertensi ringan hingga sedang. Peneliti mencatat penurunan rata-rata sekitar 6,67 mmHg pada tekanan sistolik dan 4,35 mmHg pada tekanan diastolik.

Penelitian lain juga menemukan manfaat serupa. Dalam uji klinis terhadap orang dengan tekanan darah prahipertensi atau hipertensi ringan, konsumsi teh hibiscus selama enam minggu menurunkan tekanan sistolik dibandingkan minuman plasebo.

Namun, hasil penelitian tersebut tidak berarti teh hibiscus mampu menurunkan tekanan darah secara instan pada semua orang.

Cara menikmati teh hibiscus

Teh hibiscus memiliki rasa asam yang cukup kuat. Anda bisa menyeduhnya dengan air panas lalu meminumnya tanpa gula.

Jika ingin minuman dingin, biarkan seduhan mencapai suhu ruang lalu tambahkan es. Hindari penambahan gula berlebihan agar manfaat pilihan minuman tetap sejalan dengan tujuan menjaga kesehatan jantung.

Orang yang mengonsumsi obat tekanan darah juga perlu berhati-hati. Hibiscus berpotensi ikut menurunkan tekanan darah sehingga kombinasi tertentu bisa membuat tekanan darah turun terlalu rendah. Konsultasikan konsumsi rutin dengan tenaga kesehatan jika Anda menggunakan obat hipertensi.

4. Jus Bit, Sumber Nitrat yang Mendapat Banyak Perhatian

Jus bit memiliki mekanisme yang cukup menarik dalam pembahasan blood pressure lowering drinks.

Bit mengandung nitrat alami. Setelah seseorang mengonsumsi nitrat dari makanan, tubuh mengubahnya melalui beberapa proses menjadi nitric oxide atau oksida nitrat. Senyawa tersebut membantu melebarkan pembuluh darah sehingga aliran darah bisa menjadi lebih lancar.

Penelitian pada orang dengan hipertensi memberikan hasil yang cukup menjanjikan. Meta-analysis terhadap 11 uji klinis dengan 349 peserta menemukan bahwa jus bit menghasilkan penurunan tekanan sistolik sekitar 5,31 mmHg dibandingkan kontrol. Namun, peneliti tidak menemukan penurunan signifikan pada tekanan diastolik atau pengukuran tekanan darah selama 24 jam. Peneliti juga menilai tingkat kepastian bukti masih rendah sehingga masyarakat perlu membaca hasil tersebut secara hati-hati.

Meta-analysis sebelumnya juga menemukan penurunan tekanan sistolik sekitar 4,95 mmHg pada orang dengan hipertensi setelah konsumsi jus bit yang mengandung nitrat. Penelitian tersebut tidak menemukan efek signifikan pada tekanan diastolik.

Artinya, jus bit memang memiliki dasar ilmiah yang menarik, tetapi minuman ini tetap berperan sebagai pelengkap pola hidup sehat.

Jangan menambahkan terlalu banyak gula

Jus bit memiliki rasa khas yang tidak selalu cocok bagi semua orang. Sebagian orang mencampurnya dengan buah lain agar rasanya lebih mudah diterima.

Jika tujuan utama Anda menjaga tekanan darah, batasi tambahan gula. Pilih bahan segar dan pertahankan komposisi minuman sesederhana mungkin.

Apakah Minuman Ini Bisa Menurunkan Tekanan Darah dalam Hitungan Jam?

Pertanyaan ini sering muncul karena beberapa senyawa dalam makanan memang bisa memengaruhi fungsi pembuluh darah relatif cepat.

Namun, masyarakat perlu membedakan perubahan fungsi pembuluh darah jangka pendek dengan penurunan tekanan darah yang konsisten.

Tidak semua orang akan mengalami penurunan tekanan darah setelah satu kali minum jus delima, teh hijau, teh hibiscus, atau jus bit. Penelitian klinis juga sering mengamati konsumsi selama beberapa hari atau beberapa minggu.

Karena itu, jangan menganggap satu gelas minuman sebagai solusi cepat untuk tekanan darah tinggi.

Jika hasil pengukuran tekanan darah menunjukkan angka tinggi, lakukan pengukuran ulang dengan teknik yang benar dan konsultasikan hasilnya kepada tenaga kesehatan. Jangan menghentikan atau mengganti obat hipertensi tanpa arahan dokter.

Minuman Sehat Saja Tidak Cukup, Perhatikan Pola Makan

Memilih minuman untuk hipertensi memang bisa membantu membangun kebiasaan yang lebih sehat. Namun, hasil terbaik biasanya muncul ketika pilihan minuman berjalan bersama pola makan yang mendukung kesehatan jantung.

American Heart Association merekomendasikan pola makan yang memperbanyak sayuran, buah, biji-bijian utuh, sumber protein sehat, serta lemak tidak jenuh. Organisasi tersebut juga menganjurkan masyarakat mengurangi natrium, gula tambahan, makanan ultra-proses, dan konsumsi alkohol.

Pola makan DASH atau Dietary Approaches to Stop Hypertension juga menekankan konsumsi buah dan sayuran serta pembatasan natrium.

Kalium juga memiliki peran penting. Namun, orang dengan penyakit ginjal atau orang yang menggunakan obat tertentu perlu berkonsultasi terlebih dahulu sebelum meningkatkan asupan kalium secara signifikan.

Kebiasaan Harian yang Bisa Membantu Menjaga Tekanan Darah

Selain memilih minuman, beberapa kebiasaan berikut juga penting:

  • Kurangi makanan tinggi garam.
  • Batasi minuman dengan gula tambahan.
  • Perbanyak sayuran dan buah.
  • Pilih sumber protein yang lebih sehat.
  • Lakukan aktivitas fisik secara rutin.
  • Pertahankan berat badan yang sehat.
  • Kelola stres dengan baik.
  • Tidur cukup dan teratur.
  • Batasi atau hindari alkohol.
  • Periksa tekanan darah secara berkala.

Pedoman tekanan darah AHA terbaru juga menempatkan pola makan sehat, pengurangan natrium, peningkatan kalium dari makanan, aktivitas fisik, pengelolaan berat badan, dan pengurangan alkohol sebagai bagian penting dari pencegahan serta pengelolaan hipertensi.

Waspadai Minuman yang Justru Bisa Mengganggu Tekanan Darah

Tidak semua minuman cocok untuk orang yang ingin menjaga tekanan darah.

Minuman dengan gula tambahan dalam jumlah tinggi bisa menambah asupan kalori dan berkaitan dengan peningkatan tekanan darah. Karena itu, minuman bersoda manis, minuman energi tertentu, teh kemasan tinggi gula, serta minuman kopi dengan banyak sirup perlu mendapat perhatian.

Konsumsi alkohol juga bisa mengganggu pengendalian tekanan darah.

Selain itu, orang yang menggunakan obat tertentu perlu memperhatikan interaksi antara obat dan minuman. Grapefruit juice, misalnya, bisa berinteraksi dengan sejumlah obat, termasuk beberapa obat yang berkaitan dengan tekanan darah. Karena itu, selalu tanyakan kepada dokter atau apoteker jika Anda rutin mengonsumsi obat.

Mana yang Paling Menarik untuk Dicoba?

Keempat pilihan memiliki karakteristik berbeda.

Teh hibiscus memiliki bukti penelitian yang cukup menarik untuk tekanan darah, terutama pada kelompok dengan hipertensi ringan hingga sedang. Jus bit juga memiliki bukti klinis yang menjanjikan, terutama terhadap tekanan sistolik.

Sementara itu, teh hijau menawarkan katekin dan antioksidan dengan efek terhadap tekanan darah yang cenderung lebih modest. Jus delima juga menawarkan polifenol, antioksidan, dan kalium sehingga cocok sebagai bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan jantung.

Daripada mencari satu minuman yang dianggap paling ampuh, lebih baik pilih minuman yang bisa Anda konsumsi secara konsisten tanpa tambahan gula berlebihan.

Baca Juga :  7 Gejala Hipertensi yang Sering Diabaikan, Nomor 4 Bisa Jadi Tanda Serangan Jantung

FAQ Seputar Minuman Penurun Tekanan Darah

1. Apa minuman yang paling baik untuk tekanan darah tinggi?

Teh hibiscus dan jus bit memiliki bukti penelitian yang cukup menarik terkait penurunan tekanan darah. Namun, tidak ada satu minuman yang cocok untuk semua orang. Pilihan terbaik tetap bergantung pada kondisi kesehatan, pola makan, obat yang seseorang konsumsi, dan toleransi tubuh.

2. Apakah jus bit bisa menurunkan tekanan darah?

Jus bit mengandung nitrat yang tubuh ubah menjadi nitric oxide. Senyawa tersebut membantu pelebaran pembuluh darah. Sejumlah meta-analysis menemukan penurunan tekanan sistolik pada orang dengan hipertensi, tetapi hasil penelitian belum menunjukkan manfaat yang konsisten untuk semua parameter tekanan darah.

3. Apakah teh hibiscus aman diminum setiap hari?

Banyak orang dapat menikmati teh hibiscus sebagai minuman herbal. Namun, orang yang menggunakan obat tekanan darah atau obat tertentu perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan karena hibiscus berpotensi memengaruhi tekanan darah.

4. Apakah teh hijau bisa menggantikan obat hipertensi?

Tidak. Teh hijau hanya dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat. Orang yang sudah mendapat resep obat hipertensi harus mengikuti pengobatan sesuai petunjuk dokter.

5. Apakah jus delima bagus untuk penderita hipertensi?

Jus delima memiliki kandungan polifenol dan kalium serta menunjukkan potensi manfaat terhadap tekanan darah dalam sejumlah penelitian. Pilih jus tanpa tambahan gula dan tetap perhatikan jumlah konsumsinya.

6. Apakah minum satu gelas langsung menurunkan tekanan darah?

Tidak ada jaminan seperti itu. Respons tubuh berbeda-beda, sedangkan banyak penelitian mengamati konsumsi rutin selama beberapa minggu. Karena itu, jangan mengandalkan satu minuman sebagai terapi cepat.

7. Apakah penderita hipertensi harus menghindari semua minuman manis?

Sebaiknya batasi minuman dengan gula tambahan. Pilihan seperti air putih, teh tanpa gula, atau minuman berbahan buah tanpa tambahan gula biasanya lebih sesuai dengan pola makan yang mendukung kesehatan jantung.

Kesimpulan

Jus delima, teh hijau, teh hibiscus, dan jus bit menawarkan pilihan menarik bagi orang yang ingin memperbaiki kualitas pola minumnya sekaligus mendukung kesehatan jantung.

Teh hibiscus dan jus bit memiliki bukti penelitian yang cukup kuat untuk menunjukkan potensi penurunan tekanan darah, terutama pada tekanan sistolik. Teh hijau dan jus delima juga menawarkan senyawa bioaktif yang mendukung kesehatan pembuluh darah.

Meski begitu, jangan menganggap minuman penurun tekanan darah sebagai pengganti obat atau pemeriksaan medis. Tekanan darah membutuhkan pendekatan menyeluruh.

Mulailah dari kebiasaan sederhana: kurangi garam, batasi gula tambahan, perbanyak buah dan sayuran, pilih minuman tanpa gula, bergerak lebih aktif, tidur cukup, dan periksa tekanan darah secara berkala.

Jika tekanan darah terus berada pada angka tinggi, konsultasikan hasil pemeriksaan kepada tenaga kesehatan. Langkah tersebut jauh lebih aman daripada mencoba mengandalkan satu jenis minuman sebagai solusi tunggal.(*)

Berita Terkait

Air Kelapa untuk Ginjal: Benarkah Bisa Cegah Batu Ginjal dan “Membersihkan” Ginjal?
BPJS Nonaktif Saat Mau Berobat? Tenang Ada Program Rehab, Ini Cara Aktifkan Kembali
Berapa Butir Telur yang Aman Dimakan Saat Diet? Ahli Ungkap Fakta yang Jarang Diketahui, Jangan Sampai Salah Konsumsi!
Durian Bikin Darah Tinggi? Ini Fakta Medis yang Jarang Diketahui, Penderita Hipertensi Wajib Tahu!
6 Tanda Gula Darah Tinggi yang Sering Diabaikan, Nomor 6 Bisa Jadi Gejala Awal Diabetes Berbahaya
BPJS PBI Tidak Aktif? Ini Cara Mengaktifkan Kembali Lewat Dinsos, Pandawa, atau Jalur Mandiri
5 Powerful Food Combinations That Naturally Boost Your Immune System, According to Nutrition Experts
Asuransi Penyakit Kritis 2026: Premi Mulai Rp44 Ribu, Ini Cara Melindungi Keuangan dari Biaya Kanker, Stroke, hingga Serangan Jantung
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 05:01 WIB

4 Minuman Penurun Tekanan Darah yang Bisa Jadi Pilihan Sehari-hari

Rabu, 12 Agustus 2026 - 05:01 WIB

Air Kelapa untuk Ginjal: Benarkah Bisa Cegah Batu Ginjal dan “Membersihkan” Ginjal?

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:01 WIB

BPJS Nonaktif Saat Mau Berobat? Tenang Ada Program Rehab, Ini Cara Aktifkan Kembali

Rabu, 5 Agustus 2026 - 05:01 WIB

Berapa Butir Telur yang Aman Dimakan Saat Diet? Ahli Ungkap Fakta yang Jarang Diketahui, Jangan Sampai Salah Konsumsi!

Selasa, 4 Agustus 2026 - 05:01 WIB

Durian Bikin Darah Tinggi? Ini Fakta Medis yang Jarang Diketahui, Penderita Hipertensi Wajib Tahu!

Berita Terbaru