BPJS Kesehatan Fokus Layani Masyarakat Kelas Bawah

Orang Kaya Disarankan Pakai Asuransi Swasta

- Jurnalis

Minggu, 16 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin

Foto: Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin

JAKARTA,JS – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan BPJS Kesehatan harus fokus melayani masyarakat kelas bawah. Sementara itu, masyarakat kelas atas atau kaya sebaiknya menggunakan asuransi swasta.

“Supaya BPJS fokusnya ke yang di bawah aja, BPJS enggak usah cover yang kaya. Karena kelas satu biarin diambil swasta,” kata Budi saat rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (13/11/2025).

Langkah ini bertujuan meningkatkan kendali mutu dan biaya program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Pemerintah juga ingin menstandarisasi fasilitas layanan rawat inap melalui Kelas Rawat Inap Standar (KRIS). Menkes menjelaskan OJK menyetujui keterlibatan asuransi swasta dalam JKN. Skema ini disebut combine benefit.

Baca Juga :  BBM E5 Mulai Berlaku Juli 2026, Amankah Buat Kendaraan Kita?

“Itu sebabnya tadi pagi kita tanda tangan sama OJK untuk combine benefit. Komisi XI POJK juga menyetujui kombinasi swasta dan BPJS. Selama ini coordination benefit-nya nggak nyambung,” tutur Budi.

Langkah ini juga bertujuan meningkatkan efisiensi BPJS, yang sering mengalami defisit. Data Kemenkes menunjukkan BPJS Kesehatan mencatat defisit pada 2014, 2015, 2017, dan 2018. Dalam tiga tahun terakhir, BPJS kembali mengalami defisit. Nilainya Rp7,2 triliun pada 2023, Rp9,8 triliun pada 2024, dan Rp9,5 triliun selama sembilan bulan pertama 2025.

Baca Juga :  Resmi Berlaku, Segini Gaji PPPK dari Golongan I sampai XVII

Menkes menegaskan pemerintah perlu menaikkan iuran untuk menjaga keberlanjutan layanan. “Ini harus dikaji terus untuk menjaga sustainability dari kemampuan BPJS dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat. Iuran sangat-sangat murah dan menguntungkan bagi kesehatan masyarakat,” ujarnya.(AN)

Berita Terkait

BSU 2026 Cair Oktober? 13,3 Juta Buruh Berpeluang Terima Rp900 Ribu, Cek Jadwal dan Syaratnya
Gempa Megathrust Ancam Sumatera, Ini Penjelasan Lengkap Ahli
Resmi Berlaku, Cek Daftar Harga BBM Pertamax, Pertalite, Shell, BP dan Vivo Terbaru
Data Penerima Bansos 2027 Dirombak, Cek Perubahan Desil dan Syarat Terbarunya
Gaji PPPK Daerah 2027 Resmi Ditanggung Pusat, Rp23 Triliun Disiapkan: Begini Nasib PPPK di Jambi
El Niño Makin Ganas, 197 Wilayah Indonesia Masuk Status Awas Kekeringan: Sentra Pangan Ikut Terancam
668 Ribu Laporan Penipuan Masuk IASC, 659 Ribu Rekening Sudah Diblokir: Waspadai 5 Modus Ini
Harga BBM Pertamina Hari Ini 26 September 2026: Pertamax hingga Pertalite, Cek Harga di Jambi dan Daerah Lainnya
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:21 WIB

BSU 2026 Cair Oktober? 13,3 Juta Buruh Berpeluang Terima Rp900 Ribu, Cek Jadwal dan Syaratnya

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:38 WIB

Resmi Berlaku, Cek Daftar Harga BBM Pertamax, Pertalite, Shell, BP dan Vivo Terbaru

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Data Penerima Bansos 2027 Dirombak, Cek Perubahan Desil dan Syarat Terbarunya

Rabu, 30 September 2026 - 10:02 WIB

Gaji PPPK Daerah 2027 Resmi Ditanggung Pusat, Rp23 Triliun Disiapkan: Begini Nasib PPPK di Jambi

Senin, 28 September 2026 - 19:01 WIB

El Niño Makin Ganas, 197 Wilayah Indonesia Masuk Status Awas Kekeringan: Sentra Pangan Ikut Terancam

Berita Terbaru