Kaget! Harga Cabai Pasca Lebaran di Jambi Naik Drastis, Ini Penyebabnya

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 29 Maret 2026 - 08:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Harga cabai di Jambi merangkak naik

Harga cabai di Jambi merangkak naik

JAMBI,JS- Pasca Hari Raya Idulfitri, harga cabai di Pasar Tradisional Aurduri Kota Jambi melonjak drastis. Lonjakan terutama terjadi pada cabai rawit merah dan cabai rawit hijau akibat pasokan yang terbatas. Fenomena ini membuat pedagang dan konsumen sama-sama merasa tertekan.

Lonjakan Harga Cabai Rawit Hingga 100 Ribu Rupiah per Kilogram

Setelah Lebaran, harga cabai rawit merah di Pasar Tradisional Aurduri mencapai Rp100 ribu per kilogram, naik signifikan dari harga sebelumnya yang hanya sekitar Rp60 ribu per kilogram. Sementara itu, cabai rawit hijau kini dibanderol Rp60 ribu per kilogram, naik dari Rp40 ribu per kilogram.

Kenaikan harga ini sejalan dengan meningkatnya permintaan masyarakat pasca Lebaran. Banyak ibu rumah tangga yang memburu bahan pokok untuk memasak hidangan khas Lebaran. Namun, pasokan cabai yang terbatas membuat harga meroket.

Baca Juga :  Tren Harga Sawit Jambi 2026: TBS Diprediksi Naik Signifikan Usai Lebaran

Pedagang Mengaku Penjualan Menurun

Nababan, salah seorang pedagang cabai di Pasar Aurduri, mengaku penjualan menurun meskipun harga melonjak. “Cabai merah dijual Rp50 ribu, cabai rawit Rp60 ribu, dan cabai rawit setan Rp100 ribu. Lonjakan ini terjadi karena momen Lebaran dan pasokan cabai belum masuk ke pasar,” ujarnya.

Kondisi ini memaksa beberapa pedagang menahan stok agar tidak merugi. Mereka berharap pasokan cabai kembali normal sehingga harga dapat stabil dan daya beli masyarakat tidak terdampak.

Faktor Penyebab Kenaikan Harga Cabai

Beberapa faktor memicu kenaikan harga cabai pasca Idulfitri:

  1. Permintaan Tinggi – Masyarakat membutuhkan cabai untuk hidangan Lebaran, sehingga permintaan meningkat drastis.
  2. Pasokan Terbatas – Banyak pedagang belum menerima pasokan cabai dari daerah penghasil karena transportasi dan distribusi terganggu saat libur Lebaran.
  3. Daya Beli Masyarakat Melemah – Meski harga melonjak, sebagian konsumen mengurangi pembelian karena menyesuaikan anggaran pasca Lebaran.

Ahli ekonomi lokal menjelaskan, fenomena kenaikan harga cabai ini merupakan siklus tahunan yang biasanya terjadi setelah Lebaran. Namun, lonjakan hingga 60-70% dalam waktu singkat membuat masyarakat khawatir terhadap kestabilan harga kebutuhan pokok.

Harapan Pedagang dan Konsumen

Pedagang berharap pemerintah segera melakukan intervensi untuk menstabilkan harga cabai. Salah satu solusi yang diharapkan adalah pemerintah membuka jalur distribusi cepat dari daerah penghasil cabai atau menyediakan stok cadangan di pasar tradisional.

“Jika harga stabil, masyarakat bisa membeli cabai tanpa terbebani, dan penjualan kami juga kembali normal,” tambah Nababan.

Sementara itu, konsumen mengaku akan menyesuaikan pembelian dengan kondisi harga. Mereka berharap pasokan cepat masuk pasar sehingga harga tidak lagi melonjak tinggi.

Baca Juga :  Harga Cabai Merah Dongkrak IPH Merangin Awal Februari

Tips Beli Cabai Agar Hemat

Untuk mengatasi lonjakan harga cabai, konsumen bisa melakukan beberapa strategi:

  • Membeli cabai di pasar grosir atau pedagang langsung di daerah penghasil.
  • Mengurangi penggunaan cabai dengan resep alternatif.
  • Menyimpan cabai beku agar tetap awet dan tidak cepat busuk.

Langkah-langkah ini dapat membantu masyarakat tetap mendapatkan cabai dengan harga wajar dan menjaga anggaran belanja rumah tangga.

Kesimpulan

Harga cabai di Kota Jambi, khususnya di Pasar Tradisional Aurduri, mengalami kenaikan signifikan pasca Lebaran. Cabai rawit merah menembus Rp100 ribu per kilogram, sedangkan cabai rawit hijau mencapai Rp60 ribu per kilogram. Lonjakan harga dipicu oleh meningkatnya permintaan dan pasokan yang terbatas. Pedagang dan konsumen berharap pemerintah segera melakukan stabilisasi harga agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan harga kebutuhan pokok kembali normal.(*)

Berita Terkait

Koperasi Sawit Danau Bangko Resmi Berdiri, Bupati Fadhil Arief Bidik Pendapatan Petani Tembus Rp4,5 Juta per Bulan
APBD 2025 Kota Sungai Penuh Tuai Banyak Masukan, Ini Respons Wakil Wali Kota
Bupati Sarolangun Tegaskan Penutupan Hiburan Malam, Warga Kompak Dukung: “Sudah Banyak Mudaratnya”
Balek Kalahek Tempurung Jadi Simbol Pelestarian Budaya Sungai Penuh, Warisan Leluhur Luhah Rio Mendiho di Tengah Modernisasi
Hati-Hati! Penipu Catut Nama Kepala BKPSDM Kota Sungai Penuh, Ini Modusnya
Resmi Didorong Kemenkum, Kopi Arabika Sungai Penuh Siap Bersaing di Pasar Global
BKN Fasilitasi Penataan Kepala Sekolah di Sungai Penuh, BKPSDM Dorong Sistem Merit dan Profesionalisme ASN
Pengusaha di Merangin Garut Kepala!, Pemkab Naikkan Tarif Listrik Perusahaan dari Rp200 Jadi Rp1.035 per kWh
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 17:30 WIB

APBD 2025 Kota Sungai Penuh Tuai Banyak Masukan, Ini Respons Wakil Wali Kota

Minggu, 28 Juni 2026 - 20:35 WIB

Bupati Sarolangun Tegaskan Penutupan Hiburan Malam, Warga Kompak Dukung: “Sudah Banyak Mudaratnya”

Minggu, 28 Juni 2026 - 10:44 WIB

Balek Kalahek Tempurung Jadi Simbol Pelestarian Budaya Sungai Penuh, Warisan Leluhur Luhah Rio Mendiho di Tengah Modernisasi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:13 WIB

Hati-Hati! Penipu Catut Nama Kepala BKPSDM Kota Sungai Penuh, Ini Modusnya

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:01 WIB

Resmi Didorong Kemenkum, Kopi Arabika Sungai Penuh Siap Bersaing di Pasar Global

Berita Terbaru

Nilai tukar ringgit terhadap rupiah hari ini

Internasional

Ringgit Malaysia Kian Menguat, Segini Kurs 1 MYR ke Rupiah Hari ini

Senin, 29 Jun 2026 - 20:01 WIB