AI Bikin Harga Laptop dan HP Meledak? Fenomena ‘RAMageddon’ Ancam Era Gadget Murah Global

- Jurnalis

Sabtu, 9 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Teknologi AI membuat harga Laptop dan smartphone melambung

Teknologi AI membuat harga Laptop dan smartphone melambung

TEKNOLOGI,JS- Kenaikan harga laptop, smartphone, hingga konsol gim kini mulai terasa di berbagai negara. Di balik lonjakan tersebut, industri teknologi global menghadapi tekanan baru akibat ledakan investasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Fenomena ini bahkan memunculkan istilah baru di industri teknologi dunia, yakni “RAMageddon”.

Gelombang pembangunan pusat data AI dan persaingan teknologi cip kelas tinggi membuat pasokan memori global semakin menipis. Akibatnya, produsen elektronik besar mulai menaikkan harga perangkat sekaligus menghapus produk murah dari pasar. Kondisi ini memicu kekhawatiran bahwa era gadget murah segera berakhir.

Fenomena tersebut bukan lagi sekadar prediksi. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah perusahaan teknologi global seperti Microsoft, Apple, Samsung, Dell, Lenovo, hingga Sony mulai melakukan penyesuaian harga secara agresif. Banyak analis menilai tekanan harga masih akan berlangsung dalam beberapa tahun ke depan.

AI Generatif Serap Pasokan Cip Memori Dunia

Ledakan AI generatif menjadi pemicu utama krisis memori global. Perusahaan teknologi berlomba membangun pusat data raksasa untuk melatih model AI yang semakin kompleks. Server AI modern membutuhkan kapasitas memori jauh lebih besar dibanding server konvensional.

Kebutuhan itu langsung menyerap produksi cip memori dunia dalam jumlah sangat besar. Industri semikonduktor kini menghadapi tekanan berat karena kapasitas produksi tidak mampu mengejar lonjakan permintaan.

Firma riset teknologi TrendForce memperkirakan harga laptop mainstream yang saat ini berada di kisaran 900 dolar AS atau sekitar Rp15,6 juta berpotensi naik hingga 40 persen sepanjang 2026. Kenaikan tersebut dipicu mahalnya cip memori, SSD, kartu grafis, hingga biaya produksi lainnya.

Situasi ini tidak hanya memukul pasar laptop premium. Segmen laptop murah juga mulai terancam hilang karena produsen kesulitan menjaga margin keuntungan.

Baca Juga :  10 Tablet Murah 2026 yang Bisa Gantikan Laptop, Sudah Support Keyboard & Stylus!

Apple, Microsoft, dan Samsung Mulai Naikkan Harga

Beberapa raksasa teknologi global sudah mengambil langkah konkret untuk menghadapi krisis memori tersebut.

Apple menaikkan harga awal MacBook Air sekitar 100 poundsterling atau setara Rp2,35 juta. Perusahaan itu juga meningkatkan kapasitas penyimpanan minimum perangkatnya sebagai bagian dari strategi baru menghadapi mahalnya komponen.

Microsoft ikut menghentikan model Surface kelas bawah. Selain itu, perusahaan tersebut menaikkan harga produknya sekitar 170 hingga 200 poundsterling atau setara Rp3,9 juta hingga Rp4,7 juta.

Dell, Lenovo, dan Framework juga mulai menyesuaikan harga jual laptop mereka di sejumlah pasar global. Banyak vendor kini lebih fokus menjual perangkat premium dengan margin tinggi dibanding mempertahankan lini entry-level.

Di sektor hiburan, Sony telah menaikkan harga PlayStation 5 sekitar 90 poundsterling atau lebih dari Rp2 juta. Beberapa laporan industri bahkan menyebut Sony mempertimbangkan penundaan konsol generasi penerus demi menekan biaya produksi.

Meta juga menaikkan harga headset Quest 3S sekitar 30 poundsterling. Sementara itu, Samsung mulai menaikkan harga beberapa lini smartphone premium akibat biaya komponen yang terus membengkak.

Laptop Murah Terancam Hilang dari Pasaran

Analis senior Gartner, Ranjit Atwal, menilai tekanan biaya produksi kini menghancurkan segmen perangkat elektronik murah.

Menurutnya, vendor tidak lagi mampu menyerap kenaikan biaya komponen seperti beberapa tahun lalu. Akibatnya, laptop entry-level dengan margin rendah mulai kehilangan daya tarik bisnis.

Ia memperkirakan segmen PC murah di bawah 500 dolar AS atau sekitar Rp8,6 juta dapat menghilang dari pasar global pada 2028.

Prediksi tersebut menandai perubahan besar dalam industri komputer dunia. Selama bertahun-tahun, laptop murah menjadi pilihan utama pelajar, mahasiswa, hingga pekerja kantoran. Namun sekarang, produsen lebih memilih menjual perangkat premium karena memberikan keuntungan lebih besar.

Jika tren ini berlanjut, konsumen kelas menengah ke bawah kemungkinan akan semakin sulit membeli laptop baru dengan harga terjangkau.

Baca Juga :  HP Murah Terancam Hilang? Harga Smartphone Bisa Melonjak Gara-Gara AI & Krisis Chip Global!

Smartphone Murah Juga Mulai Tertekan

Tekanan serupa kini menghantam pasar smartphone global. Firma riset International Data Corporation (IDC) memperkirakan pengiriman smartphone global turun hingga 12,9 persen pada 2026 akibat mahalnya cip memori.

Peneliti senior IDC, Nabila Popal, menyebut harga cip kemungkinan tidak akan kembali ke level lama meski pasokan mulai stabil pada 2027.

Menurutnya, smartphone murah di bawah 100 dolar AS berpotensi menjadi tidak ekonomis secara permanen. Kondisi tersebut bisa mengubah struktur pasar ponsel global secara drastis.

Selama ini, smartphone murah menjadi tulang punggung penetrasi internet di negara berkembang. Namun kenaikan harga komponen membuat produsen kesulitan mempertahankan perangkat murah tanpa mengorbankan kualitas.

Di sisi lain, konsumen kini juga menuntut kapasitas RAM dan penyimpanan lebih besar untuk menjalankan aplikasi AI modern. Kebutuhan tersebut semakin mendorong kenaikan harga perangkat.

NVIDIA dan Ledakan AI Jadi Faktor Utama

Persaingan AI global yang dipimpin perusahaan teknologi besar seperti Microsoft, Meta, Apple, hingga produsen cip seperti NVIDIA ikut mempercepat krisis memori dunia.

Permintaan GPU AI berkinerja tinggi melonjak tajam sejak booming AI generatif terjadi. Banyak perusahaan teknologi menggelontorkan miliaran dolar untuk membangun infrastruktur AI skala besar.

Pusat data AI modern membutuhkan kombinasi GPU canggih, memori HBM, SSD berkecepatan tinggi, serta sistem pendingin mahal. Industri memori akhirnya memprioritaskan produksi untuk server AI karena memberikan keuntungan jauh lebih tinggi dibanding pasar laptop dan smartphone.

Akibatnya, konsumen biasa harus menanggung efek domino berupa kenaikan harga gadget sehari-hari.

Krisis Memori Diperkirakan Berlangsung Hingga 2030

Produsen memori dunia seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron memang mulai membangun fasilitas produksi baru. Namun sebagian besar pabrik tersebut baru beroperasi penuh paling cepat pada 2027.

Bahkan SK hynix memperkirakan kekurangan memori global masih dapat berlangsung hingga 2030. Prediksi tersebut membuat banyak analis yakin harga perangkat elektronik belum akan kembali normal dalam waktu dekat.

Selain AI, industri juga menghadapi tekanan lain seperti kenaikan biaya energi, geopolitik rantai pasok semikonduktor, serta persaingan teknologi antarnegara.

Kondisi itu membuat pasar elektronik global memasuki fase baru yang jauh lebih mahal dibanding era sebelum booming AI.

Baca Juga :  Rekomendasi Laptop Terbaik 2026 untuk Kerja dan Kuliah

Konsumen Mulai Beralih ke Gadget Refurbished

Di tengah lonjakan harga gadget baru, banyak konsumen mulai melirik perangkat refurbished atau bekas resmi. Tren ini terus meningkat karena perangkat refurbished menawarkan spesifikasi tinggi dengan harga lebih murah.

Selain itu, sebagian pengguna memilih memperbaiki perangkat lama daripada membeli gadget baru. Strategi tersebut menjadi solusi sementara di tengah harga elektronik yang terus naik.

Analis juga menyarankan konsumen membeli model generasi sebelumnya sebelum harga semakin melonjak. Sebab, beberapa produsen diperkirakan akan kembali menaikkan harga pada semester kedua 2026.

Bagi pengguna yang tidak membutuhkan fitur AI canggih, membeli laptop atau smartphone generasi lama bisa menjadi pilihan paling rasional saat ini.

Era Gadget Murah Mulai Berakhir

Fenomena RAMageddon memperlihatkan dampak nyata persaingan AI terhadap kehidupan sehari-hari. Jika sebelumnya AI hanya dianggap sebagai teknologi masa depan, kini efeknya langsung terasa pada harga barang elektronik rumah tangga.

Ledakan AI generatif memang membuka peluang ekonomi besar bagi perusahaan teknologi global. Namun di sisi lain, konsumen mulai menghadapi konsekuensi berupa harga perangkat yang semakin mahal.

Banyak analis menilai era gadget murah perlahan memasuki akhir. Dalam beberapa tahun ke depan, laptop, smartphone, hingga konsol gim kemungkinan berubah menjadi produk premium dengan harga jauh lebih tinggi dibanding saat ini.

Situasi tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa revolusi AI tidak hanya mengubah dunia digital, tetapi juga memengaruhi daya beli masyarakat global secara langsung.(*)

Berita Terkait

Telepon Mengaku dari Bank? Jangan Panik, Ini 5 Cara Cegah Penipuan dan Lindungi Rekening
Infinix XPAD 30 Pro Hadir di Indonesia, Tablet 11 Inci Ini Siap Temani Gamer Push Rank
Samsung Rilis One UI 9: Ini Fitur Baru Galaxy untuk Gaming, AI hingga Multitasking
HP Sering Dipinjam Teman? 5 Cara Mengunci Aplikasi Ini Bisa Lindungi Chat, Foto hingga Mobile Banking
Kartu Kredit Hilang? Jangan Panik, Ini Cara Blokir, Cek Transaksi dan Ajukan Kartu Pengganti
Waspada! 5 Tanda Paylater Mulai Mengganggu Keuangan, Nomor 3 Paling Sering Terjadi
668 Ribu Laporan Penipuan Masuk IASC, 659 Ribu Rekening Sudah Diblokir: Waspadai 5 Modus Ini
HarmonyOS 7 Resmi Meluncur, Ini Daftar HP Huawei yang Bisa Update dan Fitur Barunya
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 18:01 WIB

Telepon Mengaku dari Bank? Jangan Panik, Ini 5 Cara Cegah Penipuan dan Lindungi Rekening

Selasa, 29 September 2026 - 15:01 WIB

Infinix XPAD 30 Pro Hadir di Indonesia, Tablet 11 Inci Ini Siap Temani Gamer Push Rank

Selasa, 29 September 2026 - 09:01 WIB

Samsung Rilis One UI 9: Ini Fitur Baru Galaxy untuk Gaming, AI hingga Multitasking

Senin, 28 September 2026 - 15:01 WIB

HP Sering Dipinjam Teman? 5 Cara Mengunci Aplikasi Ini Bisa Lindungi Chat, Foto hingga Mobile Banking

Senin, 28 September 2026 - 12:01 WIB

Kartu Kredit Hilang? Jangan Panik, Ini Cara Blokir, Cek Transaksi dan Ajukan Kartu Pengganti

Berita Terbaru